Mama Bukan Idola Vina

Mama Bukan Idola Vina
05 lebaran pertama


__ADS_3

Hari berganti,bulan berlalu. Tak terasa bulan Ramadhan sudah dijalani kembali.


Suasana berbeda ramadhan tahun ini. Semua punya goal masing-masing. Papa akan menjalani ramadhan pertamanya dengan keluarga barunya,istri baru tepatnya. Vina dan Vian pun dengan suasana bernada, ada suami baru mama.


Sejauh ini puasa berjalan normal saja, tidak ada yang istimewa selain keadaan yang baru dan tambahan orang baru tentunya. Tapi lebaran kali ini ada bu Ani, datang dari Tarakan. Adik mama datang untuk merayakan lebaran bersama kami disini.


Niat dan kenyataan tidak sejalan nyatanya. Maksud hati lebaran bersama saudara diperantauan guna mengurangi rindu akan kampung halaman. Tapi mamak punya goal yang lain, yaitu lebaran dikota S bersama suami baru dan keluarga besar suaminya. Pernikahan mama bukan pernikahan yang dirahasiakan, hanya saja tidak tercatat secara resmi karena status PNS sang suami.


Saat itu Vina pun turut serta ikut mama ke kota S. Hanya Vian saja yang tinggal dirumah dengan bu Ani beserta suami dan anaknya. Lilik adalah anak bu Ani yang masih berusia 11 bulan. Seminggu sebelum lebaran Vina dan mama juga suami barunya brangkat, karena alasan macet kalo sampai pergi diwaktu mepet lebaran.

__ADS_1


Dalam seminggu kurang dari hari H masih ada waktu untuk belanja beli baju baru dan bikin kue lebaran. Vina pergi dengan mama dan bu Tut ke pusat perbelanjaan di kota S siang hari, dan bikin kue bersama dimalam hari bersama-sama. Si Om punya tiga orang anak dari bu Tut. Mbak Ary, kak Dika, adik Rian. Mbak Ary kulian semester awal, kak Dika SMP, dan Rian masih 4 tahun lebih.


Kalau pergi belanja baju maka Vina dan Rian diajak. Akhirnya selasai semua persiapan lebaran, hari yang ditunggu pun tiba.


Lebaran sungkem ala tradisi jawi pun menjadi tontonan yang unik dimata Vina. Karena ini adalah kali pertama Vina melihat cara maaf-maafan yang panjang dengan diawali pembuka kata, dan ikut antrian panjang anak anak setelah urutan para orang tua selesai.


Tiga hari lebaran dikota S, tiba saatnya pulang ke kota B. Akhirnya bertemu kembali dengan Vian dan bu Ani sekeluarga. Pulang dengan membawa baju baru dan mainan baru untuk Vian. Sebenarnya mainan untuk dimainkan bersama karena memang harus dimainkan dua orang.


Bagi Vina dan Vian inilah kali pertama merasakan lebaran yang tidak berkesan. Tak ada yang istimewa, rasa canggung dengan kehadiran orang baru.

__ADS_1


Selama ini memang tak banyak hal yang berkesan saat momen lebaran. Karena memang lebih seringnya merasakan lebaran diperantauan.


#Apa yang paling diingat saat lebaran di masa kecil?


uang salam tempel yang menggoda, baju baru, dan aneka minuman bersoda.


kalau diKalimantan minuman bersoda sebagai suguhan yang umum saat bertamu. Dan selalu saya dan adik saya akan mengumpulkan uang angpau lebaran kami kemudian untuk membeli tas baru atau mainan baru dengan begitu barang itu terasa sangat berharga karna kami beli bukan dengan uang orang tua.


Bukanlah penulis hebat, hanya berusaha mengurangi beban berbagi pengalaman.

__ADS_1


Saya disini hanya berusaha menyampaikan apa yang saya rasa menurut usia, saya dan bukan sebagai penulis profesional.


Ini bagian dimana Vina mengartikan rasa,dan memahami apa yang sedang terjadi di antara kedua orang tuanya.


__ADS_2