
Tap..tap..tap....
Terdengar suara langkah kaki yang mulai mendekat kearah aku dan yu yin,aku segera mencoba bangkit walau tidak bisa di pungkiri badanku sakit semua.
"Nona yu yin!...apa kau baik-baik saja?."tanya seorang laki-laki berbaju berwarna hijau gelap,lengkap dengan senjata pedang di punggungnya,mereka adalah ninja pengawal amando.
"Aku!..baik-baik saja dimana ayah.?"
tanya Yu yin dengan perlahan melangkah menuju para ninja penjaga dengan wajah panik.
Aku melihat tingkah mereka sedikit aneh, pandangan mereka saling beradu seperti menyembunyikan sesuatu yang penting.talak lama terdengar suara tua yang ku kenali adalah kakek hun.
"Amando!..sedang melawan musuh yang ingin mencoba menyusup ke desa.sekarang tak ada banyak waktu kalian berdua harus secepatnya pergi meninggalkan desa kabut putih!".ucap kakek hun kepada kami berdua yang masih membeku mendengar ucapan kakek hun.
Terlihat beberapa ninja sedang berusaha untuk menyelamatkan warga desa ketempat yang lebih aman,dan yang lain membatu tuan amando.
"Tapi!..kek!"ucapan menolak yu yin harus terpotong saat tangan besar memukul leher belakangnya yang membuat yu yin seketika pingsan.aku melihat itu reflek menangkap tubuh Yuyin yang sudah tidak sadarkan diri.berbalik kepada seorang laki-laki bertubuh besar.
"maafkan kekeh yu yin,kakek harus melakukan ini.untuk mu putra!...kau harus memenuhi permintaan amando!..untuk menjaga yu yin?".ucap kakek hun dengan wajah serius.
"Tapi kek...kita kan bisa pergi bersaa...?"ucapku terpotong melihat kakek huh menggelikan kepalanya perlahan mendalam tindakan itu tidak bisa di lakukan.
"Tidak bisa putra!..mereka akan mengetahui identitas yu yin sebenarnya sebagi anggota clan Qi.aku tidak ingin melihat cucuku menjadi buronan ninja sialan itu untuk seumur hidupnya!,"ungkap kakek hun dengan perlahan berjongkok di samping yu yin.
Aku melihat tangan tuanya membelai pipi Yu yin dengan penuh kasih sayang seorang kakek kepada cucunya.
wajahnya terlihat murung seperti memikirkan sesuatu yang tidak bisa di penuhi.
Zrak...zrak..Suar tebasan pedang dari luar.menandakan sedang terjadinya pertempuran,Sura ledak saling bersahutan seperti langit yang akan runtuh.
Dengan cepat ninja yang mengetahui situasi itu semakin bersiaga penuh karna mereka di tugaskan amando untuk mengantar mereka keluar dari desa.
"Kalian berdua pergi dan cari orang bernama HANYUN.dan serahkan gulungan ini kepadanya!"perintah kakek hun kepadaku dengan tangan menyodorkan sebuah gulungan berwarna putih dengan di tipisnya berwarna hitam.
"A-aku!..bisa mencarinya dimana kek?."tanyaku
"Yu yin tau dia ada di mana dia!."ucap kekek hun,setelah menjawab pertanyaan ku dengan cepat tubuh kakek hun menghilang dari hadapan ku.
[Tuan.. sebaiknya kita harus cepat pergi!,saya mendeteksi bahwa ratusan ninja berlevel tinggi sudah masuk kedalam desa.]
"A-apa?..apa mereka benar-benar ingin membatasi semuanya."batinku dengan tangan mengepal mengetahui betapa kejamnya para ninja ini.
"ayo kalian cepat pergi!...kau sudah tidak ada waktu untuk berfikir!"ajak salah satu ninja penjaga.
__ADS_1
Mendengar perintah ninja penjaga yang sedikit Panik aku segera menggendong tubuh yu yin di punggungku.dengan perlahan keluar dari reruntuhan rumah yang sudah sangat hancur, melihat tidak ada orang aku segera berlari dengan cepat.
