
Sebelum terjadinya penyerangan beberapa menit sebelum nya.Diluar desa terlihat dua orang memakai jubah hitam dengan motif awan merah berjalan menuju desa kabut putih di kepalanya ditutupi menggunakan tudung terbuat dari bambu.
"Aku tahu.jadi kita harus mengatasi orang-orang ini dulu sebelum menghabisi Orochimaru."ucap sosok berjubah hitam yang bernama Deidara.
"Melihatnya dia adalah penghianat dari clan Qi.yang memberikan informasi kepada kita."timpal Deidara dengan menatap sosok laki-laki yang sedang berdiri di tengah-tengah tumpukan jasat manusia.Terlihat dari kepadanya seperti nya dialah yang membunuh rekanya sendiri.
"Aku tidak tau.apa yang terjadi setelah aku menggunakan jutsu itu padanya."jawab sosok bungkuk yang berjalan di samping daidara.dia bernama Sasori.
"Yang lebih penting.apakah kamu akan baik-baik saja hanya dengan tas itu?musuh kita adalah clan Qi".timpal Sasori dengan matanya menatap tas berwarna putih yang di bawa Deidara.
"Kita hanya melawan kumpulan anak-anak saja?".jawab Deidara dengan tangan kanannya membuka tasnya.terlihat isi tas itu hanya tanah liat berwarna putih namun di telapak tangan Deidara terlihat mulut dengan lidah yang panjang seperti ingin memakan beda berwarna putih itu.
Mereka berdua terus berjalan tanpa ada rasa takut sedikit pun.seolah-oleh mereka akan menikmati sesuatu yang menyenangkan.tak lama mereka berhenti di depan sosok laki-laki yang berdiri di depan gerbang.
"Kerja bagus,yura."puji Sasori kepada sosok laki-laki bernama yuru.karna telah memberikan informasi dan menghabisi para penjaga desa kabut putih.
"Terima kasih tuan Sasori!". jawaban Yura dengan tubuh berlutut dengan satu kaki,dengan tangan di kepalkan seperti memberi isyarat hormat kepada sosok bernama Sasori.
Mereka bertiga kembali berjalan menyusuri tebing batu yang panjang dan tinggi seperti jalan masuk ke sesuatu tempat.disisi kiri dan kanan terlihat ninja desa kabut putih bergelimpangan dengan banyak luka dan darah terus mengalir.tak lama mereka sampai di dalam desa,bangun-bangun dengan bentuk yang unik berjajar rapi dengan dikelilingi pohon dan bebatuan yang indah.mereka berhenti di depan gerbang desa yang terlihat sangat sunyi.
"Master Sasori,kau dapat menunggu dan menonton dari sini!".ucap Deidara dengan tangan melempar sebuah benda mirip seekor burung berwarna putih.setelah melempar benda itu perlahan tangannya membuat segel.
Boom..
Suara ledakan kecil dengan asap putih mengepul dari arah benda yang dilemparkan.sosok burung berukuran cukup besar muncul dari tengah kumpulan asap.terlihat benda kecil berukuran sekepal tangan sekarang telah berubah menjadi besar.
"Jangan membuat ku menunggu lama,Deidara!"perintah Sasori dengan mata menatap Deidara yang baru saja melompat ke atas burung berwarna putih.
Mendengar itu Deidara hanya tersenyum dengan memperhatikan giginya yang putih.dengan perlahan burung putih itu mengepakkan sayap yang yang besar perlahan Deidara dan burung putihnya terbang meninggalkan Sasori dan Yura.
Terlihat di atas langit burung putih dengan Deidara diatasnya terbang diatas desa.deidara dengan alat di mata kirinya dengan jelas melihat beberapa ninja yang sedang berjaga.perlahan tangannya mengambil sesuatu di tas kecil yang sedari tadi di bawanya.dari dalam telapak tangan terdapat beberapa buah benda berbentuk serangga berwarna putih berukuran kecil seperti boneka dari tanah liat berbentuk memiliki bentuk mirip laba-laba.
Perlahan benda itu di jatuhan dari ketinggian sebelum menyentuh tanah.laba-laba berwarna putih itu meledak membuat boneka laba-laba dari tanah liat itu tadinya berukuran kecil sekarang berukuran menjadi sekepal tangan orang dewasa.
laba-laba yang terjatuh tepat di tubuh ninja yang sedang berjaga.
