Masuk Ke Dunia NARUTO

Masuk Ke Dunia NARUTO
bersatunya CLAN QI


__ADS_3

Para penduduk dan ninja kabut putih melihat Deidara berhasil tertangkap dan terkurung di bongkahan es.


berbentuk seperti telur yang sangat besar di langit mereka semua bergembira mengira ancaman desa sudah teratasi.


"Sudah berakhir."ucap salah satu ninja desa kabut hitam dengan senyuman tipis yang terbentuk di bibirnya.dia bernama yuna.yuna adalah salah satu ninja terhebat di desa kabut awan dengan jurus pedang nya yang sangat mematikan.


"Sesuai dugaan,tuan amando memang hebat!."puji salah satu ninja.


"Ya! Tuan amando disini,desa kita akan selalu aman."timpal salah satu ninja desa kabut putih.


Disisi lain amando melihat bola besar di yang mengurung deidara dari dalam bongkahan es sebagi pelindungnya.


semua orang tertawa bahagia sebelum wajah mereka berubah,wajah yang sebelumnya sangat bahagia sekarang menjadi wajah yang penuh kanan ketakutan.


Sosok Deidara yang terjebak di dalam bongkahan es mengaktifkan jurusnya dengan simbol yang dibuat oleh jari tangannya.


"Meledak.."ucap Deidara yang masih terkurung di dalam bongkahan es berbentuk seperti telur yang sangat besar.


Boom...


Sura ledakan dari salah satu sisi es seketika hancur menjadi serpihan es yang terjatuh ke bawah desa.lubang besar tercipta setelah ledakan itu dibarengi sosok Deidara yang meluncur melarikan diri dengan cara menjatuhkan tubuhnya menuju desa.


Melihat itu dengan cepat amando mengarahkan jurus airnya yang berbentuk seperti tangan gurita yang terbuat dari air.karna pegerakan Deidara tidak terlalu cepat dan sulit menghindari nya dengan mudah amando menangkap kakak nya.beberapa kali Deidara terpontang-panting di atas udara sebelum di lempar kembali kedalam celah bola es yang sudah berlubang.


Deidara terpental mengarah ke lubang bola es yang berubah seperti mulut lintah dengan disisi kiri dan kanannya seperti ada gigi-gigi tajam.gigi itu bergerak memutar seperti ingin menggiling tubuh Deidara menjadi tumpukan daging cincang.


Sebelum dirinya benar-masuk dengan.dengan cepat tangannya di ayunan melemparkan sebuah tanah liat berbentuk burung hantu dengan cepat tanah liat berbentuk burung hantu itu meledak berubah menjadi besar.burung hantu itu terbang cepat menangkap tubuh Deidara di udara burung hantu itu segera melempar kan tubuh Deidara ke punggung besarannya dan membawa Deidara terbang menjauh.tetapi bola es itu juga dengan cepat berubah menjadi bentuk es seperti tombak yang sangat panjang mengejar Deidara yang semakin jauh terbang.


"HEMM!...Es itu mengacaukan ku"ucap Deidara dengan wajah masamnya.burung hantu itu terus terbang dengan di ikuti es berbentuk anak panah.Puluhan es terbang melesat seperti ingin menangkap Deidara yang terbang lincah di atas langit.


Tap..tap..tap..


Suara puluhan langkah kaki manusia datang menghampiri ninja Yuna yang berad di atas atap salah satu bangunan.melihat pertarungan DEIDARA dengan amando.


"Tak ada yang selamat dari jurus es.tuan amando!"ucap Yuna dengan percaya diri.dia tau kemapuan es yang di miliki tuan amando tidak sembarang dia satu-satunya orang yang mampu menggunakan jurus es nya dengan sangat sempurna.


"Yuna!.apa benar amando sedang bertarung?."tanya salah satu ninja dengan mata kirinya yang dibalut perban.ninja itu bernama karu dia adalah pemimpin keamanan desa kabut awan.


"Diaman dia?"tanya karu kepada Yuna.