"kita harus kemana?."tanyaku kepada salah satu ninja penjaga.
kalian...pergi menuju bangunan berwarna merah disebelah timur.
disana ada pintu darurat yang terletak di bawah tanah.
Mendengar itu aku segera mempercepat lariku,suara teriakan orang minta tolong rintihan dan tangisan anak kecil.membuat ku sakit disaat ada orang yang minta tolong aku tidak bisa berbuat apa-apa,tak terasa air mata ini menetes mendengar teriakan yang penuh dengan rasa sakit itu.
"cepat kesini!"instruksi salah satu anggota ninja pengawal.nija itu menginstruksikan mereka untuk bersembunyi di dalam sebuah bangunan yang sudah hancur.kami bisa melihat seorang wanita tua yang duduk dengan suara memohon.
"Ampun tuan!..jangan bunuh aku".teriak wanita tua memohon kepada kumpulan sosok ninja dengan pedang ditangannya yang sudah penuh dengan noda berwarna hitam ya itu darah segar dari para ninja dan warga desa kabut putih yang di bantai.
"Hahaha!..mengampuni mu apa untuk nya bagi ku?".teriak salah satu ninja dengan pedang diarahkan ke leher wanita tua itu.
Aku melihat itu bermaksud ingin membantu wanita tua itu."jangan...mereka terlalu banyak,kita utamakan misi untuk membawa nona yu yin keluar dari desa ini!"perintah salah satu ninja pengawal dengan tangan menahan ku untuk keluar dari persembunyian.
melihat itu aku hanya menganggu memang benar jumlah mereka terlalu banyak mengungguli kami yang hanya 4orang ninja pengawal dan ditambah aku yang tidak bisa apa-apa.
aku masih bisa melihat mereka dari lubang tembok yok sedikit berlubang.
salah satu sosok itu menebaskan pedangnya dan memotong tangan wanita tua itu.darah keluar dengan deras di bekas tangan yang terpotong, melihat adegan itu aku hanya bisa menutup mata aku tidak bisa melihat adegan kejam di hadapanku.
Aku yang berada didalam rumah sudah tidak bisa lagi mengontrol emosiku melihat anak kecil dan orang tua yang tak berdaya,di bantai dengan kejam.
"Kejam sekali!.."ucap ku pelan dengan nada marah, sosok ninja yang tidak mempunyai perikemanusiaan membunuh orang yang tak berdaya seperti binatang.
"hidup ini kejam siapapun yang kuat dialah tuanya."timpal salah satu ninja penjaga dengan experesi marah dia tau dia ninja desa seharusnya dia membatu Waga desa bukan bersembunyi.
tapi mereka haru berfikir jernih jika mereka bertindak bodoh nyawa mereka semua akan terbaca dan tidak akan ada lagi yang tersisa dari desa kabut putih dan clan Qi.
"Akan ku bunuh kalian!"ucapku penuh dendam yang ternganga besar.melihat ke kejam ini.
"Sekarang Kau cuma anak kecil biasa apa?..tepati suatu saat nanti kami yakin kau! bukan tuan putra akan mengubah segalanya."ucap salah satu ninja penjaga dengan wajah yakin.mensengar itu aku semakin memantapkan untuk menjadi kuat dan mengubah sistem kejam ini.
"akan ku hapus sistem ini!..siapapun yang menghalangi tujuan ku akan kubunuh!"batinku dengan air mata penuh kebencian.dendam yang besar seperti memicu kelapaku sedikit pusing,mataku sedikit berkubang kunang sebelum aku kehilangan kesadaran.
Aku seperti berada di tempat yang gelap, terlihat sosok yang Ju kenal iya itu adalah beberapa ninja yang membunuh anak kecil dan wanita tua itu.tanpa aba-aba aku segera berlari memukul dan menendang mereka secara berutal.mereka hanya menghindari serangan ku seperti permainan anak kecil.tangab kecilku berusaha mengenai tubuh mereka tapi apa daya Serangan ku yang lemah dan lambat hanya lah sebuah lelucon.
Puluhan kali aku terlempar akibat pukulan dan tendangan sosok ninja ini.rasa sakit seperti tulangku yang patah.aku menatap sosok itu penuh dengan kemarahan,aku tidak terima dengan sikap kejamnya mereka yang membunuh manusia seperti binatang.
