Mantanku Suamiku --On Going--

Mantanku Suamiku --On Going--
Empat


__ADS_3

"Hah?!" Teriak Zanna


"Ck, serius dikit napa" kesal Kevlar tetapi wajahnya masih merona karena mengucapkan hal yang membuatnya sedikit malu


"Gua serius nih, tapi tadi lo bercanda kan?" Tanya Zanna memastikan.


"Sabar sabar, ga boleh ngumpat" ujar Kevlar sembari mengelus-elus dadanya lalu tersenyum semanis mungkin.


"Gua serius, oke gua ulang" lanjutnya dengan mimik muka serius


"Zanna, listen. Lo tau kan, beberapa menit yang lalu gua ungkapin perasaan gua ke lo. Iya, gua tau. Ini pasti emang di luar ekspektasi lo, sama gua juga. Gua ga butuh jawaban lo sekarang. Gua cuma pengen lo tau, kalo perasaan gua ke lo itu lebih dari senior junior. Lo tau? Pertama kali liat lo tuh gua udah tertarik. Ya, walaupun lo dulu cueknya ga ketulungan. Tapi sekarang gua seneng loh, bisa deket, ngobrol, bercanda, bahkan hangout sama lo. Itu bener-bener di luar ekspektasi gua. Padahal gua sempet minder loh, waktu lo deket sama Yusuf. Secara kan Yusuf itu gantengnya bikin cowo-cowo macem gua iri, sedangkan muka gua pas-pasan. Gua kaget pas tau lo cuekin Yusuf dan malah ngerespon gua. Saat itu gua bener-bener seneng. Bahkan gua ngira 'ini pasti mimpi' dari situ gua makin berani ngedeketin lo. Lo tau, dari sekian banyaknya perempuan yang pernah gua temuin lo itu yang paling beda. Lo ga mempan di godain, lo cuek sama penampilan lo. Ga pake dempul sama gincu yang notabenenya andalan perempuan dimanapun mereka berada.


Duh, kebanyakan ngomong kan gua ih. Sampe lupa kan tadi mau ngomong apa. Oh, iya. Zanna, gua mungkin emang bukan cowo idaman lo. Tapi gua berusaha buat jadi yang tebaik dari yang terbaik buat lo. Khusus buat lo. Emm, gua harap setelah lo tau perasaan gua, lo ga ngejauh dari gua. Gua gapapa ga lo bales perasaan gua. Yang penting lo masih mau main sama gua itu udah bikin gua seneng." Ucap Kevlar mengeluarkan semua unek-unek yang berada di hatinya.


"Kak, lo tau? Gua seneng banget lo mau jujur sama gua. Kak, gua sama kaya lo. Gua juga suka sama lo. Inget waktu kakak di perpus ngasih roti sama susu buat gua? Dari situ gua tau kalo gua suka sama lo. Jujur tiga hari ga ketemu lo bikin gua uring-uringan.


Kak, Lo ga perlu jadi yang terbaik cukup jadi diri lo sendiri itu udah yang paling terbaik menurut gua. Gua ga bakalan ngejauh dari lo, kak. Malahan gua pengen tiap hari lo ada buat gua. So, yahh gua mau jadi pacar lo kak" jawab Zanna sembari menundukkan kepalanya.


Kevlar benar-benar terkejut. Zanna memiliki perasaan yang sama dengan dirinya. Benarkah? Ini bukan mimpi kan? Lantas Kevlar segera memeluk Zanna erat sembari mencium pucuk kepalanya berkali-kali. Kevale merasa ialah orang yang paling bahagia hari ini.


"Kak, lo--


"Kamu" potong Kevlar


"Err, kak kamu ga mau lepas gitu? Malu di liat orang ih."


"Bentar ih, aku udah terlanjur nyaman. Lah, kenapa harus peduli sama mereka. Kan kita yang ngelakuin. Yang penting kita tau batas." Ucap Kevlar.


Dua menit kemudian, Kevlar melepaskan pelukannya ia beralih memegang kedua tangan Zanna.


"Tadi kesini naik apa?" Tanya Kevlar


"Naik mobil"


"Ya uda, yuk pulang udah sore." Ajak Kevlar


"Ga mau nganterin aku gitu,kak?" Tanya Zanna


"Dih, ngapain? Kamu kan udah gede, udah bisa pulang sendiri. Ga lupa jalan rumah kan? Lagian kamu juga bawa mobil"


"Kok kamu makin ngeselin sih kak?"


"Oh, ya?"


"Kak Kevlar!" Teriak Zanna


"Apa sayang?"


