Meet Darkness To Be Light

Meet Darkness To Be Light
bagian 2: bertemu badai


__ADS_3

“para manusia itu berani datang…”


membuka mata secara perlahan si nomor 8 terkuat berbicara untuk pertama kalinya, Kata-katanya halus namun mengancam.


'ini..' gumam Gretos dalam hati.


Posisi tangan yang terlipat di depan dada perlahan turun. kemudian, Gretos mengangkat tangan kanannya keatas, lalu sebuah gelembung hitam kecil muncul.


gelembung itu lalu membesar dengan cepat.


secara mengejutkan Gretos menggunakan sihir teleportasi tingkat 3 untuk memindahkan semua individu yang ada, gelembung hitam raksasa menelan lima ratus ribu jiwa makhluk sekaligus.


'Zinggg!'


dan kemudian gelembung hitam itu lenyap seketika.


‘!!?’


Detik berikutnya, mereka semua muncul di tempat yang jauh lebih tinggi dari sebelumnya, para monster yang hampir tak berakal itu pun mengeluarkan suara aneh sebagai respons.


““Grrr! Aurr…””


Lalu…


‘Wong!..’


Xceolant menggertak mereka semua dengan gelombang energi kematian, jadi keributan itu hanya berlangsung sesaat karena Monster-monster itu jatuh meringkuk karena ketakutan.


Disisi lain, tidak lama setelah itu dari kejauhan rombongan Vedric terlihat. Masih Beberapa ratus Km dari sini, tapi jarak itu dengan cepat berkurang puluhan Km hanya dalam beberapa menit.


‘Swohhh….’


Gretos menarik awan besar untuk menutupi kehadiran mereka dari manusia sekaligus memberi instruksi.


“diam saja dan tunggu perintahku”.


Kesembilan entitas hening menandakan tidak adanya bantahan, sementara mereka yang di belakang cukup mengerti ketika melihat tangan Gretos terangkat.


...*****...


Rei menyaksikan semua adegan yang terjadi di gerbang 3 jam yang lalu melalui [mata sempurna], dia dapat dengan mudah memahami percakapan para Demon. Kesimpulannya adalah mereka cukup cerdas dalam bertindak, mungkin.


Mereka belum memulai pergerakan karena Gretos, dia yang diam dari tadi sebenarnya sedang memperluas


domain tanpa ada yang menyadarinya sampai dengan diameter 1260 Km. Gretos melakukan itu tepat setelah Rei mengawasi mereka selama 5 menit pertama.


Kesadarannya atas [mata sempurna] sangat mengagumkan, namun Gretos benar-benar belum tahu pasti apa itu bahkan ketika dia membuat Domain dalam skala besar perasaan itu belum hilang. Gretos merasa seperti ada sebuah mata besar yang sedang mengawasi mereka.


Gretos bertanya kepada Serria, tapi jawabannya seperti yang diharapkan. Hanya Gretos yang sadar akan hal itu, musuh yang tidak dapat dideteksi merupakan salah satu hal yang sangat ia benci.


Sehingga, Gretos hanya dapat menunggu dan berharap "dia" akan muncul, walaupun Gretos tidak yakin itu akan terjadi.


namun, ketika manusia itu akan datang, perasaan itu tiba-tiba hilang.


...*****...


Telah datang…


Awan yang menutupi pandangan menghilang, Gretos saat ini sedang mengawasi para manusia yang ada di bawah. Melihat jumlah dan kekuatan individu manusia yang ada membuat Gretos ingin memusnahkan mereka semua. dia merasa sangat terhina oleh kehadiran manusia.


Tapi, dia masih menahan diri untuk menunggu dan memantau….


Walaupun Gretos sadar ada individu yang bisa bersaing dengan bawahannya. itu adalah Asura, dia memiliki energi sihir paling besar di antara pasukan, tapi orang lain tidak akan merasakan itu. Asura memiliki energi sihir sebesar 137,000 sedangkan The Middle Demon Erga sebesar 154,000.


