Mafia vs Polisi cantik

Mafia vs Polisi cantik
Bab 3


__ADS_3

Di sebuah rumah yang sangat sederhana itu, Briyana sedang berbincang dengan seorang laki-laki yang selama ini dekat dengannya.


Memang Briyana ini dilahirkan bukan di lahir kan keluarga kaya, melainkan ia dilahirkan dari keluarga yang sangat sederhana.


Akan tetapi dengan tekad dan keinginan yang sangat kuat sehingga mengantarkannya untuk menjadi seorang anggota kepolisian yang sangat baik.


Bahkan tidak sedikit juga Ia mendapatkan penghargaan atas kerja keras yang selama ini ia mendapatkan, Briyana juga seorang polisi yang sangat jujur santun dan baik hati, akan tetapi ia sangat tidak suka dengan orang-orang yang sangat menentang hukum.


Kali ini merasa puas dan lega ketika ia berhasil menangkap Jhon sang mafia yang dikenal sangat kejam itu.


"Kamu sudah berjanji kepadaku bahwa akan menerima lamaranku ketika sudah berhasil menangkap Jhon, sekarang semua itu telah terjadi maka kita menunggu apalagi" kata Ardan sang pujaan hatinya.


Laki-laki itu adalah rekan kerjanya sekaligus kekasih Briyana, selama ini mereka sudah menjalin kisah cinta selama 2 tahun. Akan tetapi Briyana belum mau melanjutkan hubungannya ke jenjang yang lebih serius, ia juga belum siap untuk melepaskan status lajangnya.


"Memang aku pernah berkata seperti itu, akan tetapi tidak secepat ini juga" kata Briyana dengan hati merasa tidak enak, ketika Ardan membicarakan soal pernikahan itu.


"Mau sampai kapan aku menunggumu? sudah terlalu lama kita seperti ini terus, umur kita juga sudah tidak lagi muda sudah sepantasnya kita memikirkan hanya yang lebih serius. Apakah kamu tidak menginginkan kita menjalin rumah tangga dan mendapatkan keturunan seperti layaknya orang lain " kata Ardan dengan raut wajah yang sangat sedih.


Ketika Ardan berbicara soak pernikahan, perempuan itu seolah tidak ingin membahas lebih lanjut lagi. Akan tetapi Ardan dan juga tidak mau melepaskan Briyana.


" Ia aku tahu, akan tetapi untuk saat ini aku belum siap untuk melakukan hal itu, masih banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan. Jhon adalah salah satunya yang baru selesai belum lagi pekerjaan-pekerjaan lain yang masih menumpuk" jawab Briyana sambil menatap lekat wajah Ardan, ia meminta pengertian laki-laki itu.

__ADS_1


Padahal selama itu Ardan sudah sabar menunggunya dan selalu menuruti keinginan Briyana.


"Harus sampai kapan aku terus menunggumu? atau sampai nyawaku sudah tidak ada di raga ini" jawab Ardan.


"Ya enggak seperti itu juga, tunggu keadaannya sampai benar-benar membaik. Untuk saat ini belum bisa dipastikan bahwa John itu tidak berontak atau tidak melarikan diri" kata Briyana.


Akhirnya Ardan pun diam sejenak, lalu Ia menarik nafas lalu membuangnya dengan perlahan.


Jika sudah seperti ini sulit rasanya untuk membujuk Briyana agar segera menerima lamarannya, akan tetapi Briyana juga bukan orang yang suka di paksa, untuk saat ini lebih baik Ardan mengalah. Agar bisa mendapatkan Briyana menjadi milik Ardan seutuhnya.


"Sudahlah lebih baik kamu istirahat dan pulanglah, ini sudah terlalu larut untuk memikirkan hal seperti itu. Besok kita harus bekerja, jika memang kita sudah berjodoh dan waktunya sudah tiba maka kita juga akan menikah" kata Briyana mempersilahkan Ardan untuk keluar dari rumahnya.


Padahal Briyanaa juga sudah berjanji kepada Ardan, bahwa ia akan menerima lamarannya,bketika Jhon sudah berada di dalam panjara. Akan tetapi kali ini Ardan menagih janjinya ketika Jhon sudah berada di dalam penjara, Briyana memberikan alasan yang lain untuk tidak segera menikah.


Setelah kepergian Ardan, Briyana duduk di salah satu sofa yang ada di ruangan itu, Ia sambil memijat pelipisnya sebab kepala nya terasa sangat pusing.


Briyana juga sebetulnya ingin segera menikah dan menjadi seorang istri dan ibu dari anak-anaknya nanti.


Akan tetapi keadaan yang tidak bisa ia paksakan untuk segera menikah dalam waktu dekat ini.


Jujur ia sangat pusing dan stress dengan semua masalah dan pekerjaannya yang menghimpit dirinya pada saat ini. Apalagi tuntutan-tuntutan lainnya sehingga mengakibatkan ia mengesampingkan urusan pribadinya dibandingkan dengan pekerjaannya.

__ADS_1


Waktu bergulir begitu cepat, ini saatnya bagi Alice melancarkan aksinya untuk mengeluarkan Jhon dari rumah tahanan.


Ia dan Ben sudah siap untuk melakukan hal itu, dan bertugas sesuai dengan apa yang telah mereka rencanakan awalnya.


Alice yang akan mengendarai mobilnya menuju tempat mereka akan mengecoh para petugas kepolisian, dengan tujuan akan membawa Jhon dari tempat tersebut.


Alice melajukan kendaraan nya dengan kecepatan tinggi, sebab jalan sangat sepi.


Mungkin bagi orang lain di saat larut malam seperti ini di gunakan untuk tidur bukan di jalanan.


Setelah beberapa saat kendaraan yang ditumpangi oleh Alice sudah berada di tempat yang mereka tuju, Ben dengan sangat hati-hati keluar dari tempat itu lewat jalur yang sudah direncanakannya.


"Aku akan menunggumu di sini, lakukan dengan cepat, masuk lewat jalur yang sudah kita sepakati. Mungkin itu lebih aman selang beberapa saat kamu sudah menyimpan barang-barang itu. Maka dengan cepat kamu segera pergi dari tempat itu karena aku akan meledakan nya dari tempat ini, dan setelah mendengar ledakan itu kamu langsung menuju tempat di mana Jhon ditahan. Ketika semua orang sudah fokus dengan ledakan itu, maka kamu ambil alih dan segera membawa Jhon keluar dari tempat itu lewat jalur yang sudah kita sepakati bersama. Satu hal lagi, hati-hati dalam melakukan itu sebab jika gagal maka. Kita semua akan mendekam di dalam penjara" pesan Alice terhadap Ben agar berhati-hati dalam menjalankan tugasnya.


Sebetulnya Ia juga bisa saja masuk ke dalam rumah tahanan itu tanpa melibatkan Ben, akan tetapi tidak ada yang akan mengawasinya dari luar.


Dan mereka juga sudah memakai alat agar bisa berbicara satu dengan yang lainnya meskipun ada jarak diantara mereka.


"Baiklah kamu juga jaga diri baik-baik perhatikan lingkungan sekitar, jika ada sesuatu maka segera beritahu aku" kata Ben sambil keluar dari kendaraan itu lalu berjalan dengan cepat untuk segera masuk ke dalam gedung itu lewat jalur yang tidak diketahui oleh siapapun.


Ia akan menciptakan keributan di dalam dan mengalihkan perhatian para petugas kepolisian, agar ia dengan mudah membawa Jhon keluar dari tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2