
"Di ganggu dari bawah memang tidak seru."ucap Deidara melihat ninja kabut putih sudah mulai mengapung Deidara dari bawah.
"Ditambah....aku lelah melihat wajah mu yang tenang."ucap Deidara dengan tangan melepas benda seperti manusia berjubah di tangannya.
benda itu perlahan melayang beberapa meter di depan Deidara benda yang berukuran sebesar kepala manusia berubah menjadi besar berukuran 30 meter berdiri dengan tangan mengepak seperti beruang yang ingin terbang.
Melihat benda yang berubah menjadi sangat besar wajah amando menjadi sangat terkejut matanya melebar menatap benda besar yang melayang di hadapannya.perlahan benda itu mulai jatuh ke arah desa kabut merah dengan kecepatan tinggi,
"Aku membuat boneka peledak dari tanah liat yang di makan oleh tangan ku dan dikombinasi kan oleh chakra ku.ini adalah level tertinggi dari kekuatan sepesial ku,C-3 Ledakannya merupakan seni terbaikku."ucapan Deidara menyombongkan jurus yang Barus saja di keluarkan.
Beda boneka berukuran 30 meter itu terus jatuh menuju tengah desa.para ninja dan penduduk bisa melihat benda yang jatuh itu dengan jelas karna ukurannya yang besar.jika benda itu meledak di tengah desa bisa di pastikan desa kabut putih akan hancur menyisakan kawah yang besar.
"apa itu?"tanya salah satu ninja yang berada tidak jauh dari tempat beda itu kan jatuh.
"Apa yang terjadi?"timpal salah satu ninja dengan wajah bingung dan kekhawatiran.
"Ini buruk semuanya mudur!"perintah Yura kepada semua ninja desa kabut putih.
"Sudah terlambat."jawab Deidara melihat bonekanya hampir mencapai tanah.dengan wajah penuh dengan wajah kemenangan.segera Deidara membuat segel dengan jarinya,boneka dengan ukuran 30meter itu bersinar sangat terang melebihi sinar matahari di pagi itu.para penduduk dan ninja desa kabut merah hanya bisa membeku melihat kejadian itu,tak terasa mulutnya para warga terbuka cukup lebar menandakan wajah penuh dengan ketakutan.
Cahaya semakin terang di tengah kota seperti akan munculnya matahari baru,cahaya berwarna kuning emas itu terus bercahaya semakin terang membuat semua orang silau akan cahaya yang tercipta.
Boom.....
Suara ledakan dari boneka yang terbuat dari tanah liat itu,ledakan besar berbentuk seperti jamur besar tercipta di tengah kota.asap putih dengan cepat terbentuk menutupi seluruh desa.sura gemuruh seperti langit yang akan runtuh bergema diseluruh desa.wajah Deidara terlihat sangat senang dengan senyuman tipis dibibirnya.asap putih itu cukup lama menutupi sebelum hilang tertiup angin,mata Deidara seperti diciptakan dia seperti melihat ada sesuatu yang aneh.
Benar saja Serang besar itu tidak melukai Bakan menggores bangun desa,ledakan itu di tahan oleh sebuah es berbentuk seperti kain yang sangat besar.para penduduk perlahan membuka matanya mereka dibuat terkejut melihat desanya tertutupi oleh es berbentuk seperti kain yang sangat besar.
"A-apa itu?"tanya ninja dengan wajah terkejut melihat beda seperti es menutupi langit desa.
"Itu es tuan amando....wow! Lihat betapa besarnya pelindung buatannya!."ungkap ninja kabut putih melihat pelindung terbuat dari es berukuran hampir menutupi seluruh desa.
__ADS_1
"Sesuai dugaan ku, tuan amando"ungkap karu melihat adegan ini.
"Amando.."timpal Yura dengan senyuman penuh kebanggaan melihat temanya yang sangat hebat melindungi semua warga desa.
Akibat menahan ledakan yang sangat besar itu chakra amando terkuras sangat banyak, napasnya mula ngos-ngosan,keringat dingin muncul di wajannya.
"Oke,kau dalam area..."ungkap Deidara dengan tangan membuat segel.tanapan penuh kemenangan kembali tercipta di bibirnya.
