
Happy Reading zheyeng!!
🖤🖤🖤
Aila yang setelah lulus SMA tidak melanjutkan pendidikannya dan dia lebih memilih untuk berhenti 1 tahun karena Aila sedikit putus asa dan hampir frustasi karena tidak diterimanya di Universitas yang ia impikan selama ini. Selama 1 tahun itu Aila habiskan untuk Mandi-Sholat-Makan-Tidur.
Mungkin bagi Aila ini adalah masa-masa yang paling buruk dalam hidupnya. Karena tidak mendapatkan doa dan restu dari kedua orang tuanya sehingga Aila tidak diterima oleh Univ yang ia impikan. Bukan kedua orang tuanya tidak memberi restu Aila untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi, tapi kedua orang tua Aila takut dan tidak bisa jauh dari Aila karena Aila adalah Anak perempuan kesayangan orang tuanya. Aila mempunyai seorang kakak laki-laki tapi kakaknya sudah menikah dan mempunyai 2 orang anak. Jadi Aila yang selalu menemani Ibunya sendiri di rumah karena Ayahnya yang bekerja di luar Kota dan jarang pulang, mungkin 1 tahun cuma bisa pulang 2 kali, itupun cuma diberi waktu 1 minggu saja.
.
.
.
1 tahun kemudian......
.
"Umi', Aila pengen kuliah" ucap Aila lirih sambil membantu ibunya memasak.
"Umi' sama Abi dari dulu udah ngizinin kamu buat kuliah kan, Dek. Tapi di dekat sini, Umi' ngga mau kamu jauh dari Umi' dan supaya Umi' bisa memantau kamu".
Aila menghela nafas pelan, "Umi', Aila udah gede, Aila pengen kayak temen-temen Aila yang lain bisa mandiri di kota orang. Aila disana cuma mencari ilmu, Aila ngga bakal macem-macem kok". Ucapnya sambil meyakinkan Ibunya.
"Dek, Umi' bukannya melarang kamu untuk tidak mandiri, tapi Umi' takut nanti kamu disana sendiri dan ngga ada satupun keluarga yang ada disana, nanti kalau kamu sakit siapa yang akan merawat kamu disana, kamu tahu kan biaya pesawat itu mahal, apalagi ke Arab. Udahlah dek, jangan macam-macam ah, inget kamu itu anak gadis Umi' satu-satunya, Umi' ngga mau terjadi apa-apa sama kamu". Ucap ibunya sambil berkaca-kaca karena beliau ngga mau ditinggal Aila jauh.
"Hmm, andai Aila bisa merubah takdir. Aila ingin mendapatkan Adik yang banyak, supaya Aila bisa kuliah yang jauh dan sangat jauh". Ucapnya sambil tertawa.
__ADS_1
Ibunya yang tadinya sempat berkaca-kacapun ikut tertawa oleh perkataan Aila. Aila memang gadis yang ceria dan disukai banyak orang karena ia selalu membuat lelucon yang kadang garing tapi bisa membuat orang di sekitarnya tertawa.
"Yaudah, Aila bakal turuti kemauan Umi' dan Abi. Tapi ada syaratnya".
Ibunya melirik tajam Aila, karena syarat yang Aila berikan selalu ekstrim. Pernah dulu ia meminta sebuah kapal besar untuk Abinya, supaya Abinya memiliki kapal dan anak buah sendiri dan bisa pulang setiap hari.
Aila terkekeh geli, "Aila ngga bakal minta yang aneh-aneh lagi kok, hanya saja Aila minta di belikan motor yang keluaran baru yang tadi masuk iklan di TV daaaannnn Aila minta nanti uang jajan Aila di tambah 5 kali lipat".
"Astaghfirulloh dek, kelakuanmu itu ngga pernah berubah ya". Sambil mengelus dadanya.
"Pokoknya uang jajan Aila di tambah 5 kali lipat, urusan motor nanti-nanti aja ngga apa-apa". Ucapnya sambil tertawa dan berlari menuju ke kamarnya.
.
.
.
.
"Tapi ngga masalah, siapa tau nanti disini aku menemukan jodoh". Ucapnya sambil tertawa. Siapa sangka sudah 3 tahun Aila menjomblo, karena dulu Aila di selingkuhin oleh kekasihnya, ia berselingkuh dengan temannya sendiri. Bukannya sampai sekarang Aila gagal move on, tapi Aila masih sulit untuk membuka hatinya untuk laki-laki lain. Sudah sekitar 10 laki-laki selama 1 tahun ini yang mengajak Aila berkenalan, tapi Aila bersikukuh untuk tetap menjomblo.
Hmm dasar Aila.
.
.
__ADS_1
Esok harinya....
"Hari ini ada tes untuk masuk kuliah, tapi aku ngga tau tes apa. Harus tanya ke siapa, aku masih belum kenal mahasiswa barunya. Tau ah siap-siap dulu aja deh terus cus berangkat".
Aila memasuki kamar mandi, setelah kurang lebih 30 menit Aila keluar dan segera menuju ke lemari untuk mengambil baju yang cocok untuk di pakainya. Kemudian ia berjalan menuju meja rias untuk sedikit berdandan supaya terlihat cantik.
Waktu menunjukkan pukul 16:45 dan Aila segera turun dari tangga dan memanggil Ibunya untuk berpamitan.
"Umi' where are you? Umi'..... Oh... Umi'.... Alhamduuulillah". Sambil memperagakan ucapan ustadz yang ada di televisi.
"Ceriwis banget sih kamu, Dek. Cepat berangkat sana, kamu itu udah terlambat". Ucap ibunya sambil menjewer telinga Aila.
"Aduuuhh... Umi' jahat deh sama anak Umi' yang paling cantik imut manis dan lucu ini. Yaudah Aila berangkat dulu". Sambil mencium tangan Ibunya.
"Assalamu'alaikum Umiku sayang, Aila segera pulang, jaga diri Umi' baik-baik. Nanti Aila belikan Nasi goreng kesukaan Umi". Ucapnya sambil berlari menuju motornya.
"Wa'alaikum salam, hati-hati jangan ngebut, Dek". Sambil berteriak-teriak karena Aila kalau lagi telat begini selalu ngebut bawa motornya.
.
.
.
Terima kasih yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca tulisan saya yang sedikit alay ini.
Dan jangan lupa untuk Like Komen dan Subscribe eh eh eh mon maap saya kira ini Youtube hehehe.
__ADS_1
XOXO :)))