Mantanku Suamiku --On Going--

Mantanku Suamiku --On Going--
Enam


__ADS_3

"Kak Kevlar! Ayo kesana!" Ucap Zanna antusias


"Iya iya yaampun gasabaran banget sii" kata Kevlar


"Ayo" ajaknya lalu berjalan ke wahana yang diinginkan oleh Zanna. Zanna berlari kecil lalu mengapit lengan Kevlar


Setelah sampai di tujuan mereka menunggu antrian dan begitu giliran mereka, Zanna segera duduk disalah satu bangku diikuti oleh Kevlar.


Dapat kalian tebak mereka sedang menaiki apa? Hehe


Setelah dikiranya semua sudah duduk kereta luncur yang mereka tumpangi berjalan pelan dan semakin lama semakin cepat


"HUWAAAAA!! MAMA! EOMMA!! AISH CHAGIYA!!" teriak Zanna saat dipuncak rel


Kalian tanya bagaimana dengan Kevlar? Dia hanya duduk diam walaupun dalam hatinya ia terus berteriak


Hehe yup mereka sedang menaiki roller coaster


"WAAAAAA!!!" Teriak Zanna dan penumpang lainnya saat kereta luncur akan turun dari rel yang sangat tinggi


Sekitar 20 menit, roller coaster tersebut berhenti


"Yah udah selesai" desahan kecewa terucap begitu saja oleh Zanna


"Kapan-kapan lagi deh" ucap Kevlar lalu menggandeng tangan Zanna


"Mau makan atau sholat dulu? Udah setengah empat" tanya Kevlar


"Sholat aja deh nanti takut kelupaan kalo ditunda" usul Zanna


"Yaudah. Ayo." Ajak Kevlar


Mereka menaiki mobil dan mencari mushola atau masjid terdekat. Sekitar 300 meter kemudian mereka menemukan mushola


"Sholatnya jamaah ya?" Tanya Kevlar


"Ha? Ah oh oke" jawab Zanna kikuk


"Ya udah aku wudhu duluan. Aku tunggu didalem ya" ucap Kevlar yang diangguki oleh Zanna.


Deg degan anjirrr batin Zanna


Setelah melepas sepatu dan kaus kakinya Zanna segera beranjak untuk berwudhu.


"Udah?" Tanya Kevlar sembari menengok ke arah Zanna yang sudah mengenakan mukena yang sudah disediakan di mushola tersebut


"Udah" jawab Zanna


Karna tidak ada pembatas antara shaf laki-laki dengan perempuan mereka sholat begitu dekat. Zanna berada tepat dibelakang Kevlar -ya rada ke kiri dikit lah-


"Allahuakbar" ucap Kevlar memulai Sholat ashar


"assalaamu‘alaikum warahmatullah, assalaamu‘alaikum warahmatullah" ucap Kevlar sembari menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri melihatkan kulit putih pipinya


Kevlar dan Zanna mengusap muka mereka dengan kedua tangannya lalu berdoa. Setelah berdoa, Kevlar berbalik menghadap Zanna dan mengulurkan tangannya yang disambit kecupan hangat oleh Zanna.


Saat akan menarik kepalanya menjauh, kepala Zanna di pegang oleh Kevlar dan Kevlar mencium kening Zanna lama.


Zanna yang mendapat perlakuan tersebut secara tiba-tiba menegang dan perlahan rona merah terlihat di kedua pipinya.


"Hehe, udah kaya pasutri belum?" Tanya Kevlar setelah melepas kecupannya


"Ha? Oh iya mayan" jawab Zanna kikuk


"Cie cie, blushing" goda Kevlar sembari menoel pipi Zanna


"Ihh Kak Kev!! Aku blushing kan juga karna kakak!!" Ngambek Zanna


"Hehe, iya iya. Aku tunggu di luar ya" ucap Kevlar dan berjalan keluar dari mushola


Zanna yang masih di dalam mushola pun gigit jari lalu geleng-geleng kepala


Sumpah ya kak Kev romantis bangettttt batin Zanna


Tak lama kemudian Zanna keluar dan menemukan Kevlar sedang bermain game online yang saat ini sedang trend


"Kak, ayo." Ucap Zanna setelah selesai memakai sepatu


"Oh, udah? Ayo"


Di dalam mobil mereka berdua bercerita dan kadang bernyanyi mengikuti lagu yang di putar di radio.


"Mau makan dimana nih?" Tanya Kevlar


"Terserah lah"


"Perempuan tuh ya. Kalo ditanyain pasti jawabannya terserah. Giliran cowoknya udah ngambil keputusan ceweknya gamau. Aneh" cerocos Kevlar


"Lha emang dari sananya udah kaya gitu"

__ADS_1


"Ya udah mau makan apa?" Ulang Kevlar


"Nasi padang aja gimana?" Tanya Zanna


"Boleh deh"


Tak lama kemudian mereka sampai di salah satu rumah makan padang


"Mau apa?" Tanya Zanna


"Samain aja"


"Rendang ya? Aku lagi pengen rendang"


"Iya. Aku tambahin ayam dong, ayam bakar sama sambel ijonya ya" pinta Kevlar yang diangguki Zanna


"Minumnya?" Tanya Zanna


"Es teh aja"


Zanna pergi memesan dan Kevlar pergi mencari tempat duduk.


