
Setelah memastikan bahwa Jhon sudah aman berada di tempat persembunyian untuk sementara.
Dan ia juga memerintahkan salah satu anak buahnya untuk mengantar Mark ke rumah nya, atau bersembunyi di mana saja. Ia juga tidak terlalu suka Jhon menjalin kerja sama dengan orang Mark, sebab Alice merasa ia bukan orang yang tepat untuk di ajak kerja sama. Alice selalu berfikir bahwa semua orang yang mendekat dan mengajak kerjasama yaitu orang yang jahat dan ingin menggali informasi tentang perusahaan yang mereka kelola untuk saat ini.
Tidak salah Alice mempunyai pikiran seperti itu, sebab ia sudah banyak tahu tentang dunia Black market, jadinya ia selalu mencurigai semua orang.
Akan tetapi Jhon juga yang memberi pengertian, tidak semua orang juga berniat jahat.
"Rico tolong antarkan dia untuk pulang, di sini tidak ada tempat untuk mu" kata Alice sambil menatap tajam wajah Mark.
"Maksudnya apa? saya harus pergi dari sini, mau pergi ke mana? sudah pasti polisi akan menemukan keberadaan ku. Dan itu semua akan mengancam keselamatan Jhon juga, mau kamu dia masuk penjara lagi!" kata Mark sambil menatap tajam wajah Alice.
"Untuk pergi ke mana saya tidak mau tahu, sudah untung kamu aku bebaskan. Sekarang pergi dari tempat ini! "
Jhon menarik Alice agar menjauh dari Mark, dan setelah mereka berada jauh dari orang itu lalu Jhon berkata.
"Kamu tidak usah melakukan itu, biarkan Mark istirahat sebentar di tempat ini" kata Jhon sambil menatap wajah Alice yang tidak suka akan kehadiran Mark di tempat ini, bagi Alice tidak ada orang yang bisa di percaya untuk saat ini.
"Kamu harus ingat satu hal, semua orang adalah musuh apalagi orang seperti Mark jangan sampai kamu percaya apa yang di katakan nya, aku ikut bersama boss mu sudah cukup lama jadi sudah faham betul orang seperti Mark itu, tidak akan pernah dapat di percaya" kata Alice.
"Baiklah terserah kamu saja, yang penting Mark tidak melakukan hal yang membahayakan kita "
Setelah berbicara cukup lama mereka berdua, akhirnya kembali ke tempat di mana Mark dan Ben berada.
__ADS_1
"Tuan, Mark... Rico akan mengantarkan anda pulang, mungkin lebih aman jika kita berpencar ini semua tujuan nya untuk mengetahui mereka agar sulit untuk melacak keberadaan kita, mungkin beberapa hari lagi kita akan membahas soal kerja sama selanjutnya.
" Tapi Jhon... "
"Sekarang pergilah bersamanya" kata Jhon mempersilakan Mark untuk pergi dari tempat ini.
Akhirnya Mark juga tidak bisa membantah, dan ia mengikuti apa yang di inginkan Jhon dan juga Alice.
Mereka sudah berbaik hati, menyelamatkan dirinya dan mengantarkan untuk pulang.
Setelah kepergian Mark, akhirnya Alice merasa lebih tenang dan menarik nafas panjang dan membuangnya dengan cara perlahan .
"Sekarang istirahat lah, aku akan pulang terlebih dahulu. Besok ada pertemuan penting dan akan ada investor yang akan menjadi pemasok bahan baku yang kita butuhkan untuk produksi, waktu itu pernah kita bahas.
"Iya, besok aku usaha kan akan datang ke kantor, tapi bagaimana caranya. Agar tidak di ketahui oleh pihak kepolisian? " kata Jhon sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal itu.
Akhirnya Alice dan Ben pergi dari tempat itu.
Waktu bergulir begitu cepat, akhirnya Alice sudah sampai di rumah tempat ia tinggal, setelah kendaraan berhenti lalu ia turun dari kendaraan dan membiarkan Ben pulang sendiri dengan membawa kendaraan milik nya.
Alice sudah berada di dalam rumah lalu ia menjatuhkan tubuh nya di atas sofa, sebab waktu sudah hampir pagi, terlalu lelah tubuh Alice akhirnya ia berusaha untuk memejamkan matanya.
Ia selama Jhon di tahan tidak bisa beristirahat dengan tenang, mungkin saat nya ia akan beristirahat walaupun hanya sejenak. Sebab ini sudah hampir pagi, sama sekali ia belum istirahat. Memang hidup yang Alice jalani terlalu kerasa, dari dulu hingga sekarang. Ia selalu berada di tempat yang membuat orang jantungan, akan tetapi ini hidup harus terus berjalan walaupun sangat berat.
__ADS_1
Tanpa terasa nafas Alice sudah mulai teratur, pertanda sang pemilik raga sudah masuk ke dalam dunia mimpi. Memang perempuan ini bisa tidur di manapun tanpa harus di dalam kamar dan atas kasur yang empuk, ia bisa tertidur hanya bersandar di sofa.
...****************...
Di tempat lain.
Pihak kepolisian merasa di permainkan oleh Jhon, ternyata laki-laki itu dengan mudah melarikan diri dari penjara. Sia-sia sudah kerja kerasnya Briyana selama ini hanya bertahan 24 jam Jhon di dalam penjara, memang sangat sulit untuk bisa menaklukkan seorang Jhon yang di kenal sebagai Bos Mafia yang sangat kenal oleh hukum dan selalu lolos dari kejaran para pihak kepolisian.
"Sial kita sudah di bohongi oleh nya... ternyata dia sangat licik" Briyana merasa kesal, kerja keras nya sudah membawa Jhon ke rumah tahanan ternyata hanya sementara, laki-laki itu sudah kabur. Tidak mudah juga untuk mendapatkan nya kembali.
"Padahal pengawasan kita sudah ketat, tetap saja dia bisa kabur dari sini...memang tidak sulit bagi seorang Jhon untuk lari dari tempat ini, seperti nya sangat sulit bagi kita untuk bisa mendapatkan nya kembali" kata rekan kerja Briyana.
"Kita harus membuat rencana agar Jhon bisa terjebak lagi, atau kita bisa menggunakan cara lain agar dia menyerahkan diri dengan suka rela" kata Briyana sambil mengetuk meja dengan pensil, ia sudah kehabisan cara untuk bisa membuat Jhon takluk terhadap pihak kepolisian. Jhon adalah musuh terbesar pihak kepolisian.
"Kita bisa mencarinya, lewat rumah asisten nya yang bernama Alice, bisa saja dia melarikan diri dari tempat ini atas bantuan nya"
"Ide bagus, kita lakukan penyelidikan terlebih dahulu dan setelah itu baru menyergap tempat tersebut jika di temukan hal yang membuat kita curiga" kata Briyana, sambil bangkit dari duduknya lalu berjalan mondar-mandir.
Briyana merasa pusing, baru saja ia merasa lega Jhon di tangkap. Sudah harus mikir keras lagi untuk membuat Jhon di tahan lagi.
Setelah beberapa saat ia berpikir dan mondar-mandir, akhirnya pergi dari ruangan itu. Entah mau pergi ke mana, sungguh rasanya sangat pusing memiliki hal ini.
Ternyata masalah ini tidak mudah untuk di atasi, meskipun pencapaian Briyana sungguh bagus akan tetapi ia merasa sangat kewalahan saat menghadapi Jhon.
__ADS_1