
" Hai chila, apa kabar?. " ucap mira sambil mengulurkan tangannya.
" Baik. " ucap chila tanpa membalas uluran tangan mira.
Mira merasa geram dengan tingkah chila yang so angkuh, tapi demi rencana berhasil dia harus bersabar.
Chila yang fokus mengukur baju mira dan melirik sekilas ke arah noval, chila merasa geram dan ingin sekali mencabik-cabik mereka yang sudah mencelakai maura.
" Sudah. " ketus chila.
" Makasih chilaa, minggu depan aku fitting baju nya ya. " ucap mira yang so baik.
" Hm. " ucap chila.
Mira pun keluar dari ruangan chila sedangkan noval masih terdiam di tempat nya.
"Ngapain masih disini?, calon istrimu sudah di luar. " tegas chila.
" Aku hanya ingin melihat mu sebentar chila, apakah tidak ada kesempatan buat aku?, aku sungguh menyesal chila apa yang aku perbuat terhadap maura. " ucap noval sambil memegang tangan chila.
Chila menghempaskan tangan noval dan berkata. " Untuk apa km melihat ku? bukan kah km sudah punya calon istri? untuk kesempatan apa kamu tidak berpikir untuk apa aku memberi kesempatan yang sudah menghianati aku?, perbuatan mu terhadap adik ku sungguh keji, kau seperti bukan manusia. Sebelum aku melakukan hal yang tidak-tidak lebih baik km pergi, cepett pergii. " tegas chila.
__ADS_1
" Baik aku akan pergi, dan ingat suatu saat aku akan memaksa km untuk menikah dengan ku. " sinis noval dan langsung pergi dari butikchila.
Chila langsung berpikir apa benar yang di katakan noval, jika benar bagaimana. Karena chila sudah ada rasa terhadap rava dan sebaliknya.
Chila akan pasrah dengan takdir jika dia harus menikah dengan noval maka chila harus menerima, Tapi chila akan bersih keras untuk menggagalkan rencana noval dan mira.
" Semoga saja ini tidak terjadi, rava aku sangat takutt. " ucap chila dengan sedih.
Di sisi lainn....
Rava sudah mendengar semuanya yang di ucapkan noval, karena rava menyimpan perekam suara di ruangan chila tanpa sepengetahuan chila.
" Tenyata noval tidak kapok, jika noval ada disini maka subroto juga ada di sini, masalah maura aman dan chila bagaimana ini? sepertinya aku harus segera ke jakarta dan aku akan mengirimkan team keamanan untuk mara selama aku ada di jakarta. " ucap rava yang membereskan berkas-berkas nya.
Tut... tutt...
"Hallo sekar. " ucap rava.
" Iyaa kak?. " ucap sekar.
" Keruangan kakak sekarang. " ucap rava sambil mematikan telepon nya.
__ADS_1
Sekar pun menutup telepon nya dan langsung menuju ruangan rava.
Tok.. tok... tokk....
" Masuk. " ucap rava.
" Ada apa kak?. " ucap sekar.
" Hari ini kakak harus ke jakarta, km handle semua yang ada di sini. " ucap rava.
" Hmm, kakak mau ngapain ke jakarta?. " ucap sekar.
" Ada hal penting yang harus kakak selesai kan. " ucap rava.
" Baiklah kak, hati-hati. " ucap sekar.
" Km jga hati-hati ya disini. " ucap rava sambil memegang pundak sekar dan pergi dari ruangan.
" Kak rava kak rava, pulang dari kantor aku mampir ke rumah kak rava, pen cerita-cerita sama mara. " ucap sekar sambil tersenyum.
Sekar pun menjalankan tugas nya dia menghandle semua yang ada di perusahaan, karena itu sekar sibuk sekali.
__ADS_1