Mafia vs Polisi cantik

Mafia vs Polisi cantik
Bab 1


__ADS_3

Hari ini rencana pengiriman barang selundupan mereka, yang akan di bawa melalui jalur tikus agar tidak terdeteksi oleh pihak kepolisian.


"Jhon, sopir yang bisa mengantarkan barang hari ini tidak bisa" kata Asisten Jhon, sekaligus sahabatnya nya juga. Ia seorang perempuan bernama Alice, selalu setia menemani Jhon dan kemajuan bisnis kotornya itu.


"Bagaimana bisa, ini pengiriman harus segera di lakukan. Kalau tidak! mereka akan menuntut kita dengan alasan tidak sesuai dengan perjanjian yang kita sepakati" jawab Jhon, dengan nada bicara sangat khawatir.


"Lalu kita harus berbuat apa, agar barang tersebut bisa sampai tepat waktu. Lagipula kita juga tidak bisa mengutus kurir lain untuk melakukan hal ini, terlalu bahaya" kata Alice.


"Memangnya dia kenapa bisa membatalkan pengiriman dengan cara mendadak seperti ini? " tanya Jhon terhadap Alice.


"Menurut informasi yang di dapat, istrinya sedang hamil besar jadi tidak bisa meninggalkan nya sendiri di rumah"


"Astaga, ini hanya perkara istri lagi hamil sehingga dia membatalkan pengiriman ini. Jika sampai batal maka kita akan mendapatkan kerugian yang sangat besar. Jangan sampai nanti aku punya istri manja, maunya di kekepin suami terus" gerutu Jhon.


"Memang nya kamu ada keinginan menikah? " tanya Alice, ia sangat penasaran dengan bos nya yang sekaligus sebagai sahabat nya itu. Soalnya selama ini tidak pernah dekat dengan seorang perempuan kecuali dirinya.


"Sudah lupakan! kita cari solusi untuk masalah ini. Apa aku saja yang mengantarkan nya, lagian tidak bisa juga menyerah kan tanggung jawab besar ini kepada orang lain" kata Jhon, sambil mondar-mandir. Ia merasa tidak tenang sebelum mendapatkan solusi dari masalah ini.


"Jangan gila kamu, terlalu bahaya jika harus melakukannya sendiri" Alice memberi peringatan agar Jhon tidak melakukan itu.


"Lebih bahaya lagi jika, barang itu tidak sampai di lokasi tempat waktu. Kamu tahu kan rekan kita seperti apa, bisa habis kita semua"


"Ini terlalu berbahaya, Jhon... "


"Mau bagaimana lagi, ini harus segera di lakukan agar tidak terlambat. Ok kabari orang bagian packing, segera lakukan pengiriman akan di lakukan jam dua dini hari dan aku sendiri yang akan mengantarkan nya" kata Jhon terhadap Alice, lalu ia keluar dari ruangan tersebut entah mau pergi ke mana.


Akhirnya Alice menghubungi seseorang untuk segera mempersiapkan semuanya, dan setelah itu ia langsung duduk di salah satu tempat yang ada di sana.


Entah mengapa ia mempunyai firasat buruk akan terjadi terhadap sahabatnya itu, ia menarik nafas lalu membuangnya dengan perlahan.


Di tempat lain.


Beberapa anggota kepolisian telah merencanakan penyerapannya terhadap seseorang yang menjadi kurir barang terlarang.

__ADS_1


Di sini juga ada seorang polisi yang sangat cantik, kali ini ia akan ikut bersama anggota polisi yang lainnya untuk melakukan penyergapan tersebut.


Padahal sebelumnya ia tidak pernah melakukan ini, akan tetapi kali ini ia akan mengikuti.


Sebab ia merasa tertantang sekali ketika harus melakukan ini.


Menurut laporan dari beberapa rekannya orang ini sangat licik dan berbahaya sehingga sering sekali lolos dari kejaran para polisi.


Briyana yang selalu tertantang dengan hal-hal yang membuatnya menguji nyali itu, kali ini ia akan menguji kemampuannya untuk menangkap seorang mafia, yang memiliki usaha barang terlarang sekaligus musuh negara.


Kali ini ia pasti akan membawa orang itu dengan tangannya sendiri untuk segera dijebloskan ke dalam jeruji besi, sebab ia sangat benci terhadap orang yang menentang hukum.


Briyana seorang polisi yang dikenal sangat cantik, akan tetapi ia juga sangat kejam terhadap orang-orang yang menentang hukum.


Briyana dan anggota kepolisian lain lainnya sudah mengatur strategi untuk Penangkapan orang tersebut.


Bahkan mereka juga yang sudah merencanakan itu semua, dengan berpura-pura menjadi orang yang memesan barang tersebut dengan jumlah yang sangat banyak.