"Abis ini mau langsung pulang?" Tanya Zanna begitu duduk di bangku yang sudah dipilih Kevlar


"Ngikut kamu aja"


"Pulang aja ya, udah sore" pinta Zanna


"Iya" ucapan Kevlar bertepatan dengan makanan datang. Tak menunggu waktu lama mereka segera memakannya.


"Bye bye kak! Makasi ya hari ini aku udah diajak jalan-jalan"


"Iya, sama-sama. Lagian dirumah aku ga ngapa-ngapain"


"Cieee, bentar lagi lulus" goda Zanna


"Yah, tapi nanti kita ga ketemu di sekolah lagi ya" sambung Zanna sedih


"Nanti kalo ada waktu pasti kita ketemu"


"Hehe oke. Aku masuk ya kak. Kakak pulangnya hati-hati. Sekali lagi, makasih" ucap Zanna tulus


"Iya. Aku pulang ya, eh bentar. Sini deh deketan" pinta Kevlar


Zanna yang bingung hanya menuruti apa kata Kevlar. Tidak disangka-sangka Kevlar mengecup keningnya


Anjirrr deket-deket sama kak Kev gabaik buat jantung gua iniii batin Zanna sembari memegang dada kiri bagian atas. Lalu Zanna berjalan masuk kerumahnya.


***


Zanna berjalan dengan santainya menuju ke kelasnya. Sesekali ia menjawab sapaan dari teman-temannya.


Begitu memasuki kelas dahi Zanna berkerut


Kenapa pada belajar dah? Batin Zanna


"Oit, pada ngapain seh? Diem-diem baek" tanya Zanna begitu berdiri di depan papan tulis


"Berisik. Belajar sana pelajaran pertama kita ulangan" jawab Vicky si ketua kelas


Zanna diam sejenak.


"WOE KOK GA BILANG KALO MATEMATIKA MAU ULANGAN?!" Teriak Zanna sembari berlari menuju bangkunya dan segera membuka tasnya guna mencari buku catatan matematikanya. Setiap hari selasa di kelas Zanna matematika wajib dan minat dijadikan satu jadi empat jam pertama digunakan untuk mapel matematika.


"BAB KOMPOSISI DAN INVERS DOANG KAN?!" Tanya Zanna yang masih mencari buku catatannya


"LIMIT FUNGSI JUGA" balas Vicky yang juga berteriak karna jarang tempat duduk Vicky dan Zanna lumayan jauh.


"An- ah elah limit gua belum terlalu paham. 12 menit lagi bel lagi" gerutu Zanna sembari mengechek jam di pergelangan tangan kirinya.


Sembilan menit telah berlalu, Zanna sudah merasa siap akan ulangan kali ini. Namun, ia ragu. Oleh karena itu, ia membawa buku catatannya dan berjalan ke bangku Salsa untuk meminta dijelaskan. Karna Salsa adalah murid terpintar di kelas Zanna.


"Sa! Boleh minta tolong ga?" Tanya Zanna begitu sampai di bangku Salsa


"Apaan?" tanya Salsa


"Tolong jelasin teorema limit dong. Gua belum terlalu paham" pinta Zanna


"Semua?" Tanya Salsa


"Engga, yang nomer tujuh aja"


"Lim f(x) per g(x) sama dengan lim f(x) per lim g(x), dengan g(x) tidak sama dengan nol. Nah kalo f(x) sama g(x) suatu suku banyak maka lim f(x) per g(x) sama dengan f(a) per g(a) dengan g(a) tidak sama dengan nol. Misal gini, bla bla bla nah jadi hasilnya nol per akar dua" jelas Salsa


"Ah, oke oke gua paham. Makasih ya Sal" ucap Zanna yang diangguki kepala oleh Salsa


Baru saja Zanna mendudukan dirinya dibangkunya. Bel masuk berbunyi. Banyak teman-teman Zanna yang bari datang mengerang karna tak sempat belajar.


Tak lama kemudian Guru mapel matematika wajib sekaligus minat aka Pak Sam yang terkenal dengan kedisiplinannya memasuki kelas. Lalu dilanjutkan berdoa yang dipimpin oleh ketua kelas.

__ADS_1


***


Soal ulangan sudah dibagikan. Belum ada dua menit soal itu berada dimeja masing-masing siswa. Banyak yang sudah mengeluh karena susahnya soal yang diberikan oleh Pak Sam.


"Na, kalo gua gabisa. Nyontek yak" pinta Vania sembari menengok kebelakang tempat duduk Zanna


"Iya. Kalo bisa. Lo tau sendiri kan, Pak Sam kaya gimana" kata Zanna


"Kalo gabisa nengok kebelakang lo bisa tanya Dian" lanjut Zanna


"Yeu, kok gua. Vania sama gua itu sebelas dua belas. Sama-sama ****" sahut Dian yang sedari tadi hanya mendengarkan


"Haha, gua bilang ya Van" ucap Zanna sembari terkekeh.


Pak Sam tiba dibangku Zanna dan memberikan soalnya lalu berjalan kedepan sembari membagikan soal kemurid lainnya.


Saat tiba di meja guru, Pak Sam memandang semua muridnya


"Baik, semua sudah dapat soalnya. Kalian bisa kerjakan sekarang. Waktu mengerjakan hanya satu jam. Satu jamnya lagi untuk kita mengoreksi jawaban kalian dan nemasukkan kebuku nilai. Ingat, saya tidak suka ada yang menyontek" kata Pak Sam yang di kalimat terakhirnya ia menatap Vania.


Glek


Vania langsung tertunduk dan segera mengambil pulpen dan segera mengerjakan begitu pula dengan yang lainnya.


***


Sekitar 40 menit kemudian, Zanna beserta murid-murid pintar dikelasnya maju kedepan guna mengumpulkan hasil kerjaan mereka.


Begitu Zanna kembali dibangkunya, ia langsung merebahkan kepalanya dimeja. Sungguh ulangan kali ini benar-benar membuat kepalanya ingin meledak. Jika di animasi mungkin sekarang kepalanya sudah mengeluarkan asap.


Tett


Bel pergantian jam pertama dan jam kedua terdengar. Banyak para murid yang grasak-grusuk bertanya jawaban kepada temannya.


"Baik. Waktu sudah selesai. Saya hitung sampai lima jika tidak segera dikumpulkan tidak dapat nilai. Satuuuu, duaaaa, tigaaaaaa, empattttt, limaaaaa. Baik, semuanya sudah mengumpulkan? Yang belum, ya bodo amat" ucap Pak Sam lalu berjalan membagikan kerjaan ulangan untuk dikoreksi dengan cara acak.


Pak Sam menulis cara serta jawabannya dipapan tulis nomer satu dan dua. Lalu duduk menunggu para muridnya. Dua menit kemudian


"Sudah?" Tanya Pak Sam


"Sudah, belum" jawab para siswa


"Saya tunggu dua menit lagi" ucap Pak Sam


Petugas piket menghapus yang sudah ditulis Pak Sam tadi lalu kembali duduk ke bangkunya.


Pak Sam kembali melanjutkan menulis cara beserta jawaban dari nomer tiga hingga lima. Lalu berhenti lagi. Begitu terus hingga nomer terakhir yakni nomer 15.


"Cara menilai satu nomer mendapat nilai empat lalu dibagi enam"


"Alfian fajar" panggil Pak Sam


"66" jawab siswa yang mengoreksi milik Alfian


Begitu terus hingga semua murid.


"Kalian boleh istirahat sebentar. 15 menit lagi saya kesini. Ingat tidak boleh berisik dan tidak boleh keluar! Ketua kelas! Pantau bawahannya!" Perintah Pak Sam


"Baik, Pak!" Jawab Vicky tegas.


Begitu Pak Sam keluar dan menutup pintunya dari luar banyak murid yang mengembuskan nafasnya lega.


"Gila si. Kepala gua mao pecah cuma gegara mikirin angka begituan doang" dumel Dian begitu Pak Sam keluar.


"Sama. Ngasih contoh aja gampang. Giliran kasih soal aja susahnya naudzubillah" timpal Vania


"Sans elah. Ga jelek-jelek amat ini" celetuk Zanna.


"Iya, lo! Bagus. Bagus banget malah. Lah kita dapet 76 ae dah bersyukur." Ucap Dian


"Yodah, si. Udah lewat ini. Mangkannya kalo guru lagi nerangin tuh dengerin." Ucap Zanna


"Heh mbak nya ngaca plisss. Situ kalo lagi diterangin enak-enakan tidur kalo ga malah gambar gajelas di buku paling belakang" ucap Vania sinis yang di balas kekehan oleh Zanna.


"Lagian nih ya, Na. Gua heran sama lo" ucap Dian


"Kenapa?" Tanya Zanna


"Kok lo bisa sih pinter? Padahal lo dikelas kaya gitu" kata Dian


"Yeu, lo gatau aja. Keluarga Zanna semua pinter-pinter" jawab Vania


"Apa sih, Van. Biasa aja kok" ujar Zanna


"Halah, gosa gitu deh kenyataannya gitu kok" kata Vania


"Hadehhh iya iya" jawab Zanna pasrah


Tak lama kemudian Pak Sam memasuki kelas dan memulai melanjutkan materi minggu lalu.

__ADS_1


__ADS_2