Mantanku Suamiku --On Going--

Mantanku Suamiku --On Going--
Lima


__ADS_3

Vania heran melihat tingkah laku Zanna hari ini. Sejak tadi mereka bertemu hingga saat ini Zanna sering senyum-senyum sendiri.


"Na, lo sehat kan?" Tanya Vania sembari menempelkan punggung tangannya di kening Zanna bermaksud untuk mengecek suhu tubuh Zanna.


"Apaan sih, gua sehat kok" ucap Zanna sambil menyingkirkan tangan Vania.


"Terus Lo kenapa?" Tanya Vania terheran-heran


"Gue? Emang gua kenapa?" Tanya Zanna balik


"Yeu, ditanya malah balik nanya" ucap Vania sebal


"Gimana gua ga bingung coba? Lo dari tadi pagi senyum-senyum terus kek orang gila *****" lanjutnya


"Hehe, gua gapapa kok. Seriusan" jawab Zanna meyakinkan


"Masa sih? Kok gua gacaya ya?" ucap Vania dengan penuh selidik


"Cerita ga lo?!" Desak Vania


"Ish, iyaaa. Emm tapi lo jangan heboh ya"


"Iyaa"


"Janji?" tanya Zanna dengan mengacungkan jari kelingkingnya


"Janji" jawab Vania sembari menautkan kelingkingnya dengan milik Zanna


"Umm, aduh gimana ya ceritanya. Umm, anu--


"Ihh, Zanna cepetan gua gasabarr ini" ucap Vania sembari menggoyangkan lengan kiri Zanna


"Aduh aduh iya. Lepasin dulu ini" pinta Zanna yang langsung dilaksanakan oleh Vania.


"Gu-gue jadian sama Kak Kev" cerita Zanna sambil menengok ke arah Vania untuk melihat ekspresi sahabatnya itu.


Sedangkan yang ditatap hanya diam


Satu detik


Dua detik


Tiga detik


Empat detik


"Oh"


BOOM!!!


jawaban Vania benar-benar diluar dugaan. Jika orang lain pasti akan berteriak heboh dan sejenisnya. Namun, Vania benar-benar berbeda.


"Lo, ga kepo?"


"Hm? Engga kok. Lagian gua udah tau kalo lo pasti jadian sama kak Kev." Ucap Vania tersenyum


"Hehe, keliatan ya?"


"He'em. Congrats ya, Na. Semoga langgeng"


"Huhu, amin."


"Ecie udah ga jomblo, peje dong." Ledek Vania sembari menusuk-nusuk pipi Zanna.


"Ish, apasih. Sana-sana hush pergi beli apa yang Lo mau. Tapi jan yang mahal-mahal yak. Gua ga ada duit hehe."


"Siapp. Betewe makasih yakk" ucap Vania pergi meninggalkan Zanna


Sepeninggal Vania, Handphone Zanna bergetar. Sehingga ia segera membuka hpnya dan tersenyum membaca notifikasi yang tertera di layar ponselnya


Prince:


Lagi apa?


Nana:


Bernapass


Prince:


Tau kalo itu mah. Kalo kamu ga nafas udah inalillah


Nana:


Ish, Kak Kevlar


Prince:


Apa sayang?


Nana:


Tau ah

__ADS_1


Prince:


Oh, ngambek nih?


Nana:


Engga tuh


Prince:


Yah padahal mau aku ajak main loh


Nana:


Bodoamat


Prince:


Ah, gaseru.


Nana:


Y


Prince:


Beneran ngambek ya?


Nana:


Engga kakak


Prince:


Ya mangkannya senyum dong


Nana:


(:


Prince is calling....


"Halo?"


"Hai, jangan ngambek dong"


"Ga ngambek Kaka"


"Boong, ah"


"Kamu lagi jamkos kan?"


"Iya"


"Kok ga ke kantin?"


"Males ah, palingan abis ini pulang"


"Yaudah."


"Nanti kalo udah pulang kabarin aku ya. Biar aku jemput"


"Iya"


"Yaudah, ya. Aku dipanggil bunda daritadi"


"Hehe, iya"


"Yaudah, Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Singkat dan tidak jelas memang namun Zanna bahagia akan hal itu. Zanna tersenyum sembari menatap foto mereka kemarin malam. Foto itu adalah foto pertama mereka. Difoto itu Kevlar merangkul Zanna yang duduk disebelahnya. Kevlar yang tampan dengan mengenakan topi putih adidas dengan kaus biru dongker pendek dan Zanna dengan baju putih panjang bergaris hitam di sepanjang lengan. Terlihat mereka tersenyum bahagia di foto tersebut.


"Zanna!!!" Teriak Vania


"Lo tuh ya! Hobi bat tereak-tereak!"


"Ya lagian Lo sendiri dari tadi di panggil diem aja mana senyum-senyum sendiri lagi udah kek orgil anjayy" cerocos Vania


Zanna hanya tersenyum tipis.


"Dih, beneran gila ni anak. Gua lagi ngomong panjang lebar cuma ditanggepin senyum astaghfirullahalazim sabar Van sabar"


***


"Tumben pake mobil kak." Ucap Zanna setelah menutup pintu mobil.