Pada hal itu semua adalah salah satu strategi yang mereka lakukan untuk mengelabui Jhon sang pemilik perusahaan itu, termasuk juga kurir yang biasa mengantarkan barang itu.


Akan tetapi orang tersebut sudah disekap terlebih dahulu oleh pihak kepolisian.


Sehingga John sendirilah yang akan mengantarkan barang tersebut, ke lokasi yang sudah disepakati bersama, dan beberapa anggota polisi juga sudah berjaga di lokasi di mana mereka sudah tahu akan menerima barang tersebut dari Jhon.


Begitu juga dengan Briyana, perempuan ini sudah siap untuk melakukan penyergapan dan penangkapan terhadap seorang mafia kelas atas.


Yang selama ini di kenal sebagai seseorang yang kebal akan hukum, ia akan membuktikan pada dunia bahwa tidak ada seorangpun yang kebal akan hukum negara.


waktu bergulir begitu cepat, Jam sudah menunjukkan pukul 02.00 pagi.


Jhoni sudah siap untuk berangkat mengantarkan barang tersebut ke tempat tujuan, tanpa sedikitpun ia merasa curiga dengan orang yang memesan barang sangat banyak tersebut.


Sebab orang tersebut memesan atas nama rekan bisnisnya yang selama ini telah bekerja sama dengannya selama bertahun-tahun.

__ADS_1


Is berangkat sendiri tanpa pengawalan oleh orang-orang yang biasa mengawal barang tersebut.


Hanya saja ia dilengkapi dengan senjata api untuk menjaga diri dan keamanannya.


Jhon juga sangat mahir dalam mengendalikan senjata tersebut. meskipun Alice beberapa kali berkata, bahwa Jangan pernah melakukan ini sendirian, apalagi harus berangkat di malam hari dan sendirian pula.


Entah mengapa perempuan itu tidak rela jika Jhon berangkat sendiri tanpa didampingi oleh pengawal.


Sebab terlalu berbahaya bisnis yang mereka jalankan, bisa saja mereka dijebak oleh orang-orang yang memang tidak menyukai dengan pasar gelap yang mereka lakukan selama ini.


" Aku berangkat sekarang, nanti jika sudah sampai di tempat tujuan maka aku akan menghubungimu. "kata Jhon sambil naik ke atas kendaraan yang akan ia bawa Untuk mengantarkan barang tersebut ke tempat tujuan.


" Baiklah hati-hati aku akan menunggu kabar baik darimu, jika ada sesuatu jangan lupa kabarin "kata Alice sambil melambaikan tangannya.


Jon langsung menginjak gas dengan perlahan untuk segera pergi ke tempat tujuan, sebab Ia hanya memiliki waktu 2 jam perjalanan untuk segera sampai di tempat tersebut.


Jhon sudah terbiasa dengan mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi, kali ini ia menginjak gas dengan sangat kuat, sebab perjalanan juga tidak terlalu ramai.


Sehingga ia bisa mengendarai kendaraan itu dengan kecepatan tinggi tanpa ada kendala dan halangan apapun selama di perjalanan itu.


Setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh akhirnya Jhon tiba di lokasi yang sudah disepakati bersama.


Ia menelpon orang tersebut bahwa ia sudah sampai di lokasi, selang beberapa saat orang tersebut datang menghampiri Jhon.


" Angkat tanganmu sekarang sudah tidak bisa lagi untuk kabur dari tempat ini, kami akan menangkap mu, tepat ini sudah di kepung oleh polisi" kata perempuan itu terhadap Jhon sambil menodongkan senjata api.


"Sial... ternyata aku di jebak" batin Jhon, akan tetapi ada yang menarik kali ini. Yaitu seorang polisi yang sangat cantik, meskipun ia melihat tidak terlalu jelas hanya lewat cahaya yang terpancar dari kendaraan.


Entah mengapa ia juga tidak bisa berontak kali ini ketika melihat wajah polisi cantik yang menodongkan senjata di atas kepalanya, rasanya ia tidak sanggup untuk melangkahkan kaki untuk kabur bahkan mengangkat senjata di hadapan para polisi itu.


"Mengapa kamu terlalu cantik untuk menjadi seorang polisi, tidak mengapa aku kali ini ditangkap" kata John sambil menatap lekat wajah polisi cantik yang berada di hadapannya untuk saat ini.


Briyana yang mendengar Jhon berkata seperti itu, ia tidak menghiraukannya.

__ADS_1


Melainkan memerintahkan beberapa rekannya untuk segera memasang borgol di tangan Jhon agar tidak memberontak atau melarikan diri.


Bisa saja laki-laki ini balik menyerang mereka, sebab Jhon sangat dikenal seorang mafia yang sangat kejam dan ahli dalam bela diri. Entah mengapa kali ini Jhon pasrah saat di bawa ke dalam mobil polisi, yang akan membawa Jhon ke balik jeruji besi.


__ADS_2