"Benda apa ini?"tanya ninja penjaga dengan wajah terkejut dan bingung.
melihat benda berbentuk aneh itu menempel di tubuhnya dan dengan cepat melompat ke wajah para ninja berjaga.benda berbentuk serangga itu melompat ke wajah para ninja yang membuat mereka tidak bisa bersuara.
"Seni adalah.....ledakan!".ucap Deidara dengan tangan membuat simbol dengan jarinya.
__ADS_1
laba-laba yang menempel di tubuhnya perlahan bercahaya sebelum meledak.
membuat tubuh ninja itu hancur, disusul ledakan dari beberapa tempat ninja yang sedang berjaga.Setelah membunuh beberapa ninja penjaga deidara melompat kesalahan satu atap gedung.
"Penyusupan berhasil".ucap Deidara setelah mendarat di atap salah satu gedung.namun dia di kagetkan karena di depannya sudah berdiri sosok laki-laki sosok itu adalah amando.
"Cukup.. disana!"perintah amando kepada deidara.dengan tangan disilangkan di depan dadanya,suara yang sedingin es suara yang penuh dengan aura menekan.
Mendengar itu Deidara hanya tersenyum tanpa memperlihatkan wajah khawatir.perlahan tangan kanannya ingin mengambil sesuatu dari tas kecil yang di taruh di pinggangnya.namun sebelum bisa mengambil benda itu sebuah air berbentuk tangan dengan cakar panjang menyapu tempat Deidara berdiri.cakat yang terbuat dari air itu seperti ingin menangkap dirinya.
Merasakan serangan itu,Deidara dengan cepat melompat keatas dan mendarat di atas punggung burung besarnya.segera dengan kecepatan tinggi melesat menjauh kan diri dari amando.melihat itu paman amando mengarahkan serangan air itu untuk menyusul Deidara yang terbang dengan cepat menghindari serangan Air.air berbentuk seperti gelombang dengan kecepatan tinggi.
gelombang air seperti busur panah dengan lihai berbelok mengikuti kemanapun Deidara pergi.dengan gerakan tangan amando memandu air seperti berbentuk seperti busur panah yang sangat panjang.terus mengejar Tampa melukai ninja desa atau menghancurkan bangun lainnya.
"Tinggal sedikit lagi."gumam Deidara dengan mata melihat kearah telapak tangan yang terdapat mulut yang sedang mengunyah sesuatu.
Terlihat beberapa air berbentuk seperti anak panah melesat menghampiri Deidara yang terbang semakin tinggi diatas langit.
"Kau begitu menarik".ungkap Deidara dengan pandangan melihat air yang terus mengejar sebelum menatap amando yang berada jauh di bawah.
Melihat serangan airnya sudah tidak bisa menjangkau nya lagi amando dengan cepat melompat ke sebuah gumpalan air dan melesat menghampiri deidara yang berada di atas langit.dengan wajah yang masih dengan tatapan dingin tanpa sedikit pun senyum.
"tapi...kenapa kau tau aku penyusup?."tanya Deidara kepada amando.dia penasaran kenapa dia biasa ketahuan padahal sudah sangat berhati-hati.
"Tidak ada burung seperti itu.di daerah sini".jawan amando dengan wajah masih dengan experesi acuh tak acuh.
"Begitu ya".jawab Deidara dengan singkat.
"Hei! keributan apa itu tadi.kau harus melapor jika terjadi sesuatu!"ucap penjaga lain yang berada di dalam gedung perlahan pintu dibuka dari dalam.dia sangat terkejut setelah melihat penjaga sudah terbunuh dengan tubuh Tampa kepala.
"A-apa yang... terjadi?"gumam penjaga itu melihat mayat tampa kepala dia segera berlari menghampiri penjaga yang sudah mati.
begitu lama dia menatap mayat itu, sebelum matanya menangkap seseorang yang dia kenal sedang bertarung di atas langit.
"Tuan amando?"timpal nya dengan wajah terkejut.
Di tempat lain sasori dan Yura sedang melihat Deidara bertarung dengan amando di atas langi.
"Sudah ku duga, Deidara tak akan pernah gagal membuat kegaduhan."gerutu Sasori dengan suara kesal.
"Cepat lah Deidara!.kau tahu aku tidak suka menunggu!"ucap Sasori dengan suara berat dengan mata penuh kekesalan di matanya.
