Maura putri

Maura putri
BAB 22


__ADS_3

" Dunia memang sempit. " ucap noval.


" Sempit sekali, makanya kita bertemu dengan orang orang yang bodoh. " ucap ayu dengan santai nya.


" Lebih baik kita biarkan mereka disini kak, kita harus ke rumah sakit menjenguk maura. " ucap mara dengan menggandeng tangan rava dan juga tangan james.


" Ucapkan kepada maura semoga betemu dengan orangtua nya. " ucap mira dengan senyum sinis nya.


" Sebelum aku mengatakan kepada maura aku akan mengirim mu terlebih dahulu ke neraka. " ucap mara dengan tatapan yang tajam.


" Ouhh aku takut. " ucap mira dengan lelucon.


Mara pun menghiraukan ucapan mira lalu membawa rava dan james keluar dari markas adhitama, kemudian melaju ke rumah sakit.


***


" Hari ini sangat lelah sekali, tpi aku senang banyak yg suka dengan butik ku. " ucap chila dengan tersenyum manis.


Chila pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sangat lengket. Setelah mandi chila pergi ke dapur untuk memasak.


" Rumah yg besar tapi penghuni hanya aku saja, tapi kak mara pergi kemana ya. " gumam chila sambil memasak.


Ting... tong... ting.....tong.


" Siapa ya. " ucap chila sambil mematikan kompor dan berjalan ke depan pintu.


Chila pun membuka pintu. Ceklekk

__ADS_1


" Chilaa. " ucap seseorang dengan tersenyum.


" Ini kamuu. " ucap chila tidak menyangka.


" Iyaa ini aku. " ucap seseorng.


" Masuk lahh. " ucap chila sambil menutup pintu nya kembali.


Chila tidak menyangka bahwa sahabat dari kecil nya datang ke jakarta.


" Bagaimana kabar kamu chila?. " ucap bila.


" Aku baik bil, dan km bagaimana kabarnya serta keluarga kamu. " ucap chila.


" Aku sangat baik chil, keluarga aku juga sama mereka baik baik saja. " ucap bila.


" ayo. " ucap bila sambil tersenyum.


Chila dan bila pun makan malam bersama.


***


" Mah, pah bagaimana keadaan maura?. " ucap mara.


" Sayang kapan km kesini dan chila mana. " ucap rara.


" kemarin mah, kalau chila di bandung mara tidak memberitahunya karena mara ingin chila fokus saja dengan usahanya mah agar chila tidak terlalu khawatir dengan keadaan maura. " ucap mara.

__ADS_1


" Baiklah kalau gitu, keadaan maura masih sayang dia masih koma. " ucap rara dengan sedih.


" Mamah harus kuat, aku yakin maura akan cepat sembuh mah. " ucap mara dengan tersenyum.


" Iyaa sayang. " ucap rara.


Raka dan rara pergi ke rumah nya untuk istirahat dan yang menjaga maura hanya ada mara dan rava.


" Kak kau isturahat saja biar maura yang aku jaga. " ucap mara karena melihat rava yg lelah.


" Apa kau tidak apa apa di sini sendiri. " ucap rava.


" tidak kak ayoo kaka istirahat saja. " ucap mara.


Rava pun setuju karna rava sangat lelah, ia pulang ke hotel. Sedangkan mara menjaga maura di dalam kamar VIP.


" Maura kapan km sembuh, kakak sangat rindu. " ucap mara sambil meneteskan air matanya.


Tidak lama memudian jari maura pun bergerak perlahan.


" Maura apa km udh sadar. " ucap mara dengan gembira, mara pun menekan tombol yg ada di samping nya, untuk memanggil dokter.


" Mara. " ucap dokter aril yang baru masuk ke kamar maura.


" kak aril, kak tadi tangan maura gerak kak ayo cepat periksa. " ucap mara sambil terburu buru.


" Baik, kau diam dulu di luar. " ucap dokter aril.

__ADS_1


Mara pun diam diluar dan berharap bahwa maura sudah bisa pulih.


__ADS_2