Mafia vs Polisi cantik

Mafia vs Polisi cantik
Bab 7


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu, Briyana belum berhasil juga menangkap Jhon.


Padahal setiap hari Jhon selalu memperhatikan Briyana dari kejauhan akan tetapi sama sekali orang yang di perhatikan nya tidak mengetahui nya.


Terkadang Alice juga kesal dengan tingkah yang di laki-laki yang berstatus sebagai bos sekaligus sahabatnya itu.


Alice juga sering memperingati nya agar jangan terlalu sering melakukan itu, tetap saja Jhon tidak menghiraukan nya.


"Mau sampai kapan kamu menjadi penguntitnya, bagaimana kalau mereka semua tahu bahwa selama ini kamu berada di dekatnya. Itu terlalu berbahaya ayolah waras sedikit Jhon, masih banyak tanggung jawab kita bukan hanya tentang dia" kata Alice dengan nada bicara yang kesal, sungguh ia sangat marah.


Andaikan Jhon bukan bos mungkin saja Alice sudah menjadikan Jhon korban pelurunya, kali ini kesabaran Alice benar-benar di uji.


"Kamu itu sudah mirip dengan ibu ku, cerewet sekali tapi meskipun dia cerewet aku merindukan nya. Tapi kenapa kamu menyebalkan sekali" kata Jhon sambil menopang dagunya dengan kedua tangannya.


"Aku melakukan ini agar kamu menjadi manusia waras seperti kamu belum bertemu dengan nya, ingat Ayah dan Ibu meninggal di tangan mereka. Aku tegaskan sekali lagi, Fokus pada tujuan awal kita, jika memang takdir kamu adalah dia maka semesta akan mempunyai cara untuk mempersatukan kalian meskipun itu sangat mustahil" kata Alice dengan nada bicara penuh penekanan.


"Iya, cerewet... apa yang harus di lakukan sekarang? " tanya Jhon dengan bodohnya, sebagai seorang pemilik perusahaan tidak sepantasnya ia bertanya seperti itu. Ia seharusnya sudah tahu apa yang harus di kerjakan nya, ini malah balik bertanya.


Hal ini membuat Alice menggaruk kepala yang tidak gatal, sungguh harus mempunyai kesabaran yang cukup untuk menghadapi Alice pada saat ini.


"Tidur! " jawab Alice kesal.


Setelah berkata seperti itu, Alice pun pergi meninggalkan Jhon yang masih berada di ruangan tengah yang ada di rumah Jhon, Alice merasa kesal sekali dengan kebodohan yang di lakukan Jhon.


Mengapa menjadi seperti itu, apakah ini semua karena cinta.


"Astaga kenapa perempuan itu semuanya cerewet apakah karena memiliki dua mulut sehingga menjadikan nya seperti itu, ah sudah lah lebih baik aku mengerjakan sesuatu" Jhon berbicara sendiri.


Ia ingin segera pergi ke kantor milik nya, sebab sudah satu minggu ia keluar dari penjara dengan cara kabur.

__ADS_1


Mungkin ia rasa tidak terlalu bahaya, ia pergi ke kantor dengan Ben sebab asisten yang bisa di andalkan dan sangat di percaya oleh Alice dan Jhon.


Mereka bekerja sama sudah sejak lama, jadi sudah mengenal sifat masing-masing bahkan antara Alice, Jhon, dan Ben seperti layak nya saudara. Makanya Alice sudah tidak segan lagi saat memarahi Jhon ketika sedang berada di rumah, akan tetapi ketika di kantor Mereka bekerja profesional.


Waktu bergulir begitu cepat, Jhon sudah sampai di kantor di mana selama satu minggu ia di kurung di dalam rumah rasanya tidak menyenangkan. Kali ini ia baru menginjakkan kakinya kembali di kantor dan ternyata masih tetap seperti biasa suasana nya.


Jhon langsung masuk ke dalam ruangan nya, setelah berada di dalam ia duduk di kursi kebesaran nya. Sambil menatap tumpukan berkas yang ada di hadapan nya.


