Mama Kau Wanita Hebat

Mama Kau Wanita Hebat
Andai Hatiku Secerah Langit


__ADS_3

Pagi hari telah tiba, kami selalu menanti kabar perkembangan ayah kami yang tak kunjung ada perubahan.


Hari ini kami akan mengadakan pengajian di rumah kami, memohon kepada allah swt agar ayah di beri ke ajaiban untuk sembuh.


Uwa, bibi dan saudara-saudara ku sedang sibuk di dapur memasak dan menyiapkan hidangan untuk pengajian. Mama sedang mengaji dan berzikir di kamar, aku sedang menjaga adik-adik sambil membantu bibi ku membereskan ruang tengah.


[1/10 06.19] Ncl: Ku lihat siang itu, langit teramat sangat cerah, matahari bersinar sangat terik dan indah, suara kiacuan buru yang terbang di udara serasa melengkapi keindahan langit tersebut.


Aku terdiam di dekat jendela ruang tengah mengamati keindahan langit itu, aku berfikir andai hati ku bisa secerah dan se indah langit itu, pasti akan sangat menyenangkan.


"Masya allah langit sangat indah sekali, seperti akan ada pertanda baik." Ucap bibi yang tengah menghampiriku.


Aku menoleh kepada nya


"Emang kalau langit cerah akan ada sesuatu yang baik bi?" tanyaku kepada bibi


"Wallahu a'lam. Tapi mudah-mudah akan ada sesuatu yang baik dan kabar yang baik. Aamiin"


"Aamiin. Semoga kabar baiknya ayah bisa sembuh ya bi, biar bisa kumpul lagi dengan kita di sini." ucapku seraya tersenyum kepada bibi


"Aamiin ya allah. Kamu harus banyak-banyak berdoa ya."

__ADS_1


"Iya bi."


"Bibi ke dapur dulu ya, mau ngebantuin uwa dan bibi elin, teteg jagain adik-adik oke."


"Oke bi."


Bibi pun berlalu ke dapur.


Aku masih mengamati langit tersebut serta memuji indahnya ciptaan allah ini.


"masya allah,subhanallah, Masya allah, subhanllah, masya allah, subhanallah."Ucapku berulang-ulang kali.


Tiba-tiba teman Maen ku sarah menghampiriku


Yaaaa semenjak ayahku kecelakaan aku jarang sekali keluar rumah bahkan bisa di katakan tidak sama sekali, aku keluar hanya diam di depan halaman rumah, sekolah dan ngaji itu pun hanya sebentar, aku harus membantu mama ku menjagaa adik-adik, sehingga aku jarang keluar.


"Aku ada di rumah sar, aku bantuin uwa, bibi dan mama jagain adik-adik ku sar."


"Kirain aku kamu pergi."


"Enggak Sar."

__ADS_1


"Kenapa kamu ga bilang kalau selama ini kamu ada di rumah? aku sama teman-teman kan kan bisa main ke rumah kamu, nemenin kamu ngelewati masa-masa ini."


"Terimakasih sar, tapi aku ga mau merepotkan kalian, aku ga mau ngebebanin kalian semua."


"Kamu tidak merepotakan kita Nes, kita temen, kita sahabat, kita udah lama temenan, kamu harus berbagi dengan kami, jika kamu masih menganggap kami temen atau sahabat kamu."


Aku berteman dengan sarah dari sebelum aku masuk Tk dan sampai sekarang, walaupun aku dan sarah beda sekolah tapi kami selalu main bareng, karena dulu rumah sarah dan aku bersebelahan. tetapi sekarang sudah pindah dan lumayan aga jauh dari rumahku, walaupun rumah sarah sudah pindah, kami masih selalu main, aku, Sarah, Nisa, dan Nova. mereka adalah sahabat-sabatkuu.


"Maafin aku sar."


"Iya gapapa. Maafin kita juga karena kita ga ada di samping kamu kemaren."


"Iyah sar. makasih buat semuanya"


"Hemm. Nes kamu liat langit itu sangat cerah?"


"Iya dari tadi aku memandangi langit itu sar."


"Kamu tau langit itu kenapa bisa secerah itu?


"Mungkin emang hari ini tidak akan turun hujan jadi langit secerah itu."

__ADS_1


" Bukan. Tetapi Langit itu tersenyum karena kamu kamu anak yang kuat nes, kamu kuat menghadapi ini semua, kamu tetap tersenyum seperti langi itu walau hati mu sedang tidak baik."


"Andai hatiku bisa secerah langit itu sar, semua senyumku tidak ada kebohongan dan paati akan menyenangkan."


__ADS_2