Mantanku Suamiku --On Going--

Mantanku Suamiku --On Going--
Tujuh


__ADS_3

Tet tet tet


Bel istirahat pertama terdengar, sebagian besar penghuni XI MIPA 2 berucap syukur karna terlepas dari mapel matematika.


"Baik. Kita akhiri pertemuan hari ini. Jangan lupa tugas yang saya berikan minggu depan sudah harus selesai. Sukses buat kalian semua. Have a nice day. Selamat pagi" ucap Pak Sam lalu keluar meninggalkan kelas


"Gila ya, guru yang bikin jadwal ga kasian apa sama kita masa satu hari hampir semua mapel isinya itung-itungan" dumel Dian sembari merapikan buku yang berserakan di meja.


"Duluan yak Na, Van. Doi udah nunggu di depan" ucap Dian lalu meninggalkan Vania dan Zanna. Dian memang memiliki pacar dari kelas sebelah dan Dio -pacar Dian- itu badboy. Walaupun Dian tau Dio badboy namun dia tidak peduli selama itu masih wajar.


"Enak ya, kalo punya doi?" Celetuk Vania


"Mungkin" jawab Zanna ragu


"Mungkin? Oia kalo dipikir-pikir diantara kita bertiga gue doang ya yang jomblo" ucap Vania sedih


"Kapan yak doi noice gue" lanjutnya


"Gimana mau di notice orang lonya aja ga ngelakuin apa-apa" ujar Zanna


"Iya juga ya" ucap Vania sembari menggaruk pipi kanannya yang tidak gatal


"Udah ah kantin yuk" ajak Vania sembari menggandeng tangan Zanna


Ya kalian tauu lah suasana saat istirahat. Dimanapun itu pasti ramai. Tapi yang paling ramai ya satu, yaitu kantin.

__ADS_1


Saat dekat dengan kantin Vania dan Zanna berbagi tugas. Zanna membeli makanan dan Vania membeli minuman. Vania dan Zanna sepakat ingin makan bakso mang Supri.


Setibanya dikantin mereka berpisah dan membeli apa yang tadi sudah disepakati.


Zanna selesai memesan terlebih dahulu. Oleh karena itu, ia segera mencari tempat untuk mereka makan. Lumayan lama mencari tempat. Akhirnya, Zanna menemukan tempat yang letaknya lumayan di tengah. Tak lama kemudian Vania datang dengan jus alpukat untuknya dan sebotol air mineral untuk Zanna.


"Makasih ya" ucap Zanna setelah ia mendapatkan air mineral


"Hm. Makasih juga" ucap Vania


Belum berapa lama Zanna memakan bakso mang Supri. Tiba-tiba ada lengan yang bertengger dipundaknya.


"Enak ya?" Bisik seseorang tepat telinga Zanna bahkan nafas hangat orang tersebut dapat dirasakan oleh Zanna.


"Astagfirullah" ucap Zanna terkejut begitu mengetahui Kevlarlah yang duduk disampingnya


"Mau?" Tanya Zanna sembari menyodorkan garpu yang sudah tertusuk bakso. Bukannya menjawab Kevlar malah membuka mulutnya.


Zanna yang melihat itu segera memasukkan tusukan bakso kedalam mulut Kevlar. Begitu terus hingga bakso habis.


Sedangkan Vania ia hanya mengaduk-aduk mangkok berisi bakso tersebut guna menghilangkan rasa gugupnya karna kusi sebelah kanannya ditempati oleh Keano. Yang notabene adalah orang yang ia sukai


"Makan" ucap Keano kepada Vania


"A- oh iya" jawab Vania gugup

__ADS_1


Decakan terdengar dari mulut Keano dan segera merebut mangkok berisikan bakso milik Vania


"Buka" ucap Keano


"Heung?" Tanya Vania bingung


"Buka mulut lo" ucap Keano memperjelas. Vania hanya menurut dan Keano menyuapi Vania dengan hati-hati karna jujur ini pertama kalinya ia menyuapi seseorang.


"Apa harus disuapin dulu baru lo mau makan?" Tanya Keano ketus. Vania tak menjawab ia sibuk mengunyah bakso yang berada di dalam mulutnya.


"Ck." Decakan Keano kembali terdengar


"Gimana Vania mau jawab, orang dia lagi makan" ucap Zanna


"Ck, ****" celetuk Kevlar yang dihadiahi cubitan dari Zanna dan pelototan dari Keano.


"Aw aw aw sakit ih lepasin. Tu mata juga keluar ae ntar tau rasa" gerutu Kevlar


"Lagian kalian berdua ngapain disini sih?" Tanya Zanna


"Mau ketemu ayang mbeb dongg" ucap Kevlar dengan suara yang di imut-imut kan.


Vania yang mendengar ucapan Kevlar barusan langsung tersedak dan dengan sigap Keano mengambil jus alpukat dan memberikannya kepada Vania.


"Cih. Lebay. Anak siapa sih kamu?" Tanya Zanna sinis

__ADS_1


"Aku? Aku anak kedua dari mama Sarah dan papa Fajrin" ucap Kevlar dibuat buat


Sedangkan Zanna, Vania, dan Keano hanya memandang sinis ke arah Kevlar.


__ADS_2