Maura putri

Maura putri
BAB 27


__ADS_3

Di sisi lain.....


Chila memikirkan apa yang di bilang rava kepadanya, dia masih tidak menyangka.


Akhirnya chila pun duduk dengan pikiran yang di tenangkan biar lah berjalannya waktu bagaimana hubungan chila dengan rava.


" Permisi, apa km akan pergi ke jakarta?. " ucap seorang lelaki.


Chila pun langsung menoleh dan mengerutkan dahi nya karena dia tidak mengenal orang itu. " Iya saya akan ke jakarta. " ucap chila dengan tersenyum.


" Apa boleh saya bareng sama km, karena ini pertama kali saya ke jakarta. " ucap raffy.


" Baiklah. " ucap chila dengan tersenyum.


***


" Mah. " ucap maura.


" Iya sayang. " ucap rara.


" Maura kapam ke new york?. " ucap maura.


" Minggu depan sayang, kita harus menunggu keputusan papah. " ucap rara sambil membelai rambut putri kesayangan nya.


" Baiklah mah. " ucap maura sambil tidur di paha rara.


***


" Bro, lo ko beda banget kalau udh sama chila. " ucap kevin.


" Biasa aja. " ucap rava.

__ADS_1


" Yaudah kalau gtu, nanti minggu depan gue harus ke jakarta karena ada urusan, lo mau ikut?. " ucap kevin.


" Gue gk bisa ikut, karena pekerjaan gue disini masih banyak. " ucap rava.


" Yaudah kalau gtu bro. " ucap kevin.


Rava pun kembali ke kantor nya karena tadi dia ada urusan dengan kantor kevin karena sudah selesai akhirnya rava kembali lagi ke kantor.


" Tuan, tadi ada yang mencari tuan. " ucap albernt.


" Siapa?. " ucap rava.


" Nona sisil. " ucap albernt.


" Hmm. " dehem rava.


Rava pun masuk ke dalam ruangan kerja, rava hanya memikirkan chila.


***


Hari ini mara sedang berada di sebuah cafe yang bisa di bilang mewah.


" Bukan kah itu adiknya rava. " ucap sisil dengan senyum sinis nya.


" Haii. " ucap sisil sambil mengulurkan tangganya.


Mara mengerutkan dahi nya, dia sudah mengenal sisil cuman mara akan pura-pura tidak mengenal nya.


" Haii juga. " ucap mara dengan senyum di paksa kan.


" Apa km sendirian?. " ucap sisil yang so baik.

__ADS_1


" Iyaa aku sendiri. " ucap mara tak kalah so baik.


" Apa kita bisa berteman?. " ucap sisil.


" Ishh sudi aku. " gumam mara.


" Tentu saja kenapa tidak. " ucap mara dengan senyum manis nya.


" Berhasil. " gumam sisil.


" Baiklah mulai hari ini kita berteman. " ucap sisil dengan memberikan jari kelingking.


Mara pun membalasnya.


***


Setelah 14 jam terlewati akhirnya chila telah sampai di jakarta, dia mampir dulu ke rumah raka dan rara.


" Bisa aku antar km pulang?. " ucap raffy.


" Tidak usah, aku akan berkunjung dulu ke rumah orang tua ku. " tolak chila dengan halus.


" Hm baiklah, oh iya kenalkan aku raffy. " ucap raffy.


" Chila. " ucap chila.


Setelah kenalan chila pergi meninggalkan raffy yang sedang melihat nya.


" Unik, beda pula. " ucap raffy dengan senyum yang ganteng nya.


Chila menunggu taksi online, ketika taksi sampai chila langsung masuk ke dalam dan menikmati jalan nya jakarta yang indah ini.

__ADS_1


Pikiran chila mulai memikirkan rava entah dri mana sosok rava muncul dari pikiran chila yang membuat chila senyum sendiri, terbayang kejadian waktu di bandara dimana rava mencium lembut bibir chila dengan mengatakan bahwa dia serius akan menjadikan nya pendamping.


Semoga saja yang di katakan rava memang benar, dia akan menjadikan chila sebagai pendamping hidup nya bukan main-main, dan buka sekedar omongan biasa tapi bisa di buktikkan.


__ADS_2