
Setiap sore setelah ashar adalah waktunya Vina dan Vian mengaji al-qur'an di TPQ. Guru mengaji Vina dan Vian seorang gadis muda.
Setelah papa tidak tinggal bersama kami, ternyata papa pun mulai di carikan jodoh lagi oleh ustadz tempatnya memperdalam kefahaman agama.
Hingga suatu hari papa mengatakan akan menikah lagi,dan sang calon ibu sambung itu yah guru ngaji Vina dan Vian.
Pernah secara agak paksa, karna saat itu Vina kurang sehat masuk angin sepertinya. Tapi papa mengajak Vina bertamu kerumah ustadzah itu untuk lebih akrab dengan nya. Benar saja saat sampai dirumah ustadzah Vina muntah. Dan sang ustadzah pun menunjukan kepintarannya mengurus anak.
Sebulan kemudian setelah hari itu,tiba-tiba saat papa datang kerumah diakhir pekan membawa undangan. Undangan pernikahannya dengan ustadzah dan meminta secara khusus agar anaknya mau datang.
__ADS_1
Pada hari yang ditentukan Vina bertanya "Ma...hari ini kan acara nikahan papa,kita gak datang? kan kita diundang!", mama menghela samvil menjawab " Mama ga sanggup kalo liat papamu menikah sama orang lain, bagaimanapun kami perna bersama".Diam sejenak" Tapi kalau kamu mau datang kesana silahkan!" lanjutnya.
Kala itu pikiran Vina yang simpel karena memenag masih anak polos, merasa aneh."Kenapa mama ga mau datang, padahal kan selama ini walaupun sudah bercerai tidak pernah ada masalah. Bahkan papa tampak santai dan tetap berteman dengan suami baru mama. Aneh mama bisa menikah dengan santainya, tapi giliran papa yang mau nikah mama belum bisa legowo melihatnya" batin Vina.
Karena merasa tidak ada teman untuk pergi maka Vina pun tidak datang. Vian pun tampak acuh, tak ambil pusing.
Tanpa disadari ternyata sedikit demi sedikit hati Vina dan Vian mulai menabung rasa kesepian,kekecewaan,amarah,kebencial. Perasaan yang mulai bekecambah sedang tumbuh dan mengakar dalam hati merasa seperti bola yang dioper kesana kemari.
Orang tua yang telah berpisah itu sibuk dengan kehidupan baru mereka masing-masing. Dan pernikahan papa awal dari mulainya bendera permusuhan antara papa dan mama berkibar. Gesekan-gesekan yang terjadi mulai menimbulkan percikan-percikan api.
__ADS_1
Uang bulanan yang biasa papa alokasikan untuk Vina dan Vian mulai berkurang. Dengan uang simpanan mama memulai usaha kecil-kecilan. Mama menjual baju, yang dia beli dari grosir dipasar pagi Samarinda. Kemudian dijual dengan orang lain dengan cara bayar cicil 3x. Terkadang juga ada yang minta dibelikan tv, nanti bayarnya dicicil.
Istri pertama si om juga terkadang ikut membantu menemani mama belanja ke pasar pagi.
Mama akan berangkat ke Samarinda setiap dua minggu sekali. Dan sejauh ini usaha mama lancar saja.
Waktu yang terus berganti tak terasa mendekati bulan Ramadhan. Dan ini adalah bulan puasa pertama Vina dan Vian dengan anggota keluarga baru. Dan ini puasa kali pertama yang dirasakan Vina dan Vian dengan suasana baru.
Saat sahur tidak ada papa yang membangunkan dengan sabar lagi. Karena memang papa sudah tidak tinggal bersama Vina dan Vian.
__ADS_1
* Ini adalah pengalaman pertama saya menulis,pasti banyak bahasa atau penulisan , tanda baca tang tidak tepat. Mohon di maklumi dan silahkan koreksi. Saya akan usahakan perbaiki karna saya masih pemula yang masih belajar.