
"apa aku....sudah mati?"batinku dengan perlahan kesadaran ku mulai kembali, terlihat didepan terdapat sosok kakek tua dengan rambut yang sudah mulai memutih,tatapan mata yang sangat dingin siapapun yang menatapnya akan merasakan situasi yang berbahaya.
"Dimana aku?"tanyaku kepada sosok kakek tua dihadapan ku.Diantara dunia dan akhirat..."jawaban dingin.dengan wajah yang tidak menunjukkan senyum sedikit pun.
"Dia menyelamatkan ku?tapi tunggu..Kau bilang kita berada di dunia dan akhirat.Dimana kita disini gelap,aku tidak bisa melihat dengan jelas."ucapku dengan masih bingung apa yang sebenarnya terjadi.
"Ngomong-ngomong,kau ini siapa,kakek?"tanyaku semakin penasaran dengan sosok kakek tua yang terlihat sangat lusuh ini.
"Heh, jangan bilang kau ini shinigami!orang yang membawa seseorang ke surga dan neraka...".sosok kakek tua itu tidak menjawab satupun pertanyaan yang ku lontarkan,aku sedikit heran namun yang membuat ku sedikit terkejut melihat pedang mirip dengan senjata yang di pakai sosok penjabat nyawa di dalam filem-filem.
"Tidakkkkkk!,aku belum mau mati !tolong aku baru Melihat sabit!kau pasti shinigami yang mengincar para orang yang sudah mau mati!".dengan reflek aku berteriak dengan suara keras dan sedikit takut jika hari ini adalah hari kematian ku.
"Oww..!"ucapku merasakan rasa sakit yang tiba-tiba muncul dari tanganku yang terbungkus perban.
"Kau merasakan rasa sakit seperti itu berarti kau masih hidup."jawaban sosok kakek tua itu dengan wajah sedikit kesal karna kecerewetan ku.
"Bagai manapun juga.sebuah keajaiban kau bisa selamat.aku terkejut kau tidak benar-benar hancur oleh kekutan yang ada didalam tubuhmu itu.seolah-olah kau adalah pemiliknya."penjelasan kakek tua itu dengan pandangannya yang tidak beralih masih dengan tatapan tajam dan dinginnya.
"Apa yang sebenarnya terjadi?"tanyaku serius kepada sosok ini.
"Apa!kau tak ingat.kau seperti dikendalikan oleh sesuatu yang ada didalam dirimu,aku berusa untuk menyelamatkan mu.tapi,tangan kananmu benar-benar hancur.aku sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk tangan kananmu."penjelasan kakek tua kepadaku.aku mendengar jika tangan kananku hancur aku sedikitterkejut,pantas saja tangan ini terasa sakit sekali.
aku memandangi tangan kananku yang terbungkus perban ini,sedikit penasaran muncul jika tangan ku hancur lantas ini tangan apa kenapa masih ada bentuk tangan walau aku tidak bisa menggerakkannya.
"Jadi kakek telah menyelamatkan ku.terima kasih."ucapanku dengan mata yang menatap tangan kananku berbalik ke sosok tua yang duduk di hadapanku.
__ADS_1
"Masih terlalu cepat untuk berterima kasih.aku mengharapkan kau membalas hutang ini kepadaku! Lagi pula aku sudah menyelamatkan nyawamu kan?"jawab sosok tua itu dengan wajah yang semakin serius.
"Itu memang benar?.apa yang harus aku lakukan?"aku kembali bertanya apa yang ingin kakek tua itu inginkan dari ku.
"Apa aku harus merawat mu!"tanyaku.
"Boleh juga."jawabnya singkat
"Tapi maaf,aku tidak bisa di sini selamanya"aku berucap sedikit menolak aku tidak bisa menjaga ora tuwa ini sedangkan aku harus mencari solusi untuk bisa menyelesaikan dan menghancurkan sistem sialan ini.
Mendengar itu kakek tua itu hanya diam tanpa experesi, melihat itu aku sedikit bingung dengan sosok tua ini.kenpa dia sangat aneh dan misterius,setiap kali aku menatap entah mengapa hati kecil ini bilang ini sangat berbahaya.
