
Hari ini tepat 3 Bulan ayah kami berbaring di rumah sakit tanpa daya. Ayah sudah 3 bulan tidak sadarkan diri, ia masih koma. Dan selama itu kami belum pernah bertemu dengan nya, kami hanya bisa mengirim doa dan menanyakan kabar nya lewat telepon. Kami bercakap panjang lebar dengan ayah yang tak pernah ada jawaban dari nya. Kami tidak berputus asa terutama mama ia selalu berdoa siang dan malam berharap ada sebuah keajaiban buat ayah karena ayah sudah berbaring selama itu. Kami ingin ayah kami sembuh dan bisa berkumpul lagi dengan kami semua di sini.
Siang hari mama akan pergi ke rumah Apih dari ayahku atau ayahnya ayahku untuk bersilaturahmi dan meminta doa kepadanya. Mama sudah lama tidak mengunjunginya semenjak sebelum ayah kecelakaan. Mama pergi ke rumah apih hanya mengajak aku dan kakakku, adik-adik ku mama titip kan kepada uwa halimah karena kalau mama mengajak semua adik-adik ku akan sangat merepotkan.
Sesampai nya di rumah Apih, kami di sambut oleh apih, uwa dan bibi bibi ku.
"Asalamulaikum." ucap mama, kakak dan aku
"Waalaikum salam. Wah si cantik dan si sulung datang." ucap apih kepadaku.
"Kalian sehat-sehat kan?" tanya apih, bibi dan uwa kepada aku dan kaka.
"Alhamdulillah, seperti yang kalian lihat."
__ADS_1
aku menyalami mereka semua, mereka semua memeluk dan mencium aku dan kakak ku.
Apih memeluk mama dan menyemangati nya untuk tetap semangat, sabar dan kuat untuk menghadapi ini semua.
Mama mengobrol dengan uwa, bibi dan apih di ruang tamu, apa yang mereka obrolkan tidak jauh dari perkembangan ayahku,kesehatan ayahku dan kesehatan mama dan kami. Aku di ajak pergi ke halaman belakang rumah apih oleh sepupuhku untuk melihat pemandangan kolecer/ kincir angin yang ada di gunung yang terlihat di halaman belakang rumah apih. Sepupuh ku bercerita panjang lebar mengenai kincir angin itu, dan sesekali aku tertawa mendengarkan apa yang di ceritakan sepupuhku. Mungkin ia ber maksud menghiburku agar aku tidak sedih dan melupakan apa yang tengah aku rasakan selama ini.
"Nesya, Alisa, ayu masuk makan dulu." Ucap bibi ku atau yang tepatnya mama nya alisa.
"Baik Bi."
Kami pun masuk ke rumah untuk makan bersama, di ruang makan semua keluarga sudah pada kumpul untuk makan bersama. Aku di suruh duduk bersama apih dan alisa, apih terlihat sangat perhatian kepadaku, ya mungkin karena aku jarang ke sini jadi ia sangat perhatian kepadaku.
"Nesa mau makan apa?" ucap apih kepadaku
__ADS_1
"Apa aja pih."
"Kamu mau pais ikan itu nes?"
Aku menganggukan kepala dan berkata dengan semangat
"Iya mau banget pi, itu makanan kesukaan aku dan ayah."
"Sit ambilkan pais ikan itu buat nesa."
Bi siti mengambilkan ikan itu untuk ku dan aku pun memakan nya, pada saat makan sedang berlangsung mama ku berkata.
"Nes hadiahin buat ayah ikan nya."
__ADS_1
"Iya mam. ayah nesa makan ikan kesukaan kita tapi sekarang cuma nesa aja yang makannya, nanti kalau ayah udah sembuh kita makan pais ikan ini barengan lagi, dan nesa janji ga akan kasih cucuk ikan nya kepiring ayah." ucapku.
Dan tanpa ku sadari semua orang tertuju kepadaku melihatku dengan mata berkaca-kaca. Mama ku sudah berhamburan air mata.