"Kenapa banyak sekali yang harus di kerjakan, padahal biasanya juga mereka yang mengerjakan nya kenapa sekarang harus aku" gerutu Jhon.


Setelah beberapa saat ia menghubungi Ben, tidak perlu membutuhkan waktu yang lama akhirnya Ben sudah berada di hadapan nya.


"Ada yang bisa di bantu? " tanya Ben terhadap sang bos.


"Kenapa semua ini ada di hadapan ku, bukankah selama ini aku tidak pernah mengurus hal semacam ini? " tanya Jhon terhadap asisten nya itu.


"Maaf Bos, kalau soal itu saya tidak tahu kan biasanya juga Alice yang mengatur semuanya meskipun aku asisten bos tapi yang nemgurus itu semua Alice saya hanya menyiapkan keperluan Bos saja. Silakan tanya saja sama Alice" jawab Ben sambil menundukkan kepalanya.


"Baik, Bos.. "


Setelah berkata seperti itu, akhirnya Ben keluar dari ruangan Jhon lalu setelah di luar ia menghubungi Alice dan ternyata perempuan ini tidak bisa di hubungi.


Apakah ini bentuk kekesalan Alice terhadap Jhon yang selalu bertingkah bodoh.


Di saat Jhon sedang melamun dan memikirkan rencana untuk menghancurkan orang-orang jahat yang berkedok malaikat, tiba-tiba ponsel nya berbunyi.


Tampa menunggu waktu yang lama, Jhon langsung menjawab panggilan tersebut.


"Hallo kawan, ada perlu apa sehingga menghubungi ku saat ini? " tanya Jhon terhadap orang yang berada di sebrang telepon.

__ADS_1


"Aku hanya ingin transaksi dengan mu, tepat di malam minggu jumlah yang di butuhkan hanya dua kilo gram saja tidak banyak. Bisa kah kamu datang pada jam dua dini hari? " tanya Mario, ini salah satu langganan yang suka memesan barang terhadap Jhon.


"Baiklah aku punya satu perjanjian dengan mu" kata Jhon.


"Apa perjanjian itu? " tanya Mario.


"Kamu datang sendiri dan aku juga sendiri" kata Jhon.


"Baiklah, kita sepakat" jawab Mario.


Akhirnya kesepakatan pun terjadi, mereka akan melakukan transaksi di malam minggu. Kali ini Jhon tidak akan terhebat oleh permainan siapa pun, sebab Jhon sudah mengetahui bahwa Mario sudah bekerja sama dengan Briyana untuk menjebaknya yang ke dua kali.


...****************...


Di tempat tempat lain.


Briyana dan sang adik sedang mempersiapkan untuk acara pertunangan sang adik, mereka hanya tinggal berdua.


Sebab kedua orang tua mereka sudah meninggal sejak usia mereka masih kecil, Briyana berjuang sendiri membesarkan sang adik yang umur nya tidak jauh berbeda darinya.


Bahkan ia juga selalu bekerja paruh waktu di kala masih sekolah demi untuk menyambung hidupnya, dan sampai lah Briyana di titik tertinggi di kala itu ia mengikuti tes kepolisian dan akhirnya ia di nyatakan lulus.


Setelah mendapatkan kesempatan itu, Briyana tidak menyia-nyiakannya. Ia selalu bekerja keras dan menjadi anggota kepolisian yang jujur, bahkan ia juga sudah berhasil membuat Maya-sang adik satu-satunya sudah berhasil menjadi sarjana komunikasi karena itu yang dia inginkan.


Kali ini Maya yang menikah terlebih dahulu karena Briyana belum siap untuk menikah padahal sang kekasih sudah mendesaknya untuk segera menikah.


Bagi Briyana tidak masalah siapa yang menikah terlebih dahulu, Maya akan menikah dengan salah satu anak buah Jhon akan tetapi calon suami Maya sudah berhenti secara diam-diam itu semua karena permintaan dari Maya.


Sebab Jhon adalah musuh terbesar Briyana, ia tidak mau ada masalah antara dirinya dan sang kakak.

__ADS_1


Makanya meminta calon suaminya untuk berhenti dan hal itu di turuti oleh Khabir.


__ADS_2