"Ehh, ngg, engga"


"Lah, salting. Haha"


"Ihh! Ayo! Katanya pulang"


"Iya iya ya ampun"


***


"Assalamualaikum" salam Zanna saat memasuki rumah


"Waalaikumsalam" jawab Aksa.


"Dari mana?" Lanjutnya


"Kepo ihh" jawab Zanna yang masih tersenyum


"Dih, seneng amat kek nya. Abis dapet apa si?"


"Apa ya?"


"Dih"


"Hehe" tawa Zanna lalu berlalu meninggalkan Kakaknya yang terheran-heran melihat adiknya yang sedari memasuki rumah selalu tersenyum.


***


Prince:


Night baby 😚


Nana:


Idih alay


Prince:


Kan biar kek orang-orang gitchu :3


Nana:


Ini kak Kevlar bukan sih?


Prince:


Ini aku loh yank :(


Nana:


Please, deh kak jangan alay


Prince:

__ADS_1


Haha, iya iya


Besok udah mulai sekolah ya?


Nana:


Iya ihh :(


Padahal masih pengen libur :"


Tapi kangen Vania huhu :'


Prince:


Ya mangkannya sekolah


Nana:


Iya


Prince:


Tidur gih, uda malem ini.


Nana:


Yah, tapi masi pengen chatan :(


Prince:


Besok kan masih bisa


Nana:


Ya uda deh.


Prince:


Besok aku anterin deh


Nana:


Okelah


Prince:


Nice dream


Nana:


Too


Zanna tersenyum sehabis membalas pesan dari Kevlar. Ia tak menyangka kini ia berpacaran dengan Kevlar. Padahal ia kira cintanya bertepuk sebelah tangan. Masih tersenyum, Zanna meletakkan ponselnya di meja dan segera tidur.


***


"Kak, mending neduh dulu deh. Ujannya deras kayanya ini" ucap Zanna sedikit berteriak


Tak menunggu waktu lama Kevlar segera berbelok ke salah satu supermarket yang tak sengaja mereka lewati. Zanna segera turun dan berlari kecil untuk meneduh meninggalkan Kevlar yang sedang memakirkan motornya.


"Ga masuk?" Tanya Kevlar saat tiba di samping Zanna


"Ga ah. Mau ngapain?"


"Beli minum mungkin?"


"Ga deh kak. Kebanyakan kan minumnya dingin"


"Yaudah" jawab Kevlar akhirnya


Hening beberapa saat. Zanna sibuk menghangatkan dirinya sedangkan Kevlar sibuk dengan pikirannya.


"Maaf, malmingan kita yang pertama kali gagal" ucap Kevlar dengan nada yang sedikit sedih namun juga terdengar errr seksi


"It's Okey. Masih ada lain waktu." Ucap Zanna sembari tersenyum.


"Masuk yuk" ajak Kevlar


"Mau ngapain?" Tanya Zanna


"Beli mie, mungkin? enak kayanya dimakan pas ujan-ujan gini"


"Tapi kak, ga bawa uang hehe"


"Tenang kan ada aku" ucap Kevlar sembari tersenyum


"Ehe, ayo deh" ucap Zanna menyetujui ajakan Kevlar. Mereka berdua lalu masuk ke dalam supermarket. Zanna mengambil beberapa cemilan dan minuman sedangkan Kevlar mengambil cup mie dan ia tuangkan air panas. Setelah membayar, mereka berdua kembali duduk dan memulai makan dalam diam. Mereka bercerita sambil ngemil camilan yang baru mereka beli.


"Kak, main ludo yuk" ajak Zanna


"Bateraiku low"


"Ihh pake hp aku aja"


"Main apa?" Tanya Kevlar


"Apa ya? Emm ludonya aja deh. Kakak warna apa?" Tanya Zanna


"Aku biru aja"


"Oke biru"

__ADS_1


Mereka bermain dengan sesekali ngemil jajanan yang mereka beli.


"Ihhh kakak! Kok aku di injek!" Kesal Zanna


"Lah kan, aku adanya itu"


"Tau, ah! Yeay empat! Haha kakak keinjek juga" tawa Zanna meledak


"Dih gapapa. Nih liat, pasti enam" ucap Kevlar yakin


"Haha, enam? Satu gitu" tawa Zanna


"Gapapa, liat aja nanti pasti aku yang menang"


Mereka berdua main dengan hebohnya. Bahkan orang-orang yang meneduh pun nampak memerhatikan mereka.


"Yeayy! Aku menang!" Ucap Zanna senang


"Sengaja, aku kan ngalah tadi"


"Halah, kalo kalah mah ya kalah aja" ejek Zanna dan Kevlar hanya tersenyum.


