
Saat itu mama sedang memasak banyak makanan dan sayur di dapur bersama uwa ku. Kebetulan hari itu ada pengajian di rumah ku untuk mendoakan ayah yang bekerja di luar negeri, Agar lancar dalam bekerja, sehat selalu, panjang umur dan selalu dalam lindungan allah.
Pada saat mama menuangkan sayur ke dalam wada, tiba-tiba wadah itu pecah akibat sayur itu masih terlalu panas. Mama kaget lalu menantap uwa ku dan bertanya.
Mama :" Teh Ada Apakah ini? (Mama biasa memanggil Uwa ku teteh, teteh adalah panggilan untuk kakak perempuan)
Uwa : " Ga ada apa-apa, mungkin sayurnya terlalu panas sehingga wada itu pecah."
Mama :" Teh Kok aku ga enak hati ya?"
Uwa : " Udah Jangan dipikirin, Lahaula Semoga tidak ada apa2."
Mama :" Iya teh Aamiin."
Namun Mama masih merasa tidak enak hati karna hal itu, dia takut terjadi sesuatu terhadap keluarga kita, (Ada mitos yang mengatakan kalau kita mendapati/ melihat benda-benda yang tiba-tiba pecah maka telah terjadi sesuatu yang buruk kepada keluarga kita). Mama berusaha mengabaikan apa yang terjadi saat itu, mama pun melanjutkan kembali aktivitas nya bersama uwa ku.
Setelah selesai memasak, Pengajian pun berlangsung di rumah ku yang di hadiri oleh ibu-ibu.
__ADS_1
2 jam kemudian pengajian pun Selesai, aku membantu mama dan uwa ku membereskan rumah, ketika kami sedang asik-asiknya membereskan rumah, tiba-tiba Hp Mama berdering tandanya ada panggilan masuk dari teman ayahku.
Aku mengambil Hp mama lalu ku berikan pada mama.
Mama mengangkat telepon itu lalu dia berbincang-bincang dengan teman ayahku. sesaat kemudian aku heran menatap mama yang terdiam dan berhamburan air mata ketika bertelepon. Setelah telepon itu di tutup mama langsung memeluk ku dan nangis sejadi-jadinya.
"Ada apa mam? kenapa mama tiba-tiba menangis gini? tanyaku kepada mama. Namun mama ku masih diam dan menangis. uwa yang mendengar mama menangis langsung menghampiri kami lalu bertanya.
"Ada apa yi? (uwa biasa memanggil mama dengan panggilan Rayi, Rayi adalah adik).
lalu mama langsung memeluk uwa dan nangis dan berkata.
"Suamimu kenapa yi?"
"Suamiku Kecelakan di sana teh"
"Innalilahi, Terus sekarng gimana keadaanya?"
__ADS_1
"Suamiku koma teh, dia di operasi teh kepalanya"
"Ya allah kenapa bisa gitu?"
"Suamiku mau menjemput Bos nya, ia membawa mobil dengan kecepatan lumayan tinggi karena takut Bos menunggu lama, namun tanpa di sadari ada orang yang mau menyebrang, ia kemudian membanting stir dan ia menambrak pohon lalu mobilnya kebalik."
" Ya allah..."
kami pun menangis sambil berpelukan, aku yang awalnya tak mengerti apapun, akhirnya menangis sejadi-jadinya. Tetangga yang di sebelah rumah kami mendatangi rumah kami karena ia mendengar kami menangis.
Tetangga kami bertanya kenapa kami menangis dengan histeri begini, lalu uwa ku menjelaskan semuanya, tetangga yang mendengarkan penjelasan dari uwa ku pun ikut meneteskan air mata lalu memeluku dan berkata.
"Yang sabar ya ini ujian, semoga kamu mama kamu di beri kekuatan dan ayahmu di beri keajaiban sembuh. aamiin."
Malam pun tiba, kami semua melaksankan solat malam bersama, memohon untuk di beri kesembuhan untuk ayahku, yang sekarang tengah berjuang antara hidup dan mati.
2 bulan pun berlalu, kami selalu memohon di sepertiga malam supaya ayah ku di beri kesembuhan, namun sampai detik ini pun belum ada perkembangan dari ayahku. kami terus mengubungi teman kerja ayah berharap ada perkembangan dari ayah namun sampai detik ini pun tidak ada. Mama ku sangat terpukul atas apa yang terjadi, ayahku di sana sedang berjuang tetapi kami tidak bisa berada di sampingnya untuk merawatnya karana ayahku di rawat di rumah sakit luar negeri. semenjak itu mama ku jadi pendiam, ia tidak lagi banyak biacara seperti biasanya, ia jadi sering melamun, makan pun ia harus kami paksa.
__ADS_1
Kami selalu menhubungi teman kerja ayah, dan berbicada kepada ayah untuk memberinya semangat supaya cepat sembuh, ya walaupun tidak ada jawaban sama sekali dari ayah, tetapi kami tidak putus asa, kami selalu berdoa dan bertelepon dengan nya berharap ia cepat sembuh.