
...Adzan Subuh telah berkumandang, menyapa setiap manusia yang tidur untuk bangun dan melaksanakannya...
"Nes bangun, ayo sholat subuh"
"Hoaamm, iya mam, aku bangun" jawabku sambil mengeliat.
"Nita, de Aziz gih, bangun cepet kita solat."
"iya mam"
"Sekarang jam berapa teh?" tanya aziz
" Jam setengah 5 de, ayoo bangun". jawabku
"Iya, iya kita bangun"
Selesai salat, kami biasa berkumpul di kamar mama untuk mengaji bersama.
~Pagi hari~
Seorang wanita berusia 44 tahun duduk di sebuah kursi di halaman depan rumah untuk berjemur di pagi hari. wajahnya keriput tampak sayu dengan tatapan kosong tanpa makna. tubuh kurus itu tersandar lemas, sesekali ia memijat-mijat tangan dan kaki nya yang tanpak bengkak akibat penyakit jantung dan lambung yang di deritanya.
Ya itulah mama ku, wanita terhebatku, dengan segala kondisi yang ia miliki tanpa mengeluh sedikitpun.
__ADS_1
"Selamat Pagi mama" sapa ku ketika menghampiri mama dan memeluk mamaku di halaman depan rumah yang sedang berjemur.
Dari halaman depan rumah ini mama biasa berjemur, merasakan hangatnya sinar matahari pagi. Sebuah kehangatan yang mama harapkan bisa mengurangi rasa sakit yang di deritanya saat ini.
Dari halaman depan rumah ini pula mama bisa menghirup segarnya udara pagi, kesegaran yang mama harapkan dapat membersihkan dari rasa sakit dan kecewa.
"pagi" jawabnya sambil tersenyum kepadaku
"Mau makan apa hari ini?" tanyaku kepada mama.
Yaaa semenjak mama sakit, akulah yang menggantikan segala pekerjaan beliau, dari mulai beres-beres rumah, mencuci pakaian, mengurus adik-adik, membuat sarapan, dan sebagainya. Aku juga harus bersekolah dan mengurus segala keperluan mama dan adik-adiku.
"Makan sama telor ceplok aja" jawab mama kepadaku.
" engga mau, mama bosen makan itu terus."
"hemm baiklah, aku buatin sekarang" ucapku sambil tersenyum, lalu meninggalkannya untuk pergi ke dapur.
Kebetulan hari ini adalah hari libur sekolah, jadi aku sedikit santai mengerjakan pekerjaan rumah, dan mengurus adik-adiku.
~ Di dapur ~
Aku mengambil telur yang ada di kulkas untuk di masak, hari ini aku tidak hanya memasak telur, tetapi memasak capcay, telur ceplok, tempe dan tahu goreng buat sarapan aku dan adik-adiku.
__ADS_1
1 jam kemudian aku pun beres memasakan dan merapihkan makanan itu di meja makan, aku pun memanggil adik-adiku dan mama.
aku pun menghampiri mama yang berjalan ke arahku dengan pelan-pelan karena kaki nya bengkak. Aku mengambil makanan buat mama, dan kami pun sarapan bersama pada pagi itu.
Selesai makan mama kembali ke halaman depan rumah untuk melanjutkan berjemur. Ku dapati pandangan mama berkelana sepanjang koridor halaman rumah, entah apa yang ia pikirkan hingga melamun seperti itu.
Ku lanjutkan aktifitasku untuk membersihkan meja makan, membersihkan rumah, dan memcuci piring.
Kicauan burung yang terdengar di halaman depan rumah kami, telah mencuri perhatianku, alunan kicauan nya yang enak di dengar serasa memiliki arti tersendiri bagiku. Untuk sesaat, hilanglah rasa sesak di dada ini. Kupejam kan mata mengingat masa lalu.
Dan terbayang di pikiranku wajahnya, yang tiada sedikit aku lupakan. Begitu indah caranya tersenyum, cara nya berbicara, bahkan caranya tertawa, bercanda dan menasehati serasa begitu nyata.
Bagiku ia adalah mama yang sempurna, wanita terhebatku, malaikatku, wanita kuatku, dan segalanya bagiku.
1 Tahun lalu adalah masa-masa kebahagiaan bagi ku dan keluargaku. Waktu demi waktu kami habiskan dengan keceriaan.
Mama ku adalah seorang pekerja keras, taat beribadah, selalu membantu orang yang membutuhkan, sabar dengan apa yang di hadapinya dan pantang menyerah.
Dari Semenjak ayahku meninggal, mama menggantikan ayahku mencari uang dan mengurus rumah.
Dia selalu mengajarkan kami untuk tidak pantang menyerah untuk menggapai apa yang kami inginkan, dia mengajarkan kami untuk senantiasa berusaha, berdoa dan berserah diri kepada allah.
#Assalamualaikum teman-teman😊, mohon maaf apabila masih banyak kekurangan, karna aku baru pertama bikin novel, mohon kritik dan sarannya🙏 Terima kasih 😘
__ADS_1