
"Zanna!" Teriak Vania sembari berlari mendekati Zanna, sedangkan yang di panggil hanya menoleh lalu melanjutkan kembali langkahnya menuju ke kelas.
"Ish, Zanna! Lo mah jahad dipanggilin juga dari tadi" kesal Vania, Zanna hanya menatap jengah sahabatnya itu.
"Berasa ngomong sama batu gue" gumam Vania yang dapat di dengar oleh Zanna.
"Ya, ga usah ngomong sama gue. Gitu aja kok ribet" jawab Zanna lalu berjalan meninggalkan Vania.
"Lo mah! Ngeselin!" Ucap Vania sembari menghentakkan kakinya kesal.
***
Sesampainya di kelas, Zanna segera menuju ke tempat duduknya yang berada di pojok kanan belakang. Setelah mendudukkan dirinya di bangkunya Zanna segera mengeluarkan Novel dan headsetnya. Ia membaca novel sembari mendengarkan musik melalui headset, Karna ia tau sebentar lagi akan ada yang mengomelinya.
"Zanna!" Teriak Vania membuat semua orang yang berada di kelas menatapnya --kecuali Zanna tentunya--. Vania tidak peduli akan hal itu dan menghampiri sahabatnya yang sedang membaca novel dengan headset di daun telingannya.
"Lo tuh ya, ga kasian sama gua apa?! Gua cape tau kejar-kejar lo! Bukannya berhenti malah lanjut jalan! Ngeselin lo mah, ihh! Kesel kesel kesel!" Omel Vania dengan wajah cemberutnya.
"Udah?" Tanya Zanna
"Udah!" Jawab Vania sembari mendudukkan dirinya Di bangku depan Zanna.
Kenapa Vania tidak duduk dengan Zanna? Karena Zanna menolak untuk duduk dengan Vania. Sehingga Vania harus duduk bersama teman lainnya.
Setelah Vania mendudukkan dirinya di bangkunya terdengar suara bel yang menandakan pelajaran akan segera di mulai..
***
Saat ini Zanna tengah berada di tempat yang jarang sekali murid-murid kunjungi, yup! Perpustakaan. Zanna ke perpustakaan bukan untuk membaca buku melainkan untuk menonton TV.
"Heh!" Ucap seseorang di belakang Zanna sembari menepuk bahunya.
"Ehh, ayam-ayam" kejut Zanna dengan gaya latahnya.
"Hahaha, sumpah lo lucu banget" ucap Kevlar sembari tertawa terbahak.
"Ihh, kak Kevlar!" Kesal Zanna dengan wajah cemberutnya
"Haha, maaf-maaf" ucap Kevlar sembari mengusap pucuk kepala Zanna. Sedangkan Zanna yang diperlakukan seperti itu hanya menunduk malu menyembunyikan rona merah di wajahnya.
Gila gila gila, ini beneran kak Kevlar?! Kok gua ngefly gini sihh?! Batin Zanna
"Ngapain disini? Ga ke kantin?" Tanya Kevlar
"Lagi ga mood ke kantin, pengennya disini" jawab Zanna
"Nih" ucap Kevlar sembari memberikan roti rasa coklat dan susu rasa Strawberry
"Ehh, buat gue, kak?" Tanya Zanna
"Bukan, buat mak ijah" ucap Kevlar
"Oh, kirain buat gua" ucap Zanna sembari menganggukkan kepalanya.
"Ya buat lo, lah cantikkk" ujar Kevlar gemesh dan dibalas kekehan dari Zanna
"Makan gih" suruh Kevlar yang dibalas anggukan oleh Zanna
"Mau kak?" Tanya Zanna dengan menyodorkan roti ke mulut Kevlar. Melihat itu Kevlar membuka mulutnya.
Zanna yang melihat itu langsung memasukkan roti yang di tangannya ke mulut Kevlar, lalu menyuapkan ke mulutnya sendiri. Saat sedang asik memakan roti dengan fokus ke TV, tiba-tiba Zanna merasakan usapan di ujung bibirnya. Ternyata pelakunya adalah Kevlar
"Ada selainya tadi" ucap Kevlar sembari menjilat jarinya yang terdapat selai strawberry itu
"Ihh jorok tau kak" ucap Zanna
"Manis kok" jawab Kevlar sembari tersenyum manis yang siapapun yang melihatnya pasti akan jatuh hati.
