Married With My Idol

Married With My Idol
Eps 08


__ADS_3

Happy Reading, Babe!!


🖤🖤🖤


(Rizky)


"Selamat Pagi, Ai"


(Aila)


"Siapa nih?


Dapat nomerku darimandose?"


(Rizky)


"Idola kamu dari SMP. Mau mengajak kamu jalan"


'Dih. Dapet nomerku dari mana coba kutil onta ini. Padahal baru kemarin aku ganti nomer' batin Aila sambil menaruh ponselnya di meja rias.


"Dek. Umi' mau ke Rumah ibu Rina, anaknya nikahan. Kamu jaga Rumah ya. Nanti kakak kamu kesini" teriak Ibunya Aila dari bawah.


"Yes, Madam"


.


.


Selang 15 menit setelah Ibunya Aila pergi kondangan. Tiba-tiba suara bel berbunyi.


"Siapa sih, ganggu orang aja deh" gumam Aila menuju pintu dan membukanya.


"Assalamualaikum. Selamat pagi Nona cantik" ucap tamu yang tak diundang itu.


"Kamu ngapain kesini lagi? Ga ada acara arisan disini. Mama kamu juga ga ada disini" ucap Aila memutar bola matanya kesal.


"Ga dipersilahkan masuk dulu nih? Pegel tau berdiri terus"


"Masuk" ucap Aila malas.


"Ga dipersilahkan duduk?"


"Duduk" jawabnya singkat.


"Cuek banget sih? Padahal waktu pertama kali kita ketemu, kamu banyak omong loh" tanya Rizky yang melihat Aila pergi ke dapur mengambil minum.


"Kamu ngapain sih kesini? Datang ga dijemput. Pulang ga diantar. Like a kuntilanak"


"Meet up sama penggemar aku sejak SMP yang katanya dulu pengen banget bisa foto sama aku terus minta Tanda tangan juga katanya" ucap Rizky dengan santai.


"Narsis amat jadi orang. Astaghfirulloh" gumam Aila.


"Aku bisa denger kamu ngomong apa"


"TERSERAH" teriak Aila sambil melempar bantal sofa yang ada didekatnya.


Kurang lebih dari 30 menit mereka beradu omongan. Aila tanpa sadar tersenyum melihat tingkah laku mereka berdua. Aila yang tidak menyangka akan bisa sedekat ini dengan Artis idolanya sejak dahulu. Aila yang selalu jaga image didepan Rizky supaya Rizky tidak tau kalau selama ini Aila menahan diri agar tidak terlihat seperti penggemar lainnya yang setiap detik menit jam selalu meminta foto dan ingin selalu didekat Rizky.

__ADS_1


Aila yang bersyukur juga bisa memiliki foto dengan Rizky ya meskipun foto bersama dengan teman kelompoknya disaat mendapatkan juara pentas seni waktu acara Ospek.


"Hari ini kamu sibuk ga?" tanya Rizky yang sedikit malu.


"Kenapa?"


"Aku mau ngajak kamu jalan. Bisa?"


"Habis ini kakaku datang. Mama lagi kondangan. Di rumah ga ada siapa-siapa. Terus nanti kakakku gimana?"


"Emm.. Kalo gitu besok aku kesini lagi. Kosongkan semua jadwalmu" perintah Rizky.


"Kok maksa sih. Emang semua artis suka maksa kayak kamu gini ya?"


"Ga mau tau! Pokoknya besok aku kesini lagi. Sekarang aku mau pulang. Kamu di rumah gausah keluar. Nanti digodain om-om hidung belang. Assalamualaikum. Cium tangan aku" ucap Rizky sambil menyodorkan tangannya.


"Astghfirulloh. Kita bukan Mahram ya. Udah cepat pulang sana! Aku mau tidur. Dasar tukang ganggu" teriak Aila dengan mendorong tubuh Rizky keluar dari rumahnya.


.


.


Pagi berganti siang.


Siang bergabti sore.


Sore berganti malam.


Semenjak kedatangan kakaknya, Aila belum sempat tidur siang walaupun sebentar. Keponakannya yang jahil selalu mengganggu dirinya dan mengajaknya untuk bermain terus.


"Dek. Besok kakak mau ke Pasar xx. Kakak minta tolong jagain Alika ya" kata-kata tersebut membuat Aila mengingat sesuatu. Oiya, besok Aila mau berkencan dengan Rizky.


"Sama Alexa?"


"Alexa kan pulang kampung"


"Terus sama siapa? Pacar kamu?"


"KEPO" ledek Aila dengan menjulurkan lidahnya dan berlari menaiki tangga menuju kamarnya.


Aila membuka ponselnya. Ada sebuah Panggilan tak terjawab sebanyak 30 dan Pesan 50.


'Emangnya artis mempunyai waktu untuk menggoda seseorang seperti ini ya?' batin Aila.


Aila yang tidak membalas satupun Pesan dari Rizky tersebut mulai memejamkan matanya. Tiba-tiba ponselnya berbunyi dan membuat Aila kaget.


"Astaghfirulloh. Di malam haripun bisa-bisanya masih mengganggu orang"


"Assalamuailaikum. Selamat Malam, Aila" ucap Rizky dengan lembut.


"Waalaikumsalam. Kamu itu kenapa sih gangguin aku terus? Kamu tau ga sekarang itu jam berapa? Apa di rumah kamu ga ada jam? Sekarang itu udah jam 9. Waktunya untuk tidur. Kamu ga tidur emangnya? Atau kamu lagi disebuah club malam bersama temanmu dan membayar wanita untuk bermalam denganmu seperti kebanyakan artis diluar negeri" cerocos Aila sedari tadi yang membuat Rizky tersenyum.


"Kamu kalo ngomong suka bener deh. Makin suka deh aku sama kamu" jawab Rizky menggoda.


"Ih, astaghfirulloh. Ku kira kamu laki-laki yang baik. Ternyata kamu kayak gini. Aku berhenti jadi penggemar kamu sekarang juga"


Tiba-tiba panggilan suara tersebut berubah menjadi panggilan video yang sontak membuat Aila berlari mengambil kerudungnya dan asal pakek.

__ADS_1


"Tuh, bisa kamu lihat kan aku lagi apa. Aku lagi lihat hasil syuting Film baru aku kemarin. Dan insyaallah 2 minggu lagi akan di publikasikan. Nanti kamu jangan lupa nonton ya?" ucap Rizky menjelaskan semuanya yang membuat Aila menjadi malu karena sudah menuduhnya yang tidak-tidak.


"Ya maaf. Aku ga tau. Habisnya ini udah malem juga"


"Iya gapapa. Yaudah kalo gitu kamu tidur lagi. Maaf juga udah telpon kamu malem-malem gini. And, Dont Forget! Besok aku jemput kamu jam 8 Pagi. Kamu harus udah siap! Dan sekarang kamu istirahat. Good Night, Aila. Nice dream and see you! Assalamualaikum"


"Night. Waalaikumsalam" Aila langsung mematikan teleponnya. Aila yang mungkin saat ini pipinya sudah merah merona seperti tomat tidak percaya jika Rizky bisa semanis ini padanya.


.


.


Suara adzan berkumandang. Aila yang masih menggeliat dan membuka matanya dengan pelan bisa mendengar suara percekcokan di sebelah Rumahnya. Seperti biasa, tetangganya setiap pagi selalu bertengkar. Entah apa masalahnya yang bisa membuat percekcokan diantara dua insan manusia tersebut yang membuat telinga Aila panas mendengarkannya.


Aila langsung menuju kamar mandi dan mengambil Air Wudhu dan melaksankan Sholat Shubuh. Selesai Sholat, Aila turun dari tangga melihat semua keluarganya sibuk membersihkan Rumah.


"Selamat Pagi. Tumben-tumbenan nih. Mau ada tamu kah?" tanya Aila dan mengambil Buah di dalam kulkas.


"Besok kan Abi pulang. Masa kamu lupa sih" jawab kakaknya.


"Oh Yaallah Astaghfirulloh. Sekarang Aila harus ngapain? Apa yang bisa Aila bantu?"


"Udah selesai semua dari semalem. Kamu langsung tidur. Ga bantuin apa-apa" jawab kakaknya dengan sedikit kesal.


"Ya maaf, kan Aila ga tau"


.


.


Waktu menunjukkan pukul 07:30. Aila menghampiri Ibunya dan berbisik supaya tidak didengar oleh kakaknya yang suka kepo.


"Umi, nanti aku mau keluar sama Rizky. Umi ngizinin ga?"


"Ya terserah kamu. Yang penting kamu bisa menjaga diri" jawab ibunya dengan santai.


"Yes Madam. Thank you and I love you to the Moon and back" ucap Aila sambil mencium pipi kanan dan kiri ibunya.


Aila yang baru saja akan menaiki tangga mendengar suara bel berbunyi dan segera membukakan pintu.


"Eh ini masih jam berapa? Katanya jam 8?" tanya Aila tanpa mempersilahkan sang tamu untuk masuk.


"Kebiasaan. Kalo ada tamu itu dipersilahkan masuk dulu kek baru nyerocos nanti"


"Siapa dek?" teriak ibunya Aila yang penasaran siapa yang datang segera menghampirinya karena Aila tidak menjawab panggilannya.


"Eh nak Rizky. Silahkan masuk nak"


"Mau minum apa, Nak?" tanya ibunya Aila.


"Yang ada saja deh tante"


Aila meninggalkan Rizky di Ruang tamu sendiri dan bergegas menaiki tangga menuju kamarnya untuk bersiap-siap.


Like & Komennya jangan lupa ya, Babe!! :)


Thx U, XOXO

__ADS_1


🖤


__ADS_2