Mendengar itu amando sedikit terkejut sebelum matanya menatap sebuah burung kecil berwarna putih terbang melintas di hadapannya.
"Katsu!"teriak Deidara dengan di barengi burung berwarna putih itu meledak tepat di hadapan amando.
Bomm....suara ledakan dari Tempat amando berada.
Ledakan dengan area yang tidak terlalu besar tetapi dengan jarak yang sangat dekat tidak bisa di pungkiri serang itu cukup berdampak kepada amando.
"Amando...!"teriak Yura dengan panik.
Melihat itu Deidara hanya tersenyum dia tau serang barusan tidak dapat membunuhnya tetapi setidaknya sudah melukai amando dengan cukup parah.
"Tuan karu! persiapan serang sudah selesai."ucap salah satu ninja menyampaikan informasi kepada karu.
"Baik!..ikuti komando ku!"perintah karu.
Beberapa ninja sudah bersiap menggunakan busur panah.mereka sudah bersiap untuk menerima perintah dari karu.perlahan mereka membidik sasarannya yaitu Deidara yang berada di atas langit,
"Sudah kuduga,es itu seperti itu siap untuk melindungi mu kapan saja."ucap Deidara kepada amando yang berada di dalam pelindung es yang berbentuk seperti telur.
Amando yang berada di dalam pelindung es.nafasnya sudah mulai berat dia sudah sangat kelelahan akibat menahan serangan yang mengarah ke desa.
"Tapi..bagian dari rencanaku."batin Deidara dengan mata menatap bekas ledakan yang tertutupi oleh es yang sedikit sudah retak-retak.
__ADS_1
Amando yang berada dalam pelindung es seketika dikejutkan dengan es yang seperti di lubangi sesuatu dari arah luar.benar saja dari es yang dilubangi muncul beberapa serangga berukuran sekepal tangan manusia masuk kedalam pelindung es amando.
"Mungkin kau telah menghancurkan tangan ku.tetapi aku lihat ada kesempatan untuk memakan sedikit es mu dan mencampurkan dengan tanah ku.es yang dipakai melindungi mu akan menjadi Ahir bagi mu."ucap deidara dengan mata memandangi bola es yang ada tidak jauh di depannya.
"Semua berjalan seperti yang ku rencanaku."timpal Deidara.
Serangga yang masuk kedalam es amando berhenti sebelum berkedip pelan.
"Seni adalah......ledakan."ucap Deidara dengan kembali jaringan membuat segel.
Ledakan kembali tercipta di dalam bongkahan pelindung es amando.telihat es berbentuk telur untuk retak dengan asap putih keluar dari dalamnya.es berbetuk telur itu perlahan hancur menjadi air yang jatuh ke arah desa kabut putih.
"Apa yang terjadi di atas sana!"tanya karu kepada Yura.melihat pertahanan es amando mulai runtuh.
"A-Amando?"ucap Yura khawatir akan keselamatan amando.
Terlihat bongkahan es berjatuhan memperlihatkan tubuh Amando yang sudah tidak sadarkan diri dengan luka yang cukup parah.
Es yang menutupi desa perlahan pecah membuat seperti sedang terjadinya hujan salju didesa kabut putih.
Dengan cepat tubuh Amando jatuh dari ketinggian beberapa ninja berusaha untuk menyelamatkan amando.
"Misi selesai!...tinggal membereskan ninja lemah ini,tapi itu bukan bagian.tetapi mereka!."ucap Deidara dengan menatap puluhan ninja dengan baju anbu lengkap dengan wajah memakai topeng berbentuk hewan.mereka mulai masuk dan membunuh seluruh warga desa dengan kejam.
"Aku kan segera kembali!..jika master Sasori,menunggu lebih lama lagi dia akan marah kepadaku.
Apa dia ingin membuat ku menunggu selamanya.gerutu Sasori dengan mata melihat langit kabut putih berkedip-kedip seperti petasan yang meledak di udara.
Perlahan Deidara dengan burung hantunya terbang menjauh meninggalkan desa yang sedang kacau oleh pertempuran.deidara hanya mendapatkan misi untuk membunuh pemimpin desa bernama amando.
"MISI SELESAI" ucap Deidara perlahan terbang kembali ke tempat tuan Sasori berada.
__ADS_1