Mantanku Suamiku --On Going--

Mantanku Suamiku --On Going--
Tiga


__ADS_3

Saat ini, Zanna dan Kevlar sedang menjalankan hukumannya yaitu hormat ke bendera kebanggaan negara. Saat sedang sibuk fokus memandang bendera yang berkibar di ujung tiang, suara Kevlar memecah keheningan


"Kok lo ga pingsan sih, Na?" Tanya Kevlar heran


"Ck, gua bukan cewe lemah" ucap Zanna kesal


"Tapi ya, kalo gua baca di novel-novel kakak gua pasti kalo si cewek di hukum terus pingsan tuh. Nah, si cowok nanti nolongin terus di gendong bridal style ke uks"


"Please, ini kehidupan nyata. Bukan dunia khayalan author" ucap Zanna


"Ya kali aja gitu kan, lo pingsan terus gua gendong bridal style ke uks. Nah kan, nanti lo jadi pemes" jelas Kevlar


Zanna tidak menggubris apa yang di ucapkan oleh Kevlar. Ia hanya fokus kepada hukumannya, sesekali ia melirik jam tangan yang melingkar manis di pergelangan tangan kiri Zanna. 4 menit. 4 menit lagi, hukumannya Zanna akan usai.


Akhirnya bel pergantian jam berbunyi dan itu juga menandakan bahwa hukuman Zanna dan Kevlar selesai. Zanna segera menuju ke kelasnya -- XI MIPA 2-- sedangkan Kevlar ia ke berjalan ke kelasnya -- XII MIPA 5--


Saat Kevlar berada di ujung koridor, ia berbalik


"Zanna! Belajarnya yang rajin ya! Biar nanti anak-anak kita pinter kaya ibunya! Semangatt!" Ucap Kevlar sedikit berteriak.


Alhasil beberapa murid yang berada di koridor menghentikan aktivitas mereka dan beralih menatap Kevlar. Sedangkan Zanna ia hanya geleng-geleng kepala mendengar itu dan berjalan cepat menuju kelasnya.


***


"Tumben telat?" Tanya Vania saat Zanna mendudukkan dirinya di bangku miliknya.


"Biasa" jawab Zanna singkat


Sedangkan Vania hanya ber'oh'ria. Tak berapa lama guru pun masuk ke kelas dan mengajar.


***


Saat ini Zanna berjalan menuju ke halte dekat sekolahnya. Dia menunggu bis ditemani dengan temannya yang dari kelas sebelah. Fabricia. Fabricia Rosalie. Anak jurusan ips. Fabricia atau yang kerap di panggil Cia itu adalah anak blesteran turunan kanada-indonesia. So, kalian bisa bayangin lah gimana si Cia ini.


"Tumben naik bus, Na?" Tanya Via


"Iya nih, mobil gua di bengkel." Balas Zanna


Tak terasa, kini hanya Zanna yang berada di halte itu. Hanya beberapa murid yang masih di sana. Zanna bingung, mengapa mencari bus yang jalur kerumahnya sulit sekali? Bagaimana dengan Cia? Cia baru saja di jemput oleh supir pribadi keluarganya.


Tau gini, tadi gua nebeng Vania. Batin Zanna


"Naik, gua anterin" kata Keano


"Dih, ogah" tolak Zanna


"Ck, buruan" kata Keano


"Gamau" tolak Zanna --lagi--


Melihat Zanna yang tetap pada pendiriannya, Keano segera melepaskan helmnya dan turun dari motor gedenya lalu berjalan menghampiri Zanna. Keano segera menggendong Zanna bridal style lalu berjalan ke motornya dan segera mendudukkan dirinya lalu melaju meninggalkan halte.


"Keano turunin gua! Lo mau culik gua ya!" Ucap Zanna sembari berteriak


"Diem" bentak Keano. Zanna yang di bentak hanya diam dan menundukkan kepalanya menyembunyikan bulir air mata yang akan jatuh. Zanna itu cewek yang tidak bisa di bentak. Maka, jika Zanna di bentak sedikit dia akan menangis.


***


Tak lama dari kejadian tadi, Keano dan Zanna tiba di sebuah taman. Dengan keadaan Zanna yang masih menundukkan kepalanya. Tiba-tiba tangan Keano memegang pergelangan tangan Zanna dan menarik lembut agar duduk di salah satu kursi yang di sediakan oleh taman tersebut.


"Jangan nangis, gua minta maaf" ucap Keano merasa bersalah. Ya, Keano tau jika Zanna menangis karna selama perjalanan bahu Zanna bergetar. Mendengar itu Zanna segera menghapus air matanya dan menatap tajam Keano.


"Mau lo apa, sih?" Tanya Zanna


"Jawaban"


"Gua ga bisa" lirih Zanna


"Kenapa" tanya Keano


"Gua ga bisa, maaf" ucap Zanna dan kembali menangis


"Iya, kenapa?" Tanya Keano --lagi--

__ADS_1


*Flashback


Saat ini, Zanna dan Vania sedang berada di kantin. Sembari menunggu bel berbunyi Vania bercerita kepada Zanna.


"Na, gua kayanya suka sama Keano deh" ucap Vania yang mampu membuat Zanna kaget setengah ******


"Beneran" tanya Zanna meyakinkan


"Iya"


"Ga tau sejak kapan gua suka sama dia, bodoh ya gua Na, baru nyadar kalo gua cinta sama dia" lanjut Vania


*Flashback off


Karna sahabat gua, suka sama lo Batin Zanna


Zanna hanya menggelengkan kepalanya dan terus menangis. Keano yang tak tega melihat Zanna menangis, ia segera menarik Zanna dan memeluknya sembari mengelus rambutnya.


"Maaf. Maaf, gua ga bisa" lirih Zanna di sela-sela menangisnya


"Shhh, gapapa" ucap Keano menenangkan.


Dirasa Zanna sudah cukup tenang, Keano segera mengantar Zanna pulang kerumahnya. Saat perjalanan menuju kerumah Zanna. Mereka berdua bungkam, baik Zanna maupun Keano memilih diam. Tak terasa, kini mereka berdua sudah tiba di depan rumah Zanna.


"Makasih" ucap Zanna kepada Keano masih dengan menundukkan kepalanya


"Iya, masuk gih. Jangan nangis lagi. Maaf tadi gua ga bermaksud ngebentak lo"


"Gua pulang" lanjut Keano


"Emm iya, hati-hati" ucap Zanna


***


Empat bulan telah berlalu semenjak kejadian Keano membentak Zanna. Saat ini Kevlar dan teman-temannya sedang melaksanakan ujian nasional. Oleh karena itu, Kelas X dan XI diliburkan untuk sementara.


Disaat yang lainnya asik berlibur menikmati hari liburnya berbeda dengan Zanna yang ia lakukan tidak jauh dari rebahan, makan, mandi, marathon drakor, dan baca novel. Hari ini hari ketiga hari liburnya. Itu tandanya, besok adalah hari libur terakhirnya. Ia tidak sabar menantikan hari dimana ia akan berangkat ke sekolah lagi. Ia sangat rindu dengan teman-temannya terutama sahabatnya Vania. Ia juga rindu jajanan kantin sekolahnya. Oh dan jangan lupakan omelan guru saat mengajar di kelas.


Saat sedang asik menghayal dimana ia bertemu dengan Vania, ponsel Zanna bergetar. Tangan mungilnya merogoh sakunya dan mengambil ponselnya. Terdapat dua pesan dari teman sekelasnya


Na, td w ktmu Kevlar


Ktnya bsk u d ajk ktemuan d tmn dkt sklh jam 3 sre


Masyaallah lu ngetik apaan si, Fa?! Batin Zanna


Nana:


Iya, mksh.


read


Setelah membalas pesan Daffa, otak kecilnya kembali berpikir. Hati kecilnya pun ikut bertanya-tanya untuk apa Kevlar mengajaknya ketemuan? Apakah ia punya salah?


Berbagai pertanyaan memenuhi isi kepala Zanna. Karena terlalu banyak berpikir, akhirnya ia memutuskan keluar untuk berjalan-jalan hanya untuk mencari udara segar. Berjalan tak tentu arah membuat Zanna merasa letih, akhirnya ia berbelok menuju minimarket ia masuk dan membeli air mineral dan beberapa cemilan. Ia duduk di bangku yang di sediakan oleh minimarket. Pulang terlambat sebentar gapapa lah Pikirnya.


Lagian dirumah gaada orang lanjut batinnya


Ia meminum air mineralnya sembari memperhatikan kendaraan yang sesekali lewat di depan minimarket tersebut. Karena terlalu fokus memperhatikan mobil yang barusan lewat, Zanna tak sadar jika bangku di sampingnya telah di isi oleh seseorang.


"Woy! Serius amat" teriak Daffa mengejutkan Zanna


"Ish! Daffa!" Kesal Zanna


"Paan?"


"Ngagetin" jawaban Zanna tidak dihiraukan oleh Daffa.


"Sendirian aja, ketauan banget kalo jomblo" ejek Daffa


"Sialan" umpat Zanna


" Lo ngapain di sini?" Tanya Zanna

__ADS_1


"Abis futsal, sekalian mampir kesini beli minum eh ketemu lo mana sendirian bengong lagi" jelas Daffa


"Mikirin apa sih?" Lanjut Daffa


"Gaada"


"Dih, yaudah kalo ga mau cerita. Gua balik ya, udah sore bye" pamit Daffa sembari meninggalkan Zanna yang masih terdiam mencerna apa yang barusan terjadi


"Lah sejak kapan Daffa main futsal? Bukannya dia sukannya main Basket ya?" Gumam Zanna


"Lah, ngapain gua mikirin Daffa? Dih" ucap Zanna sembari menggelengkan kepalanya dan segera beranjak meninggalkan minimarket tersebut.


***


Tak terasa hari ini adalah hari libur terakhir. Yang itu artinya hari ini adalah hari dimana Zanna dan Kevlar akan bertemu.


"Aishhh! Bosen" teriak Zanna sambil guling-guling di atas kasur.


"Gua masih punya uang berapa ya?" gumam Zanna


Lalu ia beranjak dari kasurnya dan membuka laci mejanya untuk mengecek total uang yang ia miliki.


"Yahh masa tinggal lima juta sihh" gumam Zanna sedih


"Gapapa lah, emm belanja aja gimana ya? Lagian persediaan sabun sama sampo udah mau abis"


Akhirnya, Zanna memutuskan untuk berbelanja. Ia segera mengganti pakaiannya yang dirasa cukup pantas untuk ia kenakan.


Menempuh waktu kurang lebih satu jam akhirnya, Zanna sampai di tujuan yaitu mall yang letaknya tak jauh dan tak dekat dari rumah Zanna. Berjam-jam Zanna berada di mall itu namun ia belum juga terlihat akan meninggalkan mall tersebut. Saat membuka ponselnya ia terkejut. Saat ini waktu menunjukkan pukul 2.47 pm itu artinya 13 menit lagi adalah waktu yang sudah di tentukan Kevlar untuk bertemu di taman. Tak membuang waktu lagi, Zanna segera keluar dari mall dan segera melaju menuju taman yang di maksud.


***


Zanna berlari menelusuri taman seperti orang kesetanan. Tidak peduli jika ia diperhatikan oleh orang-orang sekitar. Yang ia pikirkan sekarang adalah cepat bertemu dengan Kevlar. Jauh di dalam hatinya ia merindukan pria berkacamata itu.


Melihat seseorang yang ia rindukan duduk di kursi depan ia berdiri, ia segera menghampirinya dan duduk disampingnya sembari mengatur nafasnya yang tersengal-sengal sedangkan Kevlar hanya meliriknya.


"Telat dua menit 21 detik" gumam Kevlar sembari melihat jam yang berada di tangan kirinya.


"Huh... Huh.. maap, gua lupa" jawab Zanna dengan nafas yang masih ngos-ngosan


"Kenapa" lanjut Zanna


"Ga"


"Huftt... Tau gitu tadi gua ga kesini" ucap Zanna lalu ia berdiri berniat meninggalkan Kevlar


Kevlar yang melihat itu ia mencekal pergelangan tangan kiri Zanna dan menariknya sedikit kasar. Akibat dari tarikan itu, Zanna duduk tepat disamping Kevlar. Bahkan wajah mereka berdua dekat, tidak, sangat dekat. Keduanya sama-sama diam sembari menatap tepat manik matanya. Empat detik kemudian Zanna tersadar dan ia segera memalingkan wajahnya apapun itu yang penting bukan wajah Kevlar. Kevlar berdehem bermaksud untuk memecahkan kecanggungan yang tercipta.


"Gimana kabar lo?" Tanya Kevlar mengawali pembicaraan


"Baik, lo?"


"Seperti yang lo liat, baik, tapi ga terlalu baik" jawab Kevlar


"Lah, kenapa" tanya Zanna


"Karena belakangan ini gua ga liat lo" lirih Kevlar. Zanna yang mendengar itu tersipu malu.


Ya Allah mama, ini jantung Zanna kenapa huhu kok jedug-jedug? Batin Zanna sambil memegang dada kirinya dimana letak jantungnya berada


"Na, lo tau?" Tanya Kevlar lagi-lagi memecah keheningan


"Ga"


"Huft... Lo tau, belakangan ini kita ga ketemu. Gua, gua, gua kangen lo. Gua tau kita baru akrab belakangan ini, tapi gua ga bisa mendem rasa ini terus. Emm, lo, lo mau ga jadi pacar gua?" Ucap Kevlar terbata-bata sembari tersipu


"Pftt... Hahahaha sumpah, hahaha muka Lo hahaha" tawa Zanna meledak setelah Kevlar selesai mengucapkan kalimatnya


"Ck, lo mah, ngerusak suasana" kesal Kevlar


"Hahahaha, maap, maap. Tadi apa?" Tanya Zanna sambil mengusap air mata di ujung matanya.


"Hahhh, Lo mau jadi pacar gua?" Tanya Kevlar dengan mimik muka yang serius

__ADS_1


"Hah?"


__ADS_2