"Ya Di Sana."jawab Yuna dengan jarinya menunjuk keatas langit yang terdapat dua sosok manusia yang sedang bertarung.


Semua ninja yang datang bernama karu sangat terkejut tidak terasa mulutnya terbuka lebar seperti orang yang Merasa terkejut.

__ADS_1


"Amando.."ucap karu dengan wajah khawatir melihat sosok amando yang bertarung sendirian di atas langit.


Amando dengan tatapan yang dingin terus mengatakan esnya untuk menyerang Deidara yang terlihat semakin kerepotan.beberpa kali es itu hampir berhasil mengenainya.kombinadi gerakan jurus es itu sangat lincah dengan jumlah yang cukup banyak.salah satu es berbentuk panah itu berhasil menangkap lengan Deidara.perlahan es itu merambat naik sampai keatas bahu Deidara.


Matanya terbuka sangat lebar dengan experesi panik melihat tangannya terselimuti es yang sangat dingin sampai membuat tangannya mati rasa.


Amando melihat itu langsung mengangkat tangannya keatas perlahan es itu terus merayap naik.melihat situasi itu membuat Deidara semakin panik dengan cepat mengambil sesuatu dari dalam tasnya.dengan cepat melepaskan sebuah benda yang berubah menjadi kelabang yang cukup besar berjalan di atas es yang menangkap tangannya.kelabang itu melilit bongkahan es dan meledakan diri tetapi bongkahan es itu seperti tidak terjadi apa-apa.


Tangan amando semakin tinggi di angkat dengan telapak tangannya perlahan mengepal disaat tangan mulai menghapal es yang menangkap tangan kiri Deidara semakin kuat mencengkram seperti ingin menghancurkan tangannya.


"Kena!"ucap salah satu ninja.


"Tuan amando!memang hebat teriak."teriak semua ninja bersemangat.


Wajah deidara dipenuhi keringat dingin melihat situasi ini dia tau jika seluruh tubuh terkena es ini tubuhnya akan hancur.dengan cepat burung hantu itu terbang dan berputar yang membuat tangan kirin Deidara harus terlepas dari tubunya.Terlihat darah keluar dari sela-sela baju yang compang-camping.


"Dihhh!..dia masih bisa bergerak?"ucap karu kesal mata tidak lepas memandangi pertarungan di atas langit.


"Itu hanya keberuntungan!"timpal Yura dengan wajah sedikit datar.


"Cukup bagus.."Ucap Deidara Melihat tangan kirinya sudah hancur.walau melihat salah satu tangannya yang sudah hancur wajahnya tidak menampak rasa sakit bahkan kekhwatiran.


"Jadi,itu air yang digunakan untuk menghancurkan tanganku....air yang berubah menjadi es memiliki kecepatan dan kekutan diatas air biasa."batin Deidara setelah menganalisis kekutan dari amando dan juga merasakan kekuatannya secara langsung.


Melihat ekspresi wajah deidara yang berubah membuat amando semakin was pada dia tau dia tidak akan melakukan tindakan yang ceroboh.


Perlahan Deidara memasukan tangannya di sebuah tas kecil dia bermaksud ingin mengambil tanah liat untuk menyerang gara laki.


"Aku ingat..es yang menghancurkan ku adalah es yang menjadi pertahanan tak tertembusnya.dari kata lain perlindungan itu terbuat dari es yang menghancurkan tangan ku."ucap Deidara dengan tawanya dia sudah tahu kelemahan dari amando.


Pandangan mereka berdua saling beradu tatapan saling ingin membunuh terpancar dari mata mereka.jual beli serangan kembali tercipta tangan es meliuk-liuk seperti ular ledakan demi ledakan tercinta diatas langit.kilatan cahaya semakin sensitif terjadinya hujan seperti hujan salju di desa awan putih di akibatkan kekuatan es yang terkena ledakan.


Melihat situasi yang semakin tidak di menguntungkan deidara harus segera membunuh amando.