Gila gila gilaaaa ganteng banget cuii. Ga kuadd, aku ga kuadd. Huhu mama Batin Zanna
"Biasa aja kali mukanya. Gua ke kelas ya. Lo juga, udah mau masuk. Jangan bolos" ucap Kevlar sembari berdiri dari duduknya dan berjalan meninggalkan Zanna yang masih bengong akan sikap seniornya itu. Di ambang pintu, Kevlar berbalik dan mengucapkan dua kata yang mampu membuat jantung Zanna berdegub kencang.
Te quiero
***
Saat ini, Zanna sedang membaringkan tubuhnya sembari memainkan ponselnya di kedua tangannya yang diangkat tinggi-tinggi. Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dan itu membuat Zanna terkejut dan ponselnya jatuh tepat di dahinya.
"Awww" ucap Zanna sambil mengusap dahinya berharap rasa sakitnya akan berkurang.
__ADS_1
"Ahahaha, ******!" Ejek Aksa kepada adiknya itu
"Ish! Lo ngapain sih?! Ganggu tau gak? Kalo masuk kamar orang itu ketuk dulu!" Omel Zanna kepada Aksa
"Ish! Li ngipiin sih? Ginggi tii gi? Kili misik kimir iring iti kitik dili" ucap Aksa meniru ucapan adiknya itu dengan bibir di monyong-monyongkan
"Setand!" Umpat Zanna sedikit berteriak
"Adek! Ngomongnya!" Omel Dira
"Haha, ****** kena omel mama" ejek Aksa (lagi)
"Ck, ngapain sih?" Tanya Zanna ga Dante
"Temenin gua keluar yuk" pinta Aksa
"Ga, males" jawab Zanna
"Ihh, Ayo" rengek Aksa
"Gamau"
"Ayo, ish! Urgent"
"Bodoamat"
"Beliin es krim deh"
"Ga peduli"
"Beliin martabak"
"Gapengen"
"Beliin album sama lightstick deh"
"Oke, setujuuuu!"
Ck, abis dah duit gua Batin Aksa
***
"Skuy!" Ajak Aksa sembari menarik pergelangan tangan Zanna masuk ke dalam mall.
Melihat itu Zanna hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah kakak ya
"Mau cari apaan sih, kak?" Tanya Zanna
"Ga cari apa-apa sihh, hehe" ucap Aksa
"Ya terus, ngapain kesini?" Tanya zanna Yang masih tidak paham dengan pemikiran kakaknya
"Ya jalan aja gitu" jawab Aksa
"Jalan sendiri kan juga bisa" ucap Zanna
"Ya elah, dek. Kalo gua sendiri, keliatan banget jomblonya" ucap Aksa dengan wajah masamnya
"Lo kan emang jomblo. Akuin aja kali"
Mendengar itu wajah Aksa tambah masam sedangkan Zanna tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi kakaknya itu.
Saat ini, Zanna dan Aksa sedang berada di mcd untuk makan malam. Mereka makan dengan tenang. Setelah selesai mereka keluar dan berjalan berkeliling.
"Kak! Belanja yuk!" Ajak Zanna
"Ck, males. Lo kan lama kalo belanja" Tilak Aksa
"Ihh, engga. Ayo lahh" rengek Zanna
Jika Zanna sudah memohon seperti itu, sulit bagi Aksa untuk menolak keinginan adiknya itu. Melihat Aksa menganggukkan kepalanya dua kali membuat Zanna tersenyum senang dan segera menarik tangan kakaknya itu menuju ke salah satu toko baju.
Setelah kurang lebih dua jam, Zanna dan Aksa keluar dari toko itu dengan menenteng plastik yang berisi baju yang baru mereka beli.
"Kemana lagi?" Tanya Aksa
"Umm, photobox gimana?"
"Boleh"
__ADS_1
Mereka berdua berpose layaknya couple goals. Bahkan banyak yang mengira jika mereka adalah sepasang kekasih.
Setelah merasa puas, mereka segera menuju ke parkiran dan melaju pulang ke rumah.
***
Hari ini, adalah hari Minggu. Hari yang paling disukai oleh kebanyakan masyarakat, karena bisa mengistirahatkan pikiran. Di saat yang lainnya masih tertidur pulas di ranjangnya, berbeda dengan Zanna. Sekarang, ia sudah siap dengan pakaian olahraganya. Pagi ini, Zanna berniat untuk jogging di sekitar perumahan tempat tinggalnya.Setelah pamit kepada mamanya, Zanna segera berlari dengan headset di daun telinganya.