"kau ingin mengubah sistem yang sudah dibuat?.dengan kekutan mu yang lemah itu?"ucap salah satu sosok ninja itu meremehkan ku.
__ADS_1
"sialan...?.umpat ku mendengar aku yang diremehkan seperti ini.dengan perlahan aku membangkitkan tubuhku untuk berdiri dan melawan mereka lagi.
"dasar manusia bodoh!...kau tak tahu batas kemampuan mu?"caci sosok berjubah hitam itu dengan cepat berlari mendekati ku yang sedikit sempoyongan.
ninja itu menebaskan pedangnya tepat keleherku.aku melihat serangan itu hanya berdiam diri Tampa ada niat untuk menghindari.
"akhirnya kau!sudah menyerah.?"ucapannya kepadaku dengan tangan mengayunkan tebasan dengan kecepatan tinggi mengarah tepat di dadaku.
Tetapi saat pedang itu hampir merobek dadaku dengan cepat aku menangkap pedang itu dengan tangan kananku yang terlihat menguarkan darah segar yang menetes dengan deras,rasa ini tidak seberapa jika harus melihat orang yang bersalah dibunuh didepan ku.
dengan kekuatan yang tersisa aku mengayunkan tinju dari tangan kiriku menuju tepat di topeng berbentuk rubah berwarna putih dengan hiasan berwarna merah.
entah mengapa kekutan pukulan ku menjadi sangat kuat sampai bisa mementalkan sosok hitam itu dan menghancurkan topeng yang di pakainya menjadi beberapa serpihan bagian topeng yang hancur.
namun yang membuat ku terkejut bukan karna kekuatan pukulan ku,tetapi di balik topeng itu hanya terlihat wajah manusia penuh dengan asap hitam namaun terdapat mata yang seperti saringan berwana hitam keunguan.
melihat mata itu badanku menjadi sedikit gemetar,ditambah sosok hitam di hadapan ku berteriak seperti sedang kesakitan.api dengan warna keunguan itu menyelimuti seluruh tubuh sosok hitam.sosk hitam terus berteriak perlahan tubuhnya menjadi ketiadaan hanya meninggalkan bola mata yang melayang mendekati ku.
"apa ini?"tanyaku bingung.
"ini adalah gabungan antara kebencian dan dendam? yang disebut tehnik mata (Jigoku no me atau [mata neraka.])"tiba-tiba muncul suara seorang kakak tua menjawab pertanyaan ku.
"maksudnya Jigoku no me apa?."tanyaku kembali meminta penjelasan yang lebih mudah di pahami.
kau telah membangkitkan mata gabungan dari tiga mata di dunia ini,yaitu Mangekyo Sharingan,
Tenseigan ,dan mata yome.gabungan dari 3 tehnik mata ini menciptakan mata baru yang disebut [Jigoku no me/mata neraka.]sosok itu menjelaskan kepada ku dengan suara beratnya.
mendengar penjelasan itu aku memandangi benda seperti mata itu mirip dengan Mangekyo Sharingan.
tetapi memiliki perbedaannya yaitu hanya berwarna ungu kehitaman dengan garis-garis di sampingnya.
semakin lama aku menatap beda ini kesadaranku mulai hilang kembali entah mengapa serai aku melaku perjalan beda dimensi kepalaku menjadi terasa berat dan pusing.
mataku juga ikut perih seperti ada sesuatu yang masuk kedalam bola
mataku,perlahan darah merah keluar mengalir dengan deras rasa sakit seperti berdenyut di dalam bola mataku bercampur rasa panas seperti terbakar dan perih.
tubuhku tertunduk lemas kesebuah lantai berwarna hitam darah terus menetes kelantai itu menciptakan genangan darah cukup banyak.
pandangan Ju juga semakin kabur sampai aku terjatuh kelantai.sebelum aku kehilangan terlihat sosok kakek tua dengan tongkat besi berwarna hitam berjalan mendekatiku,
sebelum aku berhasil melihat wajahnya kesadaran ku sepenuhnya menghilang menjadi gelap.
__ADS_1