
Banyak yang bilang kalau orang merantau ke Kalimantan dan minum air Kalimantan maka akan terikat batin dengan pulau ini.
Hmm...entahlah? Apakah itu fakta atau mitos sekalipun,memang disini sangat nyaman.Tinggal bermukim dengan orang yang statusnya sama-sama sebagai orang perantauan terasa kuat persaudaraannya. Yah kalau tinggal jauh dari saudara dan kampong halaman, maka tetangga terdekat dianggap seperti saudara.
Meskipun papa hanya 2 tahun saja dikota T ini. Karena pada saat krisis moneter tahun 1997, perusahaan mengadakan PHK dan mutasi secara skala besar. Papa kembali dimutasi dikota B. Memang masih diKalimantan, tapi pindah kota maka proses adaptasi ulang pun harus dilakukan.
Dikota B ini semua seperti mimpi buruk. Bukan karena kondisi ekonomi keluarga yang justru jadi sumber masalahnya. Vina yang masih kelas 5 SD pun, tak perna secara terang-terangan melihat orang tuanya bertengkar. Namun pada akhirnya mereka tetap merubah status mereka.
Papa mama bercerai, baik Vina dan Vian tidak tau pasti alasan orang dewasa itu berpisah. Tapi yang Vian atau Vina tau memang orang tuanya pisah kamar, pasca bercerai. Papa masih tinggal serumah dangan mama, dan dari pandangan orang luar yah ini *keluarga normal*.
__ADS_1
Semua masih sama seperti suami istri, yang anak-anak tau mama mereka masih masak untuk makan bersama, mama mencuci baju kerja papa. Tidur dikamar yang berbeda, hanya itu yang berubah. Masalah yang menyangkut anak-anak diatasi bersama, tapi urusan orang dewasa jadi milik pribadi masing-masing.
flashback
*Saat itu liburan sekolah semesteran, tiba-tiba kedua orangtua itu mengajak liburan. Tenggarong saat itu tujuan wisata kami. Tapi Vina dan Vian bukan melancong dengan orangtuanya, mengunjungi tempat-tempat wisata.
keluarga Vina dan Vian menginap dirumah milik krabat tetangga yaitu tante Wati, yang ada berada diTenggarong. Vina dan Vian bermain dengan anak-anak dari krabat tante Wati yang seusia Vina dan Vian. Mereka keponakan dari tante Wati. Tanpa Vina dan Vian ketahui ada urusan apa sebenarnya orangtuanya itu, mereka hanya pergi berdua mengurus urusan mereka saja.
flashback and
__ADS_1
Tidak banyak perubahan yang nampak dirumah kala itu. Hanya tiba-tiba mama mulai berteman dengan lawan jenis. Tak jarang temannya mama bertamu kerumah, bahkan papa ikut mengobrol seperti seorang teman. Papa terlihat biasa saja melihat teman mama berkunjung, ikut menyambut selayaknya tuan rumah kepada tamu.
Papa secara perlahan mulai memiliki jadwal baru. Kalau kerja kena shiff pagi, maka malamnya selapas sholat isya papa akan pergi ikut pengajian memperdalam pengetahuan agama pada ustadz yang dia kenal. Jika kerja kena shiff malam, maka selapas waktu ashar papa akan mengantar Vina dan Vian ikut TPQ.
Semua aktifitas berjalan seperti biasa, hingga sekitar 6bulan berlalu mama menikah lagi. Vina tidak tau sama sakali kapan mama nenikah,tapi yang pasti papa sudah tau status baru mama.
Vina hanya diberi penjelasan oleh mama kalau dia sudah menikah lagi tapi tidak secara resmi. Vina sebenarnya tidak begitu memahami," kak...om ini,sekarang sudah jadi suami mama ", hening sejanak. " Tapi mama menikah tidak secara resmi, karena om ini sudah punya istri di kota S", lanjutnya.
Vina memang tau kalau teman mama sudah punya istri dikota S. Dan om ini tinggal dikota B karna memang berdinas ditaman hutan lindung, dikecamatan pedalaman dikota B.
__ADS_1
"Tapi kak...mama sudah kenal dengan istrinya om, dan istrinya sudah mengizinkan om menikah lagi", ucap mama menjelaskan.
Sejak saat itu papa pun mulai pindah dari rumah kontrakan, dan memilih nge-kost sendiri. Seminggu sekali papa akan datang kekontrakan hanya sekedar melihat Vina dan Vian