Mama Kau Wanita Hebat

Mama Kau Wanita Hebat
Keajaiban


__ADS_3

Bi tina yang duduk di dekat mama langsung memeluk mama dan mengusap usap punggung mama. Aku bingung melihat mama seperti itu dan melihat keluargaku yang tadi menatapku dengan mata berkaca kaca. Apakah aku salah berbicara tadi sehingga keluarga ku seperti itu.


"Apih kenapa mama nangis dan kenapa kalian terlihat sedih melihatku?"


"Mama mu tidak kenapa napa cantik, mama mu dan kami sangat merindukan ayah mu, itulah mengapa mama mu menangis dan kami melihatmu dengan seperti itu."


"Maafin nesya apih, nesa ga bermaksud buat kalian sedih, nesya juga merindukan ayah."


"Tidak apa apa nes. Ayah mu juga pasti sangat merindukan mu." Ucap apih sambil tersenyum kepadaku.


"Ayo kita lanjutin lagi makan nya." Ucap uwa tati kepada kami.


Kami pun melanjutkan makan kami yang tertunda. Ketika kami sedang asik menghabiskan makan kami, tiba-tiba ponsel mama berbunyi.


Drrrrrrrt........drrrrttttttt......drrrrrrrtttt......


mama dengan segera membawa ponsel tersebut dan mengangkatnya.


"Assalamualaikum Mas Hasan."


Sudah beberpa kali ini mama menjawab telepon om hasan dengan tenang, tidak seperti sebelumnya tang selalu melontarkan pertanyaan mengenai ayah tanpa jeda.


"Waalaikum salam. Rayi alhamdulillah rayi." jawab om hasan dengan suara yang tergesa-gesa bahagia.


"Alhamdulillah kenapa mas?"


"Pak Usman Sadar rayi, Alhamdulillah rayi ini sesuatu keajaiban."

__ADS_1


"Alhamdulillah hirobbil a'lamin. Sekarang bagaimana keadaanya?"


Ucap mama ku dengan nada bahagia dan berhamburan air mata karena bahagia.


"Beliau sedang di periksa oleh dokter rayi."


"Nanti saya hubungi lagi ya rayi. Assalamualaikum"


" Iya mas terimakasih. Waalaikum salam."


~ Prov LN ~


Om hasan duduk di kursi rumah sakit dekat ranjang ayahku sambil membaca koran.Cukup lama om hasan membaca koran, ia mendengar suara ayahku memanggil aziz walau dengan suara kurang jelas. Setelah beberapa kali om hasan mendengar ayahku memanggil nama aziz, ia putuskan untuk melirik ke ranjang ayahku, dannn alhamdulillah dengan kuasa allah ayahku telah sadar.


"Pak usmaaannnnnnnnnnnnnnnn." Ucap om hasan berlari menuju ranjang dan memeluk ayahku.


"Aku Hasan Teman mu. kau ini mentang mentang sudah tidur begitu lama jadi melupakan ku."


"Bagaimana keadaan mu?"


"kenapa kau ini menanyakan keadaan ku? keadaan ku baik-baik saja. Seharus nya aku yang menanyakan keadaan mu."


"Sebentar aku panggil dokter dulu."


"Dokter.....dokter.....dokterrr... Teman saya sudah sadar."


Dokter pun dengan cepat menghampiri kamar inap ayah dan langsung memeriksa ayahku.

__ADS_1


"Masya allah ini suatu mukjizat dari allah swt


Karena pasien yang mengalami koma lebih dari satu bulan memiliki resiko besar tidak akan pernah bangun lagi. Namun kondisi pak usman sangat baik. Dia sadar dengan keseluruhan stabil, baik sistem grak, respirasi, dan lain lainnya. Selamat. " Dokter menyalami tangan om hasan dan ayah.


Ayah di buat bingung dengan dokter dan om hasan, kenapa mereka semua bahagia seperti itu.


"Apa yang terjadi padaku?" ucap ayah.


"Kenapa aku bisa seperti ini? apa keluarga ku tau? dan kenapa mereka tidak ada di sini?"


Dokter di buat terkejut dengan pertanyaan ayah, kenapa dia bertanya seperti itu. Dokter menyuruh om hasan keluar untuk memeriksa ayah lebih lanjut.


Beberapa menit kemudian dokter keluar dari ruangan ayah ku.


"Bagaimana keadaan teman saya dok?"


"Mohon maaf pak hasan, sepertinya pak usman kehilangan ingatan karena benturan keras di kepalanya dan menyebabkan ia di operasi di kepalanya."


"Bagaimana ini dok?Apa bisa sembuh dok?"


"Bisa. Tapi pak usman harus di bawa kepada hal-hal yang pernah ia lakukan dulu sebelum kecelakan agar memori di ingatannya kembali pulih. Oh iya apakah pak hasan tau siapa itu aziz?"


"Aziz adalah anak bungsu pak usman yang masih kecil mungkin usianya sekitar 2 tahunan. Kenapa memangnya dok?"


"Pak usman hanya mengingat nama itu saja, dan mungkin ia hanya mengingat anak bungsu nya saja."


"Pantes aja ketika ia sadar tadi nama yang ia panggil adalah aziz."

__ADS_1


"Kalian yang sabar ya, banyak banyak berdoa supaya pak usman segera kembali ingatannya. saya permisi dulu."


__ADS_2