Meet Darkness To Be Light

Meet Darkness To Be Light
sebuah sumpah dan hari kedatangan


__ADS_3

di sebuah kota, tempat di mana manusia tinggal dan hidup dalam kejayaan serta "kemewahan" yang telah mereka dapatkan. namun.. sekarang, di dalam bayangan hitam di waktu malam terlihat bangunan kota rusak parah, simbol peradaban yang dibanggakan umat manusia kini tak ada bedanya dengan "reruntuhan".


sayangnya.. kota itu hanyalah bagian kecil dari gambaran situasi dunia, kau hanya akan menemukan fakta bahwa semuanya tampak sama. sebab...sebuah tragedi terjadi, membuat semua yang hidup menjadi mati kecuali satu orang. tidak ada lagi yang berharga di dunia yang fana.


Di tengah malam yang tenang, Rei Durwell berjalan di tengah kota yang hancur di bawah sinar bulan, cahayanya redup seperti lampu lentera yang berusaha menerangi kegelapan,


Rei berjalan dan terus berjalan tanpa tanda-tanda akan "berhenti", tanpa dia sadari bahwa waktu telah berlalu sangat lama dari hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun.


sungguh, Setiap langkah kaki yang dia ambil terasa berat, dia hanya sibuk memikirkan bagaimana semua ini bisa terjadi. kesedihan, penyesalan, serta kemarahan ia gambarkan begitu jelas.


dalam rentang waktu yang tidak diketahui.


“.........”


'sadar'


akhirnya Rei menghentikan langkahnya diantara 4 pilihan. tiba-tiba perasaan yang kacau itu mulai benar-benar menguat hingga mempengaruhi lingkungan sekitar.


“........”


lampu yang telah lama mati tiba-tiba menyala kembali.


“jadi disini tempatnya, baiklah... ‘Absolute Dimension’ “ ucap Rei, tanpa banyak hal yang ingin dikatakan, dia meyakinkan diri untuk segera 'memulainya'.


kalimatnya seperti mantra yang mulai memunculkan sebuah fenomena anomali dan getaran hebat ini merupakan bukti nyata.


dalam keadaan seperti itu Rei bahkan tidak bergeser sedikit pun dari tempatnya berdiri. bangunan gedung raksasa yang ingin menimpanya malah terpental oleh sesuatu, membuatnya hancur lebur seperti Lego di langit. Gempa bumi dahsyat meratakan kota tempat Rei berada.


'runtuh seketika, hanya rata'


diatas kota yang hancur muncul sebuah portal dimensi dengan sinar biru bercampur merah terang.


“kali ini tak akan terlambat dan kesalahan tak kan terulang kembali” kata Rei dengan kesal dan tampak sedih.


“di bawah sinar bulan ini aku bersumpah akan hal itu” tekad dan kemarahan kuat tercermin di wajahnya. lagi dan lagi "marah", emosi ini benar-benar selalu ada sebagai tanda "dendam".


melihat kearah portal, perubahan! kini emosinya dipenuhi harapan dan kemuliaan. bagaikan gerbang surga dia terbang menuju portal dan memasukinya. setelah itu, portal tersebut menghilang bagai asap.


takdir....


sekarang, Rei telah pergi meninggalkan dunia ini, tidak akan pernah kembali dan tidak mungkin bahkan jika dia ingin.


'maafkan.....'


Rei benar-benar mengeluarkan air mata, hatinya tak dapat menahan perasaan ini terus. kesedihan atas rasa bersalahnya lebih besar dari apapun.


setelah beberapa waktu didalam portal kesadaran Rei mulai menghilang sepenuhnya.


10 detik kemudian di bumi.


"akhir"


terjadi guncangan yang jauh mengerikan dan rentetan kehancuran seperti gunung-gunung meletus, serta tanah yang terbelah ikut mengeluarkan cairan magma dan segala yang ada didalam perut bumi. meteor berjatuhan dari langit layaknya kembang api.


tak lama setelah itu bulan mendekat ke bumi, dalam kecepatan yang mengerikan bulan tersebut menghantam bumi.


. . . . . . . .


sekarang berakhir sepenuhnya.


...****...


di suatu tempat yang tidak diketahui, di mana cahaya dan warna tidak akan dapat ditemukan.


[ sebuah planet terdeteksi memiliki eksistensi yang hidup dia atasnya ] suara aneh terdengar menggelitik telinga Rei.

__ADS_1


saat ini Rei sedang melakukan perjalanan antar dunia, sebelumnya ketika melewati portal dia tiba-tiba menjadi tak sadarkan diri.


namun, suara yang tak asing bagaikan alarm di pagi hari membuatnya sadar namun masih dalam keadaan terpejam.


‘..aku tidak tau.., apakah normal memiliki udara disini, aku bisa menghirup dan merasakannya di paru-paru ku’ batinnya.


pertanyaan sejenis ini terkadang terlintas di benaknya ketika melakukan hal yang tak dapat dikaitkan dengan logika.


[ memulai analisis data planet ]


‘aku harap yang satu ini tak akan bernasib sama’ harap Rei.


[ analisis selesai ]


[ data tentang bahasa dan hal-hal umum tentang dunia akan di transfer ]


[ memulai sinkronisasi]


selanjutnya, ketika kata 'sinkronisasi' muncul dan menyambar telinga Rei ketenangannya mulai goyah.


[ tingkat sinkronisasi 10% ]


gejolak rasa sakit mulai timbul yang semakin lama semakin menjadi-jadi. didalam pikiran, Rei mulai mengamuk meminta toleransi.


[ tingkat sinkronisasi 24% ]


kesadarannya masih tidak padam bahkan dengan rasa sakit yang mengerikan. dia akan merasakan seluruh prosesnya dengan tubuh kaku tak berdaya.