"Sial..aku terlalu meremehkan mereka.tanah liat ku tinggal sedikit.aku tak mempunyai persiapan yang cukup.ini seperti yang dikatakan master Sasori."ucap Deidara dengan sedikit tawa karna kecerobohan nya sendiri dia harus terjebak dalam situasi yang sedikit merepotkan.


Terlihat tangan kanannya kembali dimasukan kedalam tas yang dibawanya.didalam tas itu terlihat telapak tangan Deidara yang mempunyai mulut seperti memakan tanah liat dengan rakus.sepertinya Deidara berniat akan menggunakan jurus terkuatnya.


Benar saja tidak butuh waktu lama sebuah benda berukuran sebesar kepala manusia di keluarkan dari mulut yang ada di telapak tangannya.benda berbetuk seperti manusia yang terbungkus dan kedua tangannya seperti disilangkan mirip seperti boneka yang memakai jubah Akatsuki.


Melihat itu Deidara menyempitkan matanya melihat benda aneh di tangan Deidara.semua warga desa terlihat sangat tegang melihat apa yang akan dilakukan Deidara dengan benda itu.


"Aku akan menghancurkan desa ini."ungka Deidara dengan matanya menatap benda sebesar kepala manusia itu.

__ADS_1


di tempat lain sosok Sasori menampilkan mata yang sudah tidak sabar.


"Sialan! beberapa lama lagi aku harus menunggu?."ungkap Sasori dengan kesabaran yang sudah mulai hilang kepada Deidara.


"Sudah ku bilang aku tidak suka menunggu."timpalnya dengan mata menatap Deidara yang terbang di langit.


Semua penduduk desa melihat kearah amando dengan wajah khawatir.


bahkan anak kecil dan wanita memperlihatkan wajah yang sangat pucat.


"Tuan amando?"ucap salah satu penduduk dengan wajah dipenuhi keringat dingin.


Amando masih memperlihatkan tatapan sedingin es nya.dia tidak akan membiarkan Deidara melakukan sesuatu yang mengancam desa.


"Jubah hitam dengan awan merah!dilihat dari pakaian yang,lawan tuan amando adalah anggota akatsuki!."informasi yang diberikan oleh salah satu ninja yang memakai teropong untuk mengidentifikasi musuh yang berada jauh di atas langit.


"Sudah ku duga."jawab Yura dengan dingin.


Disampingnya terlihat karu dengan wajah di penuhi keringat dingin terlihat jelas wajah kekhawatiran.


Ditempat lain Deidara masih dalam keadaan bertahan dia selalu menghindari serangan yang dilancarkan amando.


"keluarkan status darurat!"perintah karu kepada salah satu ninja kepercayaannya.


"baik."jawab ninja itu langsung melakukan tugas nya pampa ada keraguan.


"kau,pimpin dua pasukan dan lindungi penduduk!"perintah Yura kepada ninja lainnya.


"tutup jalan keluar masuk ke blok-A!".


"Baik."


"tak adalagi berfikir lawannya hanya satu.apapun yang terjadi, persiapan perang harus secepatnya.tim medis harus membuat perlindungan dan membawa penduduk cepat!.kita tidak akan membiarkan ada yang terluka!"titah amando menginstruksikan semua ninja awan putih untuk berpisah berperang.


"paham."jawab semua ninja dengan cepat mereka pergi ke posisi masing-masing.


ratusan ninja bergerak menjalankan tugas mereka.tim pelindung segera menempati posisi mereka dan segera mengaktifkan gulungan perlindungan.


sedang kan ratusan ninja penyerang berlari mendekati tempat amando berada lengkap dengan senjata ditangannya.


"kita akan mendukung amando..bukan,tuan amando dengan kekuatan penuh kita!"ungkap karu dengan wajah serius.dia tidak akan membiarkan Desa dan tuan amando hancur.


mendengar itu Yura hanya tersenyum tipis karena sekarang semua orang sudah mengakui amando sebagai pemimpin mereka.

__ADS_1


__ADS_2