Tingkat energi sihir setiap individu berdasarkan sistem:


Demon nomor 9, The Middle Demon Dxex : 233,000


Demon nomor 8, The Middle Demon Thevv : 370,000


Demon nomor 7 dan 6, The Middle Demon Cyze dan Ayze : 400,000 dan 500,000


Demon nomor 5, The High Demon Xceolant : 700,000


Demon nomor 4, The High Demon Sakkari: 750,000


Demon nomor 3, The High Demon Gor Gan : 806,000


Demon nomor 2, The High Demon Serria : 999,000


Demon nomor 1, The Immortal Demon Gretos : 7800,000


Orang dari dunia ini juga memiliki satuannya sendiri dalam mengukur nilai besaran energi sihir, dan mereka menggunakan alat yang mirip dengan termometer, bernama Dalamagis. Hanya saja, bentuknya jauh lebih besar dengan desain modern klasik. rata-rata orang biasa memiliki nilai energi sihir sebesar 5 ME, maka Asura akan dinilai sebesar 685,000 ME.


tiba-tiba...


“…..!?”


“ketua…”


“tenang…tunggu”


Mereka terkejut karena Rei yang dapat melihat dan menemukan mereka, itu cukup membingungkan.


kemudian...

__ADS_1


“((kekuasaan atas waktu ))”


Segera setelah Gretos mengucapkan sesuatu, energi sihir dalam skala besar menyebar dalam radius 10 km. tiba-tiba semua hal yang ada di dalam radius sihir berjalan atau bergerak lebih lambat, namun itu bukanlah akhir.


“((tingkat Tiga TIME STOP))”


Selanjutnya, sebuah peristiwa yang menentang akal sehat terjadi. segala hal yang masuk dalam jangkauan sihir berhenti bergerak.


“…….”


Semuanya kecuali Gretos dan Rei, dalam keadaan seperti itu Rei hanya diam. Kemudian Gretos muncul di hadapan Rei.


‘jadi itu kau….’


Karena waktu "berhenti", berbicara menggunakan mulut tidak akan berguna, jadi Gretos menggunakan telepati.


‘kau.. bukan dari sini, siapa kau sebenarnya?…’


Mendengar itu Rei sedikit tertawa di dalam hati, ini kali keduanya dia mendapatkan pertanyaan yang sama dalam jangka waktu yang berdekatan.


Kemudian..


Retak..retak..retak..


ruang di sekitar Rei retak seperti kaca. Wajah Rei seketika itu berubah menjadi sangat marah dan terlihat mengerikan.


‘apa!!..apa yan-…!!’


Rei menggapai leher Gretos.


‘Kuak!’


Rei mencengkeram leher Gretos hingga remuk seperti akan putus.


‘BRENGSEKKK!!’


Gretos membalas, dia menggapai lengan Rei dengan kedua tangannya dan bermaksud untuk melepaskan diri.


'KOTORAN!!!'


tapi dengan kekuatan fisik saja sepertinya tidak cukup, lalu.


‘((Api Jiwa))’


'RASAKAN INI!!...'


Api berwarna hitam putih muncul di ujung telapak tangan Gretos, api itu dengan ganas membakar lengan Rei.


".........."


‘haa..haa..ha..’


wishhh....


Gretos mundur ratusan meter dari Rei, lehernya yang hancur telah sembuh secara instan.


'apa lagi ini!?...'


Tidak memberi waktu istirahat untuk Gretos, Rei menggunakan telekinesis.


‘!!?...Kuakk’


Tubuh Gretos ditarik kembali kearah Rei.


'tidak untuk kedua kalinya!'


'WONG!!!..'


mencoba melawan sekuat tenaga dengan ledakan energi kematian tingkat 3.


'GAGAL!!???'


'Sialan!, aku haru-.!'


'Kuakk!'


tubuh Gretos seperti akan hancur karena telekinesis, dia lalu mengubah taktik.


‘((Wujud Astral))’


Tubuh Gretos berubah menjadi asap hitam lalu menghilang dan kembali muncul 500 meter di belakang Rei dalam bentuk fisik.


‘((senjata neraka))’


‘((tombak kebinasaan))’


‘MATIII!!!’


Di atas Rei muncul tombak sebesar gunung yang menghujam ke bawah, api hitam putih sudah menyelimuti setengah tubuh Rei, tapi dia tidak peduli.


'!?'


Terkejut…


‘HA!!!!...’

__ADS_1


Tombak itu berhenti ditengah jalan dan malah berubah arah.


‘Apa?..TIDAKK!!!’


benda itu lalu melesat ke arah pasukan Gretos dengan sangat cepat.


‘SERRIAAA!!!!!’


Hanya satu orang yang sangat di khawatirkan Gretos, dia dengan cepat meraih Serria dan membawanya ke tempat yang aman.


‘!!!’


Ternyata tombak itu mengincar pasukan besar dan 8 entitas demon yang ada ikut menjadi korban. Mereka semua lenyap seketika terkena tombak, tidak ada suara yang terdengar karena waktu sedang "tidak bergerak".


Tidak berhenti disitu…


Muncul..muncul..muncul


Tombak yang sama tercipta di atas langit tapi dengan jumlah yang sangat banyak, itu tercipta sampai menyebar keluar radius “sihir waktu” Gretos.


Rei meniru apa yang Gretos lakukan.


‘aku harus pergi!…ini gila, dia GILA!!’


'innnnggggggg!'


Ketika hendak menggunakan teleportasi menuju gerbang, Gretos tersilaukan oleh cahaya putih dan cahaya itu dengan cepat menyebar ke seluruh penjuru dunia.


Kemudian…


Gretos membuka mata.


‘!?..apa ini, apa yang terjadi?’


di bertanya di dalam hati, Gretos melihat Rei yang masih ada di hadapannya tanpa ada api hitam putih


ditubuhnya. Ini seperti dia kembali ke awal.


Gretos melihat ke atas, ternyata Serria dan para bawahannya masih ada di sana. bingung, dia mencoba


bertanya kepada manusia yang ada di hadapannya ini, dia berbicara melalui telepati secara hati-hati.


‘waktu "tidak bergerak", tapi yang terjadi pada diriku ini karena mu bukan?…’.


‘pergi, pergi dari sini dan jangan pernah kembali, peringatkan kaum mu. Datang berarti ketiadaan…’


Terkejut…


'siapa kau...' tanpa sadar Gretos bertanya kembali kepada Rei, Rei sengaja memperlihatkan sedikit kekuatannya saat di akhir kalimat.


menggelengkan kepala.


'ah tidak, aku akan pergi...'


Sangat singkat namun jelas dan dapat dimengerti, tanpa bertanya lebih jauh Gretos akhirnya angkat kaki.


kebodohan, kebencian, dan kebanggaan juga memiliki akhir, Gretos tau itu.


‘tunggu.. tinggalkan yang itu…’ kata Rei.


Rei menunjuk ke arah para Monster jelek seperti kelelawar dan sejenisnya.


Mengangguk…


Gretos lalu pergi membawa kesembilan Demon bersamanya. Ketika dia masuk kembali ke dalam gerbang, waktu kembali "berjalan normal".


Sementara itu…


Ada seorang pria yang mulutnya tidak dapat buka,karena panik dia dengan ceroboh mencoba membuka mulutnya dengan kedua tangannya.


“Emrrr! HMm!”


“AAaa.. aku tidak bisa.. TOLONG!!....”


‘!?’


usaha bodohnya tampak berhasil, begitulah jika dilihat dengan mata.


semua orang melihat ke arah pria itu, ada tanda tanya besar di benak mereka semua karena mendengar sebuah "teriakan jantan".


"ada apa!?"


“ah..Ehhh….?”


dia malah lebih terkejut dari pada orang lain, namun dengan cepat mengabaikan hal itu.


“Ahh..!!”


melihat keatas..


“Itu! Itu mereka!! Di atas…lihat!”


"hah..ap-!!"


Pria itu dengan cepat menunjuk ke atas langit. mereka yang menengadahkan kepala mengalami gejolak emosi. pada waktu yang hampir bersamaan sistem radar kapal mendeteksi adanya ancaman .

__ADS_1


__ADS_2