
Waktu bergulir begitu cepat, Alice sudah berhasil masuk ke dalam dunia mimpi.
Akan tetapi terdengar suara pintu rumah di ketuk, samar-samar terdengar di alam bawah sadarnya Alice.
Ia berusaha untuk membuka matanya dengan perlahan, setelah mata terbuka yang melirik ke kanan dan ke kiri.
"Ada apakah ini mengapa ada orang yang datang ke rumah ini rumah padahal masih sangat pagi sekali" batin Alice.
Akhirnya ia bangun dengan perlahan, lalu melangkahkan kakinya untuk segera menuju pintu depan.
Alice tertidur tidak masuk ke dalam kamar melainkan di sofa yang ada di ruang tengah, Setelah beberapa saat ia sudah sampai di pintu depan, akan tetapi ia belum juga membuka pintunya.
Alice melihat siapakah yang datang, lalu Alice mengintip lewat jendela, ia menyibak tirai untuk memastikan bahwa bukanlah orang jahat yang datang ke rumah ini.
Terlihat seorang perempuan yang sedang berdiri di ambang pintu, Alice pun ragu untuk membuka pintu tersebut.
Akan tetapi terdengar lagi suara pintu diketuk, lalu dengan perlahan dia pun membuka pintu, betapa terkejutnya ya saat melihat Briyana yang berdiri di hadapannya pada saat ini.
Alice berusaha untuk tidak menunjukkan rasa kagetnya ketika Briyana di hadapannya pada saat ini.
" Maaf Nyonya anda mencari siapa ya? "tanya Alice terhadap orang yang berdiri di hadapannya.
" Saya ingin mencari Jhon, apakah dia ada di sini?bukankah kalian berteman baik" tanya Briyana terhadap Alice.
__ADS_1
Alice bukan menjawab malah mengerutkan keningnya, iya berpikir sejenak jawaban apa yang akan ia sampaikan terhadap Biyana.
"Saya tidak tahu dia sekarang ada di mana, lagipula ini masih pagi dan belum saatnya anda bertamu ke rumah orang dan bertanya hal yang menurut saya itu tidak penting. Mau dia di manapun itu bukan urusan saya, saya bukan ibunya atau kakaknya yang selalu tahu keberadaannya" jawab alis dengan nada bicara yang sangat judes.
"Saya dari pihak kepolisian ingin Mencari keberadaannya, tadi malam ia melarikan diri dari tahanan" kata Briyana sambil menatap tajam wajah Alice.
"Mau dia lari atau kabur itu bukan urusan saya, dan mengapa juga harus mencari ke rumah saya itu tidak ada hubungannya dengan saya. Saya hanya bekerja di bawah perusahaannya John bukan orang yang tahu di mana dia berada " Alice berusaha untuk menutupi apa yang terjadi Sesungguhnya.
"Saya tidak mungkin datang ke tempat anda, jika anda tidak mengetahui keberadaan Jhon pada saat ini. Jika boleh saya ingin masuk ke rumah ini dan mencari keberadaan laki-laki itu" kata Briyana ia memaksa ingin masuk ke dalam rumah yang ditempati Alice pada saat ini.
" Jika anda ingin memeriksa rumah saya, makan. Tunjukkan Surat Perintah penangkapan terhadap Jhon atau surat tugas bahwa saat ini anda sedang menjalankan tugas " Aluce meminta Briyana untuk menunjukkannya, akan tetapi Briyana lupa akan hal itu.
Saking buru-burunya ia sampai tidak membawa surat perintah penangkapan John pada saat ini.
"Oke jika anda tidak bisa menunjukkannya maka silahkan pergi dari rumah saya, anda sudah mengganggu kenyamanan tidur saya. Jika masih ada di sini maka saya akan memanggil petugas keamanan bahwa anda telah mengganggu saya" kata Alice sambil menunjukkan jalan agar Briyana pergi meninggalkan dirinya.
Alice tidak menyukai kehadiran Briyana di rumah ini, selain ia mengganggu tidurnya Briyana juga sangat berbahaya.
Takutnya Alice keceplosan dan ia memberitahu keberadaan Jhon pada saat ini kepada Briyana, padahal Beriyana adalah orang yang sangat berbahaya kali ini.
