
Dengan status mama yang baru maka banyak pula hal-hal yang baru. Tak banyak yang Vina tau soal kesepakatan mama papanya, hanya saat papa pindah cukup membawa tas baju saja.
Perabotan rumah tangga tidak ada yang dibawa papa ataupun dijual. Begitu pun motor bebek supra yang baru dibeli saat pindah ke kota B. Motor dipakai untuk antar jemput Vina dan Vian sekolah. Makanya papa tidak nempermasalahkan motor itu.
Vina anak yang pintar dia sangat suka mata pelajaran matematika. Belajar matematika sama papa sangat menyenangkan. Papa sangat sabar dalam menjelaskan dan selalu mengajari dengan telaten. Mendapat peringkat satu atau dua itu sudah biasa.
__ADS_1
Vina pernah dipilih menjadi peserta perwakilan sekolah untuk ikut lomba cerdas cermat. Pada hari H, lomba yang diadakan di gor dikota B. Vina berharap ada yang mengantarkan ke gor, karena memang tidak berani naik angkot sendiri. Vina selalu diantar jemput saat sekolah, kalau bepergian naik angkot pun selalu sama orang tua.
Tapi kenyataannya Vina gagal ikut lomba cerdas cermat, karena tidak bisa hadir di gor. Pada saat itu motor dipakai oleh si om. Mau naik angkot sendiri tidak berani, dan saat itu mama juga tidak mau menemani naik angkot karna malas. Jadilah Vina gagal ikut lomba.
Saat hari Minggu papa datang kerumah kontrakan maka Vina pun menceritakan kegagalannya ikut lomba. Padahal sang papa juga sangat senang saat diberi tau oleh Vina dia akan ikut lomba. Saat tau alasannya papa menegur mama karena hal itu, tapi mama malah membela suami barunya dan berkata "Dia kan bisa naik angkot, tapi dia aja yang gak mau berangkat!!".
__ADS_1
Keadaan Vian pun tak lebih beruntung, sang anak kesayangan mama bukan lagi anak kesayangan rupanya. Vian tak pernah lagi menggelayuti mama. Vian anak yang tidak pernah jauh dari ketiak mamanya sekarang mendapat saingan. Perlahan tapi pasti semua kebiasaan Vian bermanja ria dengan mama tak pernah lagi dilakukannya.
Mama sendiri sebagai istri ke-2 seorang abdi negara, yang terikat sumpah kerja dan kesepakatan antara si om, istri pertama, dan mama maka mama hanya diberi bagian beras jatah dari tunjangan pegawai negri sipil. Sedangkan gaji diberikan pada istri pertama. Kok bisa dari mana Vina tau, karna pernah bertanya pada mama saat mama sedang menampih beras. "Beras dari mana ini ma?", sambil menampih mama menjawab "ini beras jatah om !". Vina ber oooh ria, "trus mama gak dikasih gajinya om?". "Kalau gaji...kan untuk anak om yang di kota S", jawab mama.
Vina tidak ambil pusing, karena toh Vina tetap mendapat uang saku setiap hari untuk sekolah. Hari demi hari Vian dan Vina merasa seperti terabaikan, bukan karena terlantar. Tapi karena perhatian yang semakin terasa berkurang. Mama seolah sedang disibukan, dengan fokus menikmati kebahagiaan baru dalam pernikahan barunya. Karena dalam seminggu si om akan pulang, membagi waktu dengan istri pertamanya di kota S. Jika Senin sampai Jum'at si om akan ada di kota B, untuk kerja dan bersama mama. Maka sehabis selesai sholat Jum'at, dia akan pergi ke kota S. Itu hari libur kerja dan bersama istri pertama sampai hari Minggu siang. Dan Minggu siang si om akan bersiap untuk kembali ke kota B untuk dinas. Perjalanan antara kota B ke kota S, hanya menghabiskan waktu sekitar 3jam.
__ADS_1