[................................32%  ]


[.................................45% ]


[...............................


[........................


[..............


Akhirnya rasa sakit yang Rei rasakan mulai menurun drastis walaupun masih meninggalkan rasa mual, dia mampu melewati semua itu tanpa berubah menjadi wanita yang cengeng, maksudku dia berjuang layaknya seorang pria.


[ tingkat sinkronisasi 100 % ]


sebuah proses telah sampai pada akhir ketentuan, kelegaan muncul dalam diri Rei di ikuti oleh tubuh yang bergetar, dalam rentang waktu yang tak dapat di jabarkan keberadaannya tiba-tiba menghilang dari, ruang?.


"bugh"


seakan tak percaya, dia merasakan benturan layaknya orang yang terjatuh dalam posisi terlentang. tak terlalu keras dan terasa rendah.


''swoshhh.....''


Seketika itu Rei merasa angin lembut berhembus seakan menyambut kedatangannya.


dalam keadaan terkapar Rei mencoba membuka mata, rasa lelah dari proses sinkronisasi membuat tubuhnya sulit untuk digerakkan.


'hutan?....'


secara sekilas lingkungan ini terlihat tidak asing dimata Rei. namun, ketika indranya menjadi lebih jelas dalam menangkap cahaya dan gambar itu benar-benar berbeda. orang tidak akan sadar bila dia melihatnya dari atas langit yang tinggi.


"ugh... dimana ini seben-..'' sebelum Rei menyelesaikan pertanyaannya hujan deras tiba-tiba saja turun, Rei berusaha keras untuk bangkit dan mencari tempat untuk berteduh.


menemukan...


"!?..ini..."


dalam perjalanan Rei melihat sebuah gua di tepi sungai lalu berjalan ke arahnya. ketika sampai, dia langsung duduk dalam posisi lotus mencoba untuk bermeditasi guna memulihkan tenaga.

__ADS_1


meski dalam keadaan tanpa busana alias telanjang, Rei tidak menunjukkan kepeduliannya sama sekali akan hal itu saat ini. anehnya, sebelum memasuki gua besar ini dia merasakan ada sesuatu di dalamnya, jadi dia memutuskan untuk tidak masuk terlalu dalam dan fokus pada pemulihan diri.


waktu berlalu....


ketika pemulihan sebentar lagi selesai, hujan akhirnya reda. membuka mata untuk kedua kalinya menandakan bahwa meditasinya telah selesai, Rei lalu berdiri mencoba menggerakkan dan meregangkan tubuhnya.


"huu... akhirnya, apakah akan selalu seperti ini?".


memandang keluar.....


dia berjalan keluar dari gua untuk melihat langit malam yang di penuhi bintang-bintang.


'tercengang'.


"ada dua Bulan!'' Rei melihat bulan yang berjumlah dua, antara dua itu dengan yang satu di tempat lain mereka memiliki kesamaan.


"untungnya dua benda itu tidak saling bertumbuk".


butuh seperempat hari dunia ini untuk pemulihan dan itu terjadi hingga malam hari. karena sudah pulih Rei berencana untuk menemukan di mana orang-orang ini tinggal secepatnya, bahkan ketika hari sudah malam.


"ini akan memakan waktu, atau bisakah aku mendapatkan detailnya?".


[ tidak ditemukan ]


notifikasi yang mengkonfirmasi sebuah permintaan.


".......", Rei diam sebentar lalu berkata "..Oke lupakan, aku akan usahakan sendiri".


melihat kebawah....


"...! ah ya! sebelum itu".


"Equipment"gumam Rei.


tiba-tiba sebuah gumpalan hitam muncul dari bawah kaki dan mulai menyelimuti seluruh tubuh Rei, kemudian perubahan terjadi secara mendadak dari yang tadi gumpalan hitam menjadi sebuah pakaian. pakaian yang Rei kenakan adalah pakaian yang umumnya digunakan oleh penduduk dunia ini berdasarkan informasi yang ada di kepalanya. benda ini sedikit membuktikan kemajuan, moral, dan etika sebuah peradaban.


"GROWL!"


suara geraman terdengar dari dalam gua, Rei dengan tenang melihat kembali ke asal suara, sebelumnya dia tau ada sesuatu di dalam sana oleh karena itu dia tidak terkejut.


ada makhluk yang sepertinya bisa merasakan energi magis yang dipancarkan Rei ketika menggunakan sihir [CREATED].


"maaf, kurasa aku telah masuki rumah orang lain tanpa izin, aku akan membayar harganya" kata Rei dengan intonasi datar.


bermain-main?......


Oke tunggu dulu, bagaimana cara dia membayarnya? bahkan dia tidak tau makhluk apa itu, dan yang paling penting kenapa dia memiliki kepercayaan diri yang tinggi.


"TREMBLE!"


getaran muncul dari dalam gua seolah-olah sekelompok gajah sedang berlari keluar, tempat itu sendiri terlihat sangat besar sehingga makhluk itu juga harus memiliki ukuran tubuh yang mampu membuat gua itu bergetar.


"ROAARRR!!!


"POUNCE!"


makhluk besar keluar dengan gerakan yang begitu cepat hendak menerkam Rei, dan ketika itu berada dekat dengannya tiba-tiba.


"tenang".


Rei dengan cepat menggerakkan telapak tangannya ke arah makhluk itu dengan lembut.


'!!'


"BOMM...SWoshhhh"

__ADS_1


pergerakan makhluk itu secara tiba-tiba terhenti, tepat satu inci dari telapak tangan Rei, hal itu menyebabkan guncangan dan hembusan angin yang kuat.


__ADS_2