Sebisa mungkin Alice harus menghindari orang-orang seperti Briyana, sebab ini juga untuk keselamatan dirinya dan juga Jhon.
Meskipun sudah diusir, Briyana tetap belum pergi meninggalkan rumah Alice.
__ADS_1
Ia masih yakin bahwa Jhon disembunyikan oleh Alice.
"Saya akan kembali ke rumah ini dengan membawa Surat tugas, akan membuktikan pada semuanya bahwa kamu ikut terlibat atas kaburnya Jhon dari tahanan" kata Briyana sambil menunjuk wajah Alice.
" Jangan sembarangan kalau bicara, jika tidak ada bukti jangan peernah berkata yang tidak benar. Itu adalah sebagian daripada fitnah, apakah ada bukti yang menunjukkan bahwa saya yang telah membantu Jhon kabur dari tahanan. Semua tidak ada bukti, jadi hati-hati dalam berbicara" jawab Alice dengan nada bicara penuh penekanan.
"Baiklah jika memang anda tidak mengakuinya, bahwa terlibat dalam hal itu. Aku akan mencari semua bukti bahwa anda terlibat " jawab Briyana ia juga tidak mau kalah oleh gertakan Alice.
" Sudahlah jangan banyak bicara saya ngantuk ingin tidur, pergilah jika sudah tidak ada lagi yang ingin dikatakan. Jika ingin mencari Jhon maka pergi ke rumahnya, mungkin dia sedang ada di rumahnya, atau di rumah ibunya, bahkan di rumah tetangganya. Silakan cari ke sana tapi jangan pernah mencari ke rumah saya" kata Alice dengan nada bicara yang judes.
"Takut sekali anda nyonya, ketika saya berada di rumah ini, apakah memang benar kamu sudah menyembunyikan Jhon. Atau memang benar kamu yang membantu Jhon tadi malam keluar dari rumah tahanan, bahkan bisa saja bahan peledak itu anda yang merakitnya. Menurut informasi yang saya dapatkan anda itu ahli sekali dalam membuat bahan peledak. Bahkan Jhon sangat mempercayakan semuanya, kepada anda tentang bisnis yang dikelolanya itu. Jika memang anda tidak terlibat maka tidak akan setakut ini, ketika ada saya di rumah ini" Briyana sengaja memancing kemarahan Alice.
"Buukan seperti itu Ibu polisi yang terhormat, anda sudah datang ke rumah saya mengganggu tidur saya dan kenyamanan saya. Mungkin anda yang lebih paham tentang hukum, bagaimana tata cara datang ke rumah orang dan bertama. Ini adalah waktunya orang tidur maka tidak sepantasnya anda datang ke rumah saya di saat masih pagi seperti ini" kata Alice dengan nada bicara penuh penekanan.
"Jika anda merasa tidak salah kenapa harus takut atau merasa tidak aman atas kehadiran saya, maka anda akan mempersilahkan saya untuk masuk ke rumah Anda. Sebab saya di sini adalah tamu, tamu adalah raja yang perlu disambut oleh tuan rumahnya" kata Briyana.
" Ini rumah saya itu hak Saya mau mempersilakan tamunya masuk atau tidak bukan urusan anda. Yang jelas saat ini saya terganggu dengan kehadiran anda di rumah ini, lebih baik silakan pergi dari rumah saya sebelum saya berteriak kepada petugas keamanan bahwa anda sudah mengganggu kenyamanan Saya di rumah ini " Alice memperingatkan Briyana untuk kesekian kalinya.
"Jangan galak-galak Nona nanti cepat tua, baiklah jika anda tidak mengijinkan saya masuk. Sampai jumpa di lain waktu dan kesempatan yang berbeda, mungkin saat bertemu lagi nanti, anda tidak mampu lagi untuk berbicara dan berteriak seperti sekarang" kata Briyana sambil tertawa.
Akhirnya, ia pun pergi meninggalkan Rumah Alice.
Setelah kepergian Briyana, Alice pun masuk kembali ke dalam rumah. Akan tetapi sudah hilang rasa ngantuknya akibat kedatangan Briyana,
__ADS_1