Peluh mulai membanjiri wajah Zanna. Karena ia merasakan lelah juga, akhirnya ia berjalan menuju ke taman yang tidak sengaja ia lewati. Melihat pohon rindang dan jauh Dari keramaian, Zanna segera mengistirahatkan tubuhnya sembari menutup matanya merasakan udara sejuk pagi ini.
Saat sedang menikmati sejuknya udara pagi ini, tiba-tiba Zanna merasakan sensasi dingin di pipi kanannya. Ternyata Keano yang melakukan itu. Zanna yang merasakan dingin di pipi kanannya itu, sontak membuka kelopak matanya.
"Nih" ucap Keano sembari memberikan air mineral dingin
Keano. Keano Mahardika. Cowok manis dengan lesung pipi di kedua pipinya dan gigi gingsulnya. Keano adalah salah satu sahabat Kevlar. Keano seumuran dengan Zanna, namun karena otak cerdasnya itu ia menjadi kakak kelas Zanna. Keano adalah cowok cuek terhadap perempuan. Namun entah mengapa sikapnya ini, membuat Zanna terheran-heran.
"Keano? Lo beneran Keano?" Tanya Zanna dengan kening berkerut. Keano yang mendengar pertanyaan itu hanya berdehem mengiyakan sembari menganggukkan kepalanya. Melihat itu, Zanna segera mengambil air mineral yang di tangan Keano.
"Thanks" gumam Zanna
"Jogging juga?" Tanya Zanna
"Iya"
"Emm, emang rumah lo dimana?" Tanya Zanna
"Perumahan sini juga. Jalan anggrek, blok C nomor 34"
"Lah, deket rumah gua berarti ya" gumam Zanna yang masih dapat di dengan oleh Keano.
Setelah percakapan singkat itu, Keheningan melanda mereka. Zanna maupun Keano sama-sama diam.
"Gue mau ngomong sama lo" ucap Keano akhirnya setelah keheningan melanda mereka.
"Itu juga ngomong" gumam Zanna yang di dengar Keano
"Ck, beda"
"Apaan?" Tanya Zanna akhirnya
"Itu, anu, gu-gue" ucap Keano terbata-bata.
"Gue, gue suka sama lo" ucap Keano akhirnya.
"Hah?" Ucap Zanna mendadak tuli
***
Tak terasa hari Minggu telah usai. Hari ini, hari dimana semua masyarakat --kecuali balita tentunya-- menyiapkan keperluan mereka untuk aktivitas hari ini. Begitu juga dengan Zanna. Pagi ini, ia segera bergegas menuju ke sekolahnya. Karena hari ini Zanna bangun kesiangan karena semalam ia maraton drakor. Karena menurut Zanna, jika tidak di selesaikan itu akan terbayang-bayang atau penasaran. Oleh karena itu, Zanna menyelesaikan drakornya semalam. Ia tidur pukul 2.48 dini hari.
"Ma! Zanna berangkat dulu! Assalamulaikum!" Pamit Zanna sedikit berteriak sambil berlari ke pintu utama.
Saat di tengah jalan, tiba-tiba mobil Zanna mogok. Ternyata, mobil Zanna kehabisan bensin.
"Ya elah, kenapa mesti pas lagi buru-buru sihh?!" Ucap Zanna frustasi
Saat sedang bingung harus ia apakan mobilnya. Tiba-tiba sebuah motor matic berhenti di depan mobil Zanna.
"Kenapa lo? Telat juga?" Tanya Kevlar sembari membuka kaca helmnya.
"Ck,iya!" Ucap Zanna kesal
"Bareng gua aja Ayo!" Ajak Kevlar
"Kalo gua bareng lo. Mobil gua gimana?!" Tanya Zanna frustasi
"Ck, udah gua telponin bengkel" ucap Kevlar
"Bener ya? Ngga lo jual kan?" Tanya Zanna kembali
"Iya, Kaga elah" ucap Kevlar
"Yaudah ayo" lanjut Kevlar
Zanna segera menaiki motor matic milik Kevlar. Dengan segera motor matic Kevlar melaju menuju sekolahan meninggalkan mobil Zanna yang terletak di pinggir jalan.
***
Sekitar 8 menit kemudian Kevlar dan Zanna telah sampai di sekolahnya --SMA Taruna Bangsa--. Namun naas, saat mereka telah sampai di sekolahnya. Upacara telah berlangsung. Itu artinya Zanna dan Kevlar telat masuk ke sekolah. Alhasil, Zanna dan Kevlar berada di lapangan yang paling panas diantara yang lainnya.
__ADS_1