
" Dunia memang sempit. " ucap noval.
" Sempit sekali, makanya kita bertemu dengan orang orang yang bodoh. " ucap ayu dengan santai nya.
" Lebih baik kita biarkan mereka disini kak, kita harus ke rumah sakit menjenguk maura. " ucap mara dengan menggandeng tangan rava dan juga tangan james.
" Ucapkan kepada maura semoga betemu dengan orangtua nya. " ucap mira dengan senyum sinis nya.
" Sebelum aku mengatakan kepada maura aku akan mengirim mu terlebih dahulu ke neraka. " ucap mara dengan tatapan yang tajam.
" Ouhh aku takut. " ucap mira dengan lelucon.
Mara pun menghiraukan ucapan mira lalu membawa rava dan james keluar dari markas adhitama, kemudian melaju ke rumah sakit.
***
" Hari ini sangat lelah sekali, tpi aku senang banyak yg suka dengan butik ku. " ucap chila dengan tersenyum manis.
Chila pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sangat lengket. Setelah mandi chila pergi ke dapur untuk memasak.
" Rumah yg besar tapi penghuni hanya aku saja, tapi kak mara pergi kemana ya. " gumam chila sambil memasak.
Ting... tong... ting.....tong.
" Siapa ya. " ucap chila sambil mematikan kompor dan berjalan ke depan pintu.
Chila pun membuka pintu. Ceklekk
__ADS_1
" Chilaa. " ucap seseorang dengan tersenyum.
" Ini kamuu. " ucap chila tidak menyangka.
" Iyaa ini aku. " ucap seseorng.
" Masuk lahh. " ucap chila sambil menutup pintu nya kembali.
Chila tidak menyangka bahwa sahabat dari kecil nya datang ke jakarta.
" Bagaimana kabar kamu chila?. " ucap bila.
" Aku baik bil, dan km bagaimana kabarnya serta keluarga kamu. " ucap chila.
" Aku sangat baik chil, keluarga aku juga sama mereka baik baik saja. " ucap bila.
" ayo. " ucap bila sambil tersenyum.
Chila dan bila pun makan malam bersama.
***
" Mah, pah bagaimana keadaan maura?. " ucap mara.
" Sayang kapan km kesini dan chila mana. " ucap rara.
" kemarin mah, kalau chila di bandung mara tidak memberitahunya karena mara ingin chila fokus saja dengan usahanya mah agar chila tidak terlalu khawatir dengan keadaan maura. " ucap mara.
__ADS_1
" Baiklah kalau gitu, keadaan maura masih sayang dia masih koma. " ucap rara dengan sedih.
" Mamah harus kuat, aku yakin maura akan cepat sembuh mah. " ucap mara dengan tersenyum.
" Iyaa sayang. " ucap rara.
Raka dan rara pergi ke rumah nya untuk istirahat dan yang menjaga maura hanya ada mara dan rava.
" Kak kau isturahat saja biar maura yang aku jaga. " ucap mara karena melihat rava yg lelah.
" Apa kau tidak apa apa di sini sendiri. " ucap rava.
" tidak kak ayoo kaka istirahat saja. " ucap mara.
Rava pun setuju karna rava sangat lelah, ia pulang ke hotel. Sedangkan mara menjaga maura di dalam kamar VIP.
" Maura kapan km sembuh, kakak sangat rindu. " ucap mara sambil meneteskan air matanya.
Tidak lama memudian jari maura pun bergerak perlahan.
" Maura apa km udh sadar. " ucap mara dengan gembira, mara pun menekan tombol yg ada di samping nya, untuk memanggil dokter.
" Mara. " ucap dokter aril yang baru masuk ke kamar maura.
" kak aril, kak tadi tangan maura gerak kak ayo cepat periksa. " ucap mara sambil terburu buru.
" Baik, kau diam dulu di luar. " ucap dokter aril.
__ADS_1
Mara pun diam diluar dan berharap bahwa maura sudah bisa pulih.