"Gapapa, lah. Lagian kasian ni mobil lama ga aku pake" jawab Kevlar


"Mau kemana sih kak?" Tanya Zanna


"Kita pulang ke rumah kamu dulu. Izin sama orang tua kamu. Boleh apa engga" jelas Kevlar yang dibalas anggukan kepala oleh Zanna

__ADS_1


Sekitar empat puluh menit kemudian, mereka tiba di rumah Zanna ah tidak rumah kedua orang tua Zanna.


"Assalamualaikum. Ma, Nana pulang!!" Salam Zanna begitu memasuki rumah sedangkan Kevlar bergumam mengucap salam dan mengikuti Zanna.


Seorang wanita paruh baya dengan sedikit keriput keluar muncul dari balik ruangan yang Kevlar yakini adalah dapur.


"Waalaikumsalam. Udah pulang toh? Pulang naik apa tadi?" Tanya Dira sembari menjulurkan tangannya yang disambut oleh Zanna untuk dicium


"Dijemput Kak Kev, Mah"


"Kak Kev?" Beo Dira


"Iya"


"Assalamualaikum, Tante" sapa Kevlar sembari mencium punggung tangan Dira


"Waalaikumsalam. Ini toh, nak Kev?" tanya Dira


"Iya,Tante"


"Widiii, ganteng ya? Siapa nih? Pacarnya Nana ya?" Tanya Dira


"Hehe, iya tante. Boleh kan, kalo Zanna pacaran sama saya? Saya janji kok tante Zanna ga bakalan saya jahatin." jelas Kevlar


"Aduh duh iya gapapa tante percaya kok sama kamu."


"Makasih, tan." ucap Kevlar sembari tersenyum


"Oh iya, saya kesini sebenernya mau minta izin sama tante. Saya mau ngajak Zanna jalan-jalan. Dan mungkin pulangnya rada sorean"


"Oh iya iya ndakpapa. Manggilnya mama aja ih siapa tau kan nanti jadi mantu mama."


"Iya, ma."


"Aduh, yaampun sampe lupa belum dibuatin minum. Sebentar ya" ucap Dira lalu meninggalkan Kevlar


Tak lama kemudian Dira kembali dengan nampan yang berisikan cemilan dan satu gelas cangkir teh hangat


"Nih, diminum dulu" ucap Dira sambil menatanya di meja


"Makasih, ma." Kevlar mengambil cangkir tersebut dan meminumnya sedikit


"Mama mau tanya dong. Kok mau sih kamu pacaran sama Zanna?" tanya Dira


Kevlar tersenyum lalu menjawab


"Zanna unik, ma. Tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata lah pokoknya.


"Padahal ya, kalo kamu tau Zanna aslinya gimana pasti kamu geleng-geleng deh." ucap Dira


"Zanna itu suka banget sama yang berbau korea. Apalagi itu tuh ensiti apa apa lah itu hadeuhh pusing sendiri mama kalo dia uda sama dunianya sendiri"


"Biasalah, ma. Anak muda jaman sekarang pasti lagi suka mengidolakan sesuatu"


"Nak Kevlar juga berarti?" Tanya Dira


"Iya, ma. Kevlar suka sama yang berbau Jepang"


"Kalian tuh ya. Sukanya negara orang. Tapi gapapa jangan lupa sama negara sendiri"


"Pasti itu, ma."


"Asik banget, ngomongin apaan sih?" Tanya Zanna lalu duduk disamping mamanya


"Uda gede ya kamu, punya pacar, ganteng lagi. Duh kangen masa muda mama sama papa." Ucap Dira sembari penepuk pundak Zanna


"Hehe maapin Nana ya, Ma. Gabilang sama mama. Lupa" ucap Zanna terkekeh


"Yaudah sana. Katanya mau pergi?"


"Oh, iya. Yaudah aku sama Zanna pergi dulu ya, Ma?"


"Kita pamit, assalamualaikum." Ucap Kevlar sembari mengecup punggung tangan Dira yang diikuti Zanna


"Hati-hati ya"


Setibanya dimobil


"Kok kakak manggil mama, mama sih?" Tanya Zanna penasaran


"Loh ya gapapa dong. Nanti kan bakalan jadi mama aku juga" jawab Kevlar sembari terkekeh


"Ish. Mau kemana sih kak?"


"Adadeh. Kamu tidur aja gapapa"


"Yah masa kakak sibuk nyetir akunya malah tidur"


"Gapapa. Masih lama kok nyampenya"


"Beneran nih gapapa?" Tanya Zanna memastikan


"Iya, gapapa sayang. Gih tidur nanti kalo udah sampe aku bangunin" ucap Zanna sembari mengelus lembut pucuk kepala Zanna lalu mencium keningnya singkat.

__ADS_1


"Selamat tidur"


Setelah mengucapkan itu Zanna mencoba untuk tidur dan Kevlar menjalankan mobilnya menuju tempat yang dituju.


__ADS_2