__ADS_1
Terlihat seluruh desa memandangi langit yang terlihat sosok Deidara dan amando yang sedang bertarung.
seluruh ninja desa awan putih terlihat cemas menyakitkan pertarungan amando di langit.wajah mereka penuh dengan ketegangan terlihat dari wajahnya yang puncak dengan keringat dingin di dahi mereka.
"Haha...rencana sembunyi-sembunyi ku telah gagal."ungkap Deidara dengan sedikit tertawa.
Tampa menanggapi ucapannya amando perlahan mengangkat tangannya ke atas seluruh air yang berada di desa terangkat seperti pilar yang menembus langit.air itu bergerak keatas menuju amando yang berada di atas langit.melihat itu experesi Deidara sedikit terkejut melihat adegan itu.semua air yang terkumpul membentuk seperti gelombang raksasa tepat di belakang amando.
"Sudah Ku duga...dia memiliki keuntungan.ini buruk."ucap Deidara dengan senyum tipis yang terbentuk di bibinya.
Dengan cepat air itu membuat sebuah tangan besar Dengan cepat bergerak mencoba menangkap deidara.melihat itu Deidara dengan reflek menghindari serangan itu dengan kombinasi jurus peledaknya.
Air bentuk tangan itu seperti naga yang sedang menari di langit seperti mengejar sesuatu.tidak bisa di pungkiri Deidara memiliki kelincahan dan kecepatan yang luar biasa.dia selalu biasa menghindari serangan amando dengan mudah.
"Petunjuk yang sebenarnya baru saja di mulai."ucap Deidara dengan memperlihatkan beberapa burung mirip dengan burung elang berwarna putih.dengan cepat burung elang yang tadinya kecil itu di lemparkan ke udara dan berubah menjadi besar.burung elang itu dengan cepat terbang dan meledak diri nya di tangan besar yang terbuat dari air itu.seperunya Deidara ingin menghancurkan tangan besar yang selalu ingin menangkapnya.
Burung elang terus saja terbang dan medak di dekat amando berdiri.
Amando Tampa experesi terus saja menyerang Deidara dengan tangan air ciptaannya.
"Dia menggunakan peledak yang aneh...dia juga dapat menggunakannya dari jarak jauh?"batin amando melihat serang Deidara beberapa kali di lepaskan.
Deidara masih dalam keadaan tenang menghindari serangan mematikan itu dengan sangat tenang."Sepertinya dia menganalisa semuanya?"batin Deidara dengan mata menatap amando yang masih melakukan serang bertubi-tubi kepadanya.
"Baiklah!.."batin Deidara dengan tangan memperlihatkan dua buah burung berbentuk angsa dengan sayap yang panjang.dengan cepat melemparkan beda itu kearah amando yang berjarak cukup jauh.burung angsa berukuran kecil itu berubah menjadi burung yang besar dengan kecepatan tinggi melesat mengarah ke amando.
"Yang ini lebih cepat!"ucap Deidara dengan jari tangan membuat sebuah segel.walau bentuknya tidak seberapa dari pada serangan tangan air amando tetapi serangan ini cukup berbahaya.
Dengan reflek amando menggerakkan kedua tangannya sebuah air berbentuk tangan es melesat menerjang kedua burung itu memblokir serangan burung angsa yang menuju dengan cepat.namun burung itu dengan mudah menghindarinya bahkan mampu meledakan diri di dekat amando.
ledakan Besar tercipta di langit.
ledakan ini menciptakan asap putih hampir menutupi desa.
Begitu lama asap itu hilang namun setelah asap itu hilang terlihat gumpalan es berbentuk bulat seperti membungkus seseorang didalamnya.
"Dia sangat hebat bisa menangkis serangan ku."ucap Deidara dengan matanya menatap sebuah bola es berukuran cukup besar di hadapannya.
Namun Deidara merasakan aura yang dingin dibelakangnya, dengan cepat pandangan di alihkan kebelakang.dia sangat terkejut melihat sosok tangan es yang berukuran sangat besar.
telapak tangan es berukuran 100 meter bergerak dengan cepat mengarah ke Deidara.deidara dengan reflek menghindarinya dengan kecepatan maksimal namaun kecepatan telapak tangan es itu lebih cepat dari daidara.walau sudah bergerak dengan cepat dia berhasil tertangkap oleh telapak tangan es dan terkubur dalam bongkahan es yang sangat besar.
__ADS_1