
*Happy Reading*
9 Bulan kemudian...
Kini, usia kandungan Sophia menginjak yang ke sembilan bulan. Beberapa bulan yang lalu seluruh keluarga mereka sangat bahagia, pasal nya Dokter mengatakan bahwa Sophia mengandung bayi kembar.
Saat ini Sophia sedang duduk di sofa kamar nya sembari membolak - balikkan majalah yang sedaei tadi Ia baca.
Tiba - tiba Sophia merasakan sakit yang luar biasa dari perut nya. Ia meringis kesakitan dan segera memanggil bibi Emma.
"Bi... Bibi... Emma..." Teriak nya sambil terus mengelus perut buncit nya.
Bibi Emma dengan wajah panik nya segera masuk ke kamar Sophia. Ia melihat Sophia yang sudah terduduk di lantai berlapis karpet tersebut.
Ia segera berlari menuju Sophia dan membantu nya berdiri. Bibi Emma segera memanggil supir untuk membawa Sophia ke rumah sakit.
***
Chris POV
Aku terus berjalan menyusuri lorong - lorong yang berada di rumah sakit. Tujuan ku hanya satu, menemukan ruang operasi.
Beberapa waktu lalu, Emma menelpon dan mengatakan bahwa Sophia akan melahirkan dan mereka membawa Sophia ke salah satu rumah sakit swasta di London.
Tiba - tiba pandanganku tertuju kepada salah satu ruangan bertuliskan "Sugery Room." Aku segera berjalan menuju ruangan tersebut, ku lihat ada bibi Emma yang sedang duduk dengan wajah cemas nya.
"Bibi, bagaimana keadaan Sophia?." Ucap ku
"Putri Sophia sedang melakukan operasi ceaser Yang Mulia." Jawab nya
Aku segera mengangguk dan kemudian berjalan mondar - mandir di depan pintu operasi tersebut.
Beberapa menit kemudian, Aku mendengar suara tangisan bayi dan beberapa menit kemudian aku mendengar suara tangisan bayi lagi setelah.
__ADS_1
Dokter segera keluar dan mempersilahkan ku untuk menemui Sophia dan Bayi - bayiku. Aku segera masuk dan ku lihat ada dua bayi mungil yang sedang tertidur pulas di samping Sophia.
Ku lihat mereka secara bergantian. Bayi di sebelah kiri Sophia benar - benar mirip dengan nya istri ku. Sedangkan yang satu nya lagi. Hm... Mungkin dia mirip dengan ku hehe...
Tiba - tiba Aku mendengar suara pintu dibuka. Aku segera menoleh dan ku lihat orangtua ku dan orangtua Sophia masuk.
"Wahh cucu grandma kecil sekali." Ucap ibu ku sembari menggendong salah satu bayi ku
"Tentu saja. Dia baru lahir, bu." Gerutu ku
"Haha... Ibu tau." Ucap ibu ku sambil tertawa
"Oh ya, apa jenis kelamin mereka, chris?." Ujar ibu mertua ku.
Aku juga bingung. Tadi ketika dokter mempersilahkan ku masuk, aku segera masuk tanpa menanyakan jenis kelamin mereka.
"Tida tahu. Tadi dokter nya tidak mengatakan jenis kelamin mereka." Ucapku
Ibu mertua ku kemudian memeriksa *** bayi - bayi ku. Ibu ku juga melakukan hal yang sama.
"Tidak, yang ini laki - laki." ucap ibu mertua ku.
"Benarkah? Kita punya sepasang cucu." ucap ayahku sembari menepuk bahu ayah mertua ku.
"Haha... Benar. Mereka akan menjadi Pangeran dan Putri yang tampan dan cantik." ucap ayah mertua ku.
Aku hanya tersenyum menanggapi basa - basi mereka.
"Oh ya. Kau akan memberikan nama apa kepada mereka?." kata ibu ku.
"Tida tahu. Aku belum memikirkannya. Aku akan mendiskusikan hal ini kepada Sophia setelah ia sadar nanti." jawab ku dan di balas anggukan oleh ibu ku.
***
__ADS_1
Setelah beberapa jam terbaring di kasur. Sophia mulai membuka mata nya. Ia melihat sekeliling dan memfokuskan pandangan nya pada seorang pria yang sangat ia kenali.
Pria tersebut tengah menggendong salah satu bayi mereka.
"Chris..." Ucap nya
Chris segera menoleh ke arah sumber suara tersebut. Ia tersenyum ketika melihat wanita nya sudah terbangun.
"Sudah bangun? Lihat bayi - bayi kita." ucap nya
Aku segera mengangguk dan chris memberikan kedua bayi kami ke dalam dekapan ku. Aku menatap mereka sejenak.
Dan kemudian aku tertawa ketika melihat jiplakan ku dan jiplakan chris versi junior.
"Yang di sebelah kanan mu adalah perempuan dan yang di sebelah kiri mu adalah laki - laki." Ucap nya
"Aku akan memberikan nama untuk yang laki - laki dan kau memberikan nama untuk yang perempuan. Bagaimana?." tanya ku
"Baik lah. Hmm... Aku sudah memikirkan nama yang cocok untuk Putri kecil ku." ucap nya
"Benarkah? Siapa?." ujar ku
"Charlotte Elizabeth Wynsor." kata nya sembari tersenyum.
"Nama yang bagus." ucap ku
"Tentu saja. Lalu kau akan memberikan nama apa untuk Putra kita?." tanya nya
"Hmm... Bagaimana kalau William Arthur Wynsor." ucap ku
"Nama yang bagus. Kita akan memanggil mereka Lottie dan Willy." ucap nya sembari membelai lembut kedua pipi gembul kedua bayi kami.
"Baik. Willy dan Lottie." ucap ku
__ADS_1
JANGAN LUPA VOTE, LIKE, KOMEN, DAN SHARE. NTAR AKU BAKALAN RILIS NOVEL BARU LAGI TAPI PENGEN NYA SIH LANGSUNG DI TAMATIN😅. TERIMAKASIH🙏🤗