Mafia vs Polisi cantik

Mafia vs Polisi cantik
Bab 2


__ADS_3

Jhon pasrah saat tangan nya di borgol, sungguh kecantikan Briyana sudah mengalihkan dunia nya sehingga ia untuk Menyelamatkan diri saja dari polisi tidak kuasa.


Ia patuh saat di masukan ke dalam kendaraan yang akan mengantarkan nya ke balik jeruji besi, jiwa pemberontak seketika hilang. Gelar Mafia runtuh dalam sekejap di saat menatap wajah polisi cantik, jiwanya bergetar rasa ingin memiliki wanita itu begitu kuat.


John tidak memberikan perlawanan sedikitpun Iya dengan pasrah nya dibawa oleh anggota kepolisian itu.


Padahal jika ia ingin melawan biasanya juga ia bisa melarikan diri dari kejaran polisi itu, akan tetapi entah mengapa kali ini ia tidak ingin melarikan diri dari sergapan para polisi itu.


Ia sudah berada di dalam kendaraan dan beberapa anggota polisi lainnya begitu juga dengan polisi cantik.


Jhon tidak berkata apapun selama di dalam kendaraan itu, ia hanya membayangkan wajah gadis cantik itu yang duduk di kursi depan bersama seorang pengemudi itu.


Waktu bergulir begitu cepat, ia sudah berada di sebuah rumah tahanan yang akan dihuni olehnya.


Mungkin seumur hidupnya ia akan di habiskan di tempat ini, sebab kejahatan yang dia lakukan begitu banyak.


Akan tetapi ia sedikitpun tidak merasa takut, ketika harus Berakhir di tempat ini.


Setelah beberapa saat dengan posisi tangannya masih diborgol, ia dimasukkan ke salah satu ruangan di sana ada beberapa orang yang sudah ada di dalamnya. Dan salah satunya adalah rekan bisnisnya yang menelponnya dan ternyata orang itu sudah ditahan duluan oleh pihak kepolisian.


Berarti ketika ia mendapatkan telepon dan pesanan yang sangat banyak, ternyata Mark sudah di tahan.


Mengapa ia bisa tidak mengetahui bahwa Mark, sudah berada di dalam tahanan.


Dan ternyata ini semua strategi yang diatur oleh kepolisian sehingga bisa menjebak dirinya dan bisa dibawa ke tempat ini dengan mudah.


"Hai kawan ternyata kamu di sini juga?, kalau bukan karena kamu yang ceroboh tidak mungkin kita berada di tempat ini" kata Jhon terhadap rekan bisnisnya itu.

__ADS_1


" Ternyata kamu juga merasakan apa yang aku rasakan, sekarang kita sudah pasti akan membusuk di tempat ini. Siapa lagi yang akan berjuang untuk mengeluarkan kita dari tempat ini" jawab Mark.


"Ssuhttt bisa pelankan suaramu, di sini tidak boleh berisik. Jika kita berbicara Jangan sampai ada yang bisa mendengarnya" kata Jhon terhadap Mark.


" Sekarang kamu ada di tempat ini, bagaimana bisa kamu ditangkap. Bukankah kamu yang menjebakku kemarin?" kata Mark terhadap Jhon.


"Mana bisa aku menjebakmu dengan hal seperti itu, bukankah kamu yang sudah menjebakku juga, sehingga aku tertangkap seperti ini" kata Jhon sambil menatap lekat wajah rekan bisnisnya itu.


"Aku melakukan itu karena di bawah tekanan mereka semua, kalau saja tidak diancam oleh polisi-polisi itu Mana mungkin aku melakukan itu terhadap dirimu. Sama saja aku bunuh diri dan menyerahkan nyawaku di tempat ini. Sekarang kamu harus lakukan sesuatu agar kita bisa keluar dari tempat ini, aku tidak akan mau sampai di tempat ini gara-gara kamu" kata Mark sambil menatap tajam wajah Jhon.


"Hai bodoh mana bisa kamu menyalahkan aku seperti itu, Kamu yang sudah membuat aku masuk di sini, itu semua gara-gara kelakuan kamu yang bodoh" Jhone tidak mau kalah.


"Sudahlah tidak ada gunanya kita bertengkar, lebih baik kita pikirkan jalan keluar untuk kabur dari tempat ini. Di sini bagaikan neraka, mau kamu membusuk di tempat ini? dan selamanya kamu tidak menikah" kata Mark sambil menatap tajam wajah Jhon.


"Mana bisa aku tidak menikah, lagian tidak masalah aku berada di tempat ini, yang penting penjaga tahanannya itu polisi cantik yang tadi malam menangkap ku. Terus jika aku keluar dari tempat ini, bagaimana bisa bertemu dengan polisi cantik itu" kata Jhon sambil membayangkan wajah Briyana yang menurutnya sangat cantik itu.


"Hai, jangan seperti itu kawan. Apakah kau tidak pernah jatuh cinta? "


"Nama kamu Jhon tapi bodoh" gerutu Mark, ia sungguh merasa kesal dengan tingkah Jhon yang seperti itu.


Sungguh tidak bisa di ajak bicara untuk saat ini, akhirnya Mark menjauh dari Jhon lalu duduk di pojok ruangan sambil meratapi nasibnya.


Sekarang ia tidak bisa melakukan apapun, ia sangat pusing memikirkan cara untuk kabur dari penjara ini.


Di tempat lain


Alice merasakan tidak tenang dengan apa yang terjadi terhadap Jhon, ia harus memikirkan cara agar bisa membawa sahabatnya keluar dari tempat itu apapun caranya.

__ADS_1


Ia sudah merencanakan sesuatu agar bisa mengecoh pihak kepolisian, agar bisa membawa kabur Jhon dari tempat itu. Ini mungkin cara terbaik untuk menyelamatkan sahabatnya itu.


Alice masih mondar-mandir di dalam kamarnya, ia sama sekali belum bisa memejamkan matanya. Pikiran nya hanya tertuju pada Jhon, ia berusaha untuk lebih tenang dan membuat strategis untuk esok hari agar rencana itu berjalan dengan lancar.


Alice duduk di atas tempat tidur lalu ingat dengan seseorang, pasti orang itu bersedia untuk membantu dirinya.


Lalu Alice mengambil ponsel nya dan menghubungi orang tersebut, panggilan pun tersambung.


Alice mengajak orang itu menemuinya di rumah yang di tempati nya untuk saat ini, dan orang tersebut menyetujui nya.


Waktu bergulir begitu cepat.


Orang yang di hubungi oleh Alice sudah sampai di kediaman nya, mereka sudah berada di salah satu ruangan yang sangat tertutup.


Ruangan ini tidak ada yang mengetahui nya kecuali Jhon, sebab tempat ini biasa mereka gunakan untuk membahas hal yang sangat penting.


Mereka sudah duduk saling berhadapan, lalu Alice berkata tentang apa yang akan mereka rencana kan esok hari.


"Kita akan menaruh beberapa bahan peledak di beberapa titik, ini semua untuk mengalihkan perhatian para penjaga tahan. Dan pada saat itu kamu masuk lewat sini untuk membebaskan Jhon, lalu aku yang menunggu di sebelah sini dengan kendaraan sudah siap untuk pergi dari tempat itu. Sebisa mungkin kamu harus gerak cepat" kata Alice sambil menunjuk peta lokasi rumah tahanan itu.


Ia belajar memahami tempat itu, agar bisa melepaskan Jhon.


"Apa ini tidak terlalu bahaya? bagaimana kalau kita juga ikut tertangkap dan di tahan bersama Jhon, aku tidak mau menghabiskan sisa umur ku di balik jeruji besi"


"Aku yakin, nanti mereka lebih fokus ke ledakan dan bisanya para tahanan di keluarkan agar terbebas dari bahaya itu. Nah itu kesempatan kita untuk membawa Jhon pergi" Alice meyakinkan sahabatnya itu, agar mau membantu dirinya.


Setelah mengatur strategi untuk melepas Jhon dari tahanan, Alice pun keluar dari ruangan itu dan mereka akan bertemu lagi esok malam untuk melancarkan aksinya.

__ADS_1


__ADS_2