"Hehe karena aku yang menang, aku punya permintaan"


"Apa?" Tanya Kevlar


"Beliin es krim stroberii, ya?" Pinta Zanna


"Es krim doang? Yang lain, gaada lagi?" Tanya Kevlar


"Emm engga deh. Cuma lagi pengen es krim stroberi" tolak Zanna


"Ayo, pilih sendiri" ajak Kevlar


"Hehe ayo."


Mereka masuk dan membeli keinginan Zanna serta beberapa keperluan pribadi Kevlar.


"Kamu yakin ga beli apa gitu?" Tanya Kevlar


"Beli apa?" Tanya Zanna balik


"Yaa, biasanya kan cewe-cewe pada beli skincare atau kaya itu misalnya" sambil menunjukkan barang yang membuat Zanna merona.


"Aku skincare masih ada, kan ga jarang aku pake kalo itu aku masih punya stoknya" ucap Zanna memalingkan wajahnya


"Oh, sabun, shampo atau apa gitu engga?"


"Engga, masih ada"


"Ya udah"


Mereka keluar setelah membayar belanjaan mereka.


"Udah reda nih, pulang yuk." Ajak Kevlar yang disetujui oleh Zanna


"Yah, basah joknya" ucap Zanna sedih


"Bentar deh, ada kanebo" Ucap Kevlar lalu membuka jok motornya untuk mengambil kanebo


"Nah udah kering nih"


Kevlar dan Zanna pergi meninggalkan supermarket tersebut. Di tengah jalan mereka sesekali bernyanyi, bercanda dan tertawa.


"Damn!" Teriak Zanna


"I like me better when I'm with you" nyanyi mereka berdua.


Sungguh mereka benar-benar bahagia. Bagi mereka untuk merasakan kebahagiaan tidak perlu dengan hal-hal yang 'wah' cukup berkumpul dengan orang yang disayang itu merupakan kebahagiaan terbesar bagi mereka.


Tiba di depan rumah, Zanna segera turun dan berdiri menghadap Kevlar.


"Kak, makasih ya. Aku hari seneng banget. Bisa berduaan sama kakak." Ucap Zanna tulus


"Hehe, iya. Maap yaa, kita cuma malmingan di depan supermarket"


"Gapapa kali kak. Malah seru kok bisa ujan-ujanan terus nyanyi-nyanyi di atas motor. Itu bener-bener kenangan buat aku."


"Yaudah, kamu masuk gih diluar dingin"


"Iya, kakak pulangnya hati-hati. Aku masuk dulu yaa. Pay pay" pamit Zanna sembari melambaikan tangannya dan tersenyum. Kevlar hanya membalasnya dengan bunyi klakson dua kali.


"BANG AKSAAA!!" teriak Zanna


"Astaghfirullah, Zanna! Pulang itu salam, bukan teriak-teriak!" Tegur Aksa


"Hehe iyaa deh ulang" ucap Zanna kembali keluar rumah


"Assalamualaikum, Zanna pulang" ucap Zanna kalem


"Waalaikumsalam, Nah gitu dong. Sini duduk, seneng banget kayanya"


Zanna menghampiri Aksa dan menyandarkan kepalanya di bahu Aksa sambil memeluk pinggang Aksa


"Hehe iya dong, tadi Zanna dibeliin jajanan sama Kak Kevlar. Tadi rencananya mau nonton kan ya, tapi ga jadi gara-gara hujan. Terus neduh deh di supermarket. Kita makan mie, cerita kehidupan kita, main ludo, beli jajanan, terus tadi Zanna dibeliin eskrim dua hehe. Oh iya, tadi pas pulang kita naik motor sambil nyanyi-nyanyi ga jelas. Seru deh kak" cerita Zanna antusias


"Hm, bahagia ya punya pacar baru. Kakak mah apa. Tapi gapapa kok liat kamu bahagia gini abang udah seneng. Dan juga kalo Kevlar apa-apain kamu, kamu bilang Abang biar Abang kasih pelajaran. Inget itu ya" ucap Aksa sembari memeluk Zanna


"Udah malem, nih. Tidur gih" lanjutnya


"Nggg, tidur sama Abang tapi ya di kamar Zanna. Zanna kangen udah lama ga tidur sama Abang" pinta Zanna

__ADS_1


"Iya deh ayo" Ucap Aksa menyetujui dan melepas pelukan mereka dan menggandeng tangan adiknya


Mereka tidur berhadapan dan saling memeluk. Sebelum tidur, Aksa mengecup kening dan pipi adiknya itu dan di balas oleh kecupan di pipinya oleh Zanna.


__ADS_2