"Lihat lah kenyataan.tidak ada yang berjalan sesuai rencana di dunia ini.senakin kau lama hidup,semakin kau menyadari hanya rasa sakit, penderitaan,dan kegagalan yang ada dalam kenyataannya ini."ucap kakek tua dengan memperlihatkan mata berwarna merah gelap,dengan ura yang membuat ku sedikit sesak untuk bernafas.
"Ada apa dengan orang tua ini...?"ungkap ku dengan nafas sedikit terengah-engah.kepalaku seperti berada sangat berat,wajah ini pucat dengan keringat dingin muncul di seluruh tubuhku.
"Cukup sudah!aku ingin ingin lama-lama disini!aku harus..."teriak ku kepada kakek tua itu,aku sudah bertekad aku akan mengubah dunia ini dan menghancurkan sistem bodoh ini untuk bisa kembali ke duniaku.
Entah mengapa tangan kananku masih belum bisa digerakkan,bahkan rasa sakitnya kembali.
"Pergilah jika itu yang kau inginkan.jika itu juga kalo kau mampu."ucap kakek tua dengan perlahan tubuhnya bangkit dari kursi di depanku.
aku yang masih menahan rasa sakit ditangan kananku.Nafasku tersengal-sengal mengan rasa sakit ini,aku membuka salah satu mataku yang tertutup untuk melihat kakek tua itu perlahan membalikan badannya.terlihay dipunggung terdapat sebuah pipa kecil berjualan empat buah.
"Tunggu dulu...Ada yang aneh semua ini.apa yang dilakukan seorang kakek tua di tempat seperti ini sendirian?jika dipikirkan lagi tidak mungkin orang yang berjalan saja sulit bisa menolongku saat di kendalikan."batinku melihat hal-hal tidak masuk akal ini.
__ADS_1
"Kakek...aku bertaruh...kau ini bukan orang biasa kan,apa jangan-jangan kau adalah ninja pelarian?"ucapku dengan sedikit keras kepada sosok tua yang terus berjalan menjauh dengan tangan kirinya memegang sebuah sabit yang di tarik membuat sura gesekan antara baja dengan batu.kakek itu perlahan duduk disebuah tempat mirip kursi raja yang terbuat dari kayu kuno.
Kakek tua itu duduk dengan sabit itu diledakkan di sampingnya,dia perlahan menatapku dengan tatapan angkuh.
"Sebenarnya kau siapa?!"aku kembali bertanya kepada kakek tua itu.
"Aku adalah...hantu uchiha.uchiha Madara."jawaban Dengan suara dingin.
"M-madara?!"aku mengulangi nama itu dengan mata melotot ketakutan.
Mendengar nama iku aku sangat terkejut,aku tidak menyangka bisa bertemu dengan sosok paling berbahaya di filem Naruto.tak kusadari seteguk air liur aku telan.aku tidak tahu sosok Madara ini jauh lebih mengerikan dari pada di filmnya,tubuh ini gemetar hebat aku takut jika dia tau asalku dari mana.kenapa juga aku harus bisa bertemu dengan sosok yang mengerikan ini.
"Kenapa experesi begit,aku adalah leluhurnu kau adalah salah satu anggota clan uchiha siapa namamu!"tanya Madara dengan aura sedikit berubah,setelah menyebutkan namanya dia mengubah ekspresinya sedikit hanya,walau aku tahu apa yang dia rencanakan.
"A-aku.aku uchiha shisui!"aku menjawab berbohong.
"Aku tidak bisa berkata jujur,aku sangat yakin kalo aku berkata jujur dia akan melakukan sesuatu yang mengerikan,
untuk sementara ini aku akan akan menggunakan nama uciha shisui"batinku
Mendengar itu Madara hanya tersenyum,entah apa yang dia pikirkan tetapi aku tahu dia akan melakukan sesuatu yang besar seperti di filem.
"tadi aku bilang,aku mengharapkan kau membalas hutang ini kepadaku kan!?".tanya Madara dengan senyuman sinis nya.
mendengar itu aku hanya bisa mengangguk pelan,aku tidak punya pilihan,aku juga tidak punya kemampuan untuk bisa menolaknya.
__ADS_1
situasi ini membuat jantungku berdetak kencang,apa yang diinginkan dia dari anak seperti ku ini.