
keesokan harinya.
di dalam sebuah ruangan, seorang pria kekar dengan baju zirah adamantium datang dan berlutut dihadapan sang penguasa, Vedric sedang menatap lurus padanya.
“Guitier disini memenuhi panggilan mu yang mulia”
Guitier sekarang berada di dalam salah satu ruangan kapal perang. suhu ruangan itu terjaga dengan baik dan selalu stabil.
ruang kontrol.....
Vedric duduk ditengah-tengah ruang kontrol, dan beberapa orang seperti sedang bersiap-siap untuk mengaktifkan kapal.
kapal itu sendiri memiliki panjang 100 m dan lebar 50 m dengan ketinggian datar mencapai 10 m yang dibagi menjadi 2 lantai dan terbuat dari kayu baja.
energi penggeraknya adalah batu alam hijau seberat 10 kg yang mirip dengan batu giok, dan dalam sekali pengaktifan kapal ini dapat bertahan hingga 24 jam 34 menit di udara.
walaupun memilki ukuran yang besar tetapi dengan sistem bongkar pasang itu tidak jadi masalah.
jika...
mengaktifkannya langsung dari pusat pangkalan akan sangat menghabiskan sumber daya, karena batu alam sangatlah langka. para peneliti belum menemukan alternatif energi untuk itu.
“Guitier kita akan berangkat sekarang, para makhluk itu sudah muncul” perintah Vedric.
“siap! laksanakan!” Guitier lalu pergi.
sesaat kemudian...
tuk..tuk..tuk
Vedric sedang mengetuk-ngetuk kursi tempat dia duduk dengan jari telunjuk dan tampak sedang memikirkan sesuatu.
'...ini gelombang kedua, aku benar-benar terlambat....tapi untunglah Singa Kegelapan ada di sana saat itu'.
Vedric tidak menyadari bahwa para monster itu sudah keluar sebelumnya, ini terlalu cepat. biasanya mereka akan menampakan diri setelah 3 hari kemunculan gerbang.
lalu, Vedric mencoba memfokuskan energi sihir dan pikirannya ke gelang yang diberikan Rei.
'makhluk itu,.. apa yang menjadi dasar keyakinan mu bahwa dia tidak akan mengacau' Vedric berbicara kepada Rei melalui gelang.
'aku hanya bisa meminta yang mulia mempercayaiku,....aku tau ini sangat tidak masuk akal untuk orang seperti anda memberikan kepercayaannya kepadaku' jawab Rei.
'oleh sebab itu, sebagai jaminan... salah satu rahasia terbesarku hanya ku beritahu kepada yang mulia' lanjut Rei.
'dan aku mempercayai yang mulia untuk itu'.
'....ini, aku akan tersanjung bila kau tidak berbicara terlalu formal ketika kita melakukan percakapan ini' pinta Vedric.
'aku akan mencobanya..tapi tidak setiap saat' jawab Rei.
“........”.
Vedric sendiri merasa sikapnya saat ini terasa sedikit aneh, dia tidak pernah memusingkan soal formalitas atau tidak, tapi ketika berbicara dengan Rei dia memikirkannya.
sebab....
seseorang yang baru pertama kali bertemu dan berbicara kepada Rei akan merasa bersahabat dengannya, karena aura dan energi yang dia pancarkan akan membuat orang merasa nyaman berada di dekatnya, seolah-olah sedang berbicara dengan kenalan lama.
__ADS_1
sama seperti singa kegelapan namun dengan efek yang ditingkatkan.
di lain tempat.
Rei saat ini sedang menaiki seekor pegasus, ternyata wali kota cukup banyak memelihara hewan bersayap ini.
ketika sedang berbaris Rei melihat salah satu jenderal datang, itu adalah Asura yang ditangannya terdapat semacam cambuk hitam mengkilap.
".........."
saat melihat cambuk itu Rei menyadari bahwa terdapat Spirit pada benda itu.
“bersiap! atur posisi dan buat formasi dasar kura-kura!!".
""""ya!!!"'''''' jawab serempak.
"kepala! bergerak ikuti aku!!" pemimpin seribu orang memberi perintah.
"ekor! ikuti aku, cepat!!" dan lainnya mulai ikut membentuk formasi barisan.
dan ketika kapal itu terbang dalam kecepatan tetap, awan di langit secara ajaib membentuk lintasan. para penunggang pegasus terbang disekitar kapal dan hampir berada di setiap sisi kapal sehingga terlihat seperti tempurung kura- kura, itu dilakukan untuk melindungi kapal.
setelah 3 jam perjalanan.
"itu!!"..
setelah beberapa saat akhirnya mereka melihat awan hitam dari kejauhan yang sedang berputar seperti angin topan. Sambaran petir menghanguskan apapun yang mengenainya.
kapal dan para pasukan berhenti, dan memilih untuk tidak mendekat. mereka semua terfokus pada satu titik.
Vedric yang menyaksikan hal itu merasa ada yang tidak beres dan banyak dari mereka juga sepemikiran dengannya.
mereka yang diluar masih tercengang akan fenomena alam yang tertangkap oleh mata. banyak orang skeptis untuk dapat keluar hidup-hidup.
"ini sepertinya...... akan menjadi akhir bagi ku".
walaupun begitu, mereka semua tidak memiliki keinginan untuk mundur, mereka akan mengahadapi kematian dan mati sebagai seorang pahlawan. itu merupakan impian besar bagi seorang patriot bangsa.
namun tidak semua orang yang hidup siap untuk mati dan berani mengahadapi kematian.
'apa yang terjadi..... apa kau tahu sesuatu' Vedric bertanya kepada Rei.
Rei hanya diam melihat keatas langit yang jauh, dia mengabaikan fenomena yang ada didepannya dan malah fokus melihat keatas.
melihat Rei yang seperti itu seorang pria didekatnya mencoba bertanya dan ikut melihat keatas, dan saat itulah dia menyadari sesuatu.
"hei, apa yang kau lih-".
terkejut!, dia mencoba berteriak untuk memberi tahu semua orang tentang apa yang dia lihat, namun mulutnya terkunci.
'di langit... mereka diatas kita yang mulia' kata Rei.
Vedric yang mendengar itu mengerutkan kening tapi segera kembali tenang.
'apa itu dan berapa jumlahnya'.
'jumlah mereka 10 kali lebih banyak dari kita dan.... ada 10 makhluk humanoid dengan sayap kelelawar'.
__ADS_1
ketika mendengar kata humanoid ketenangan Vedric hancur. bukan pada jumlah monster yang banyak tapi 10 humanoid sangat mengejutkan.
'tapi kenapa mereka diam saja, apa yang mereka lakukan' tanya Vedric kembali. wajahnya cukup gelap saat ini.
'mereka hanya melihat kita dengan tatapan dan aura membunuh dan..... sepertinya merendahkan kita' jawab Rei sambil tersenyum ketika tatapannya dengan salah satu makhluk itu bertemu.
...*****...
3 jam yang lalu.
"apa yang kau tunggu ketua" tanya salah satu dari sepuluh humanoid: nomor 2 yang terkuat. mereka bersepuluh memiliki armor hitam dengan cahaya merah darah yang menutupi tubuh, satu diantara mereka terlihat lebih mencolok dengan tambahan yang terlihat seperti sebuah masker logam tebal berwarna hitam di wajahnya.
"benar, apa yang kau tunggu ketua...aku pasti akan mencabik-cabik hewan berkaki empat itu" nomor 4 yang terkuat menambahkan. kekuatan penghancur merupakan kebanggaan, jadi mereka membuat peringkat dalam hal itu.
"aku lebih menantikan yang berkaki dua(manusia), aku juga ingin membawa mereka bersamaku sebanyak yang ku bisa" kata nomor 3 yang terkuat, yang ini terlihat seperti wanita sama dengan si nomor 2.
"tapi kita kan berkaki dua?..." nomor 10 terkuat sedikit bingung atas pernyataan si nomor 3. nomor 10 merupakan yang terbodoh diantara mereka, tapi dia tidak salah, dia hanya.
mereka semua menoleh ke si nomor 10 kecuali ketua yang masih diam dengan si nomor 2 dan 8 yang setia disampingnya.
"apa?...".
nomor lima terkuat pun berbicara.
"kau lebih baik diam, otakmu itu lebih buruk dari serangga(manusia)" nomor 5 memperingatkan.
"eh..."
karena takut dimarahi dia jadi diam dan pasrah. bodoh namun penurut itu cukup menggambarkan perannya didalam tim.
"kau merasakan itu Serria..." akhirnya ketua berbicara.
Serria si nomor 2 yang berada disampingnya menjawab dengan suara tenang.
"ya ketua, aku juga merasakan makhluk yang hampir setara dengan kita, jumlah energi sihirnya sangat jarang ditemukan diantara manusia".
ketua menggelengkan kepala dan bergumam
"bukan itu yang ku maksud..." mendengar itu Serria hanya diam, menyembunyikan keterkejutannya sebaik mungkin.
"aku tidak merasakan apapun?" si nomor 10.
"Erga!, aku menyuruhmu untuk diam bukan?" bentak si nomor 5.
"apa salah ku sih!?.."
"hoo...kau sudah berani ya" si nomor 5 tiba-tiba menjulurkan tangan dan muncul semacam pedang yang ditutupi asap hitam pekat hingga bilah nya menjadi tidak terlihat.
"hii!!.." Erga ketakutan ketika melihat pedang itu.
"a..ampuni aku kak Xceolant".
"diam... ketua masih disini" kata Serria.
""hahahaha "" ada dua yang tertawa melihat itu, mereka adalah si nomor 6 dan 7 terkuat.
"hormatilah keberadaan ketua" kata nomor 