Mama Bukan Idola Vina

Mama Bukan Idola Vina
01 cukup dalam kesederhanaan


__ADS_3

Avina gadis kecil berusia tujuh tahun, yang memiliki seorang adik laki-laki yang dua tahun lebih muda darinya. Avian bocah cilik yang lucu dan pintar. Kakak beradik yang lebih mirip seperti tom and jerry jika bersama, tapi akan saling menanyakan jika tidak melihat satu sama lain. Kami bukan kembar akan tetapi mama selalu memperlakukan kami seperti anak kembar. Tak jarang mama memakaikan kami baju sama, atau menyuruh kami makan sepiring berdua.


Vina sangat dekat dengan papa,Vina masih ingat dia pergi sama papa kedokter gigi untuk mencabut gigi susu pertamanya yang tanggal " Nanti kalau sudah dicabut giginya kita beli es krim " kata papa. Vina senang sekali saat itu, karena ibu dokter yang baik itu memberikan sikat gigi anak yang lucu ditambah es krim dari papa. Semua kenangan masa kecil bersama papa terasa manis.


Semua hal itu berbanding terbalik dengan kenangan masa kecil bersama mama. Vina merasa mama lebih sayang pada Avian. Pernah suatu ketika mama pergi menjemput Vian yang saat itu ditinggal dirumah nenek di pulau Jawa dikota T. Mama pergi dengan tergesah ke bandara seorang diri sementara Vina ditinggal dirumah. Benar saja ternyata saat mama pulang Vina mengetahui kalau Vian mengalami musibah kecil yang mengharuskan dia mendadak disunat, karena kejepit resliting celana. Karena nenek panik saat kejadian maka diambil tindakan itu, tanpa diskusi ke mama dan papa. Mama yang kaget saat dapat kabar itu,tidak tinggal diam.

__ADS_1


Mama merasa sangat kecewa pada papa dan keluarganya kala itu, karena sejak awal mama tidak setuju papa membawa serta Vian pergi bertandang kerumah nenek. Papa berangkat berdua dengan Vian dan meninggalkan Vian disana saat pulang kembali kerumah.


Vina senang Vian sudah kembali lagi kerumah, "teman bermain ku sudah kembali", itu yang terpikir oleh Vina. Karena memang Vina belum pernah berjauhan dari Vian,terpisahkan antar pulau.


Dan kenyataan bahwa Vian sudah disunat membuat mama merasa kecewa karena kehilangan salah satu moment penting dan berharga dalam kehidupan anaknya.

__ADS_1


Sedikit kenangan manis masa kecil yang bisa Vina ingat bersama mamanya. Vina merasa mama lebihh sering marah kepadanya, tak jarang terkadang Vina mendapat cindramata dari mama cibitan sayang, karena kesulitan mengerti jika diajari mama. Hanya cubitan atau pukulan yang lebih melekat di ingatan Vina kkalau tentang mama. Vina akan menjadi blank seketika kalo terpaksa belajar sama mama. Karena Vina sudah grogi terlebih dulu sebelum mulai belajar sama mama, takut di cubit kalau salah. Vina lebih suka belajar sama papa, dan akan mencari-cari alasan kalau memang harus terpaksa belajar sama mama. Vina berpura-pura tidur untuk menghindar. Sampai akhirnya tertidur betulan.


Mamanya orang yang kaku,lebih mendekati galak bagi Vina. Berbeda sekali dengan sang papa yang lebih penyabar dan selalu berbicara dengan lembut pada Vina.


Semua hal berjalan seperti biasa setiap harinya, sampai suatu hari papa membawa kami pindah keluar kota. Kami pun terbang meninggalkan pulau Sumatra ke pulau Kalimantan tepatnya dikota T. Itu semua terjadi karena papa kena mutasi kerja.

__ADS_1


Papa bekerja sebagai mekanik alat berat disalah satu perusahaan pertambangan terbesar di Indonesia. Sedangkan mama seorang ibu rumah tangga.


Keluarga Vina hidup sederhana yang penting tidak sampai kekurangan walaupun tidak berlebih. Mama dan papa Vina bukan berasal dari keluarga yang berada. Tapi papa berhasil membuat orang-orang tercintanya bahagia tanpa pernah merasa kekurangan seperti masa kecilnya yang serba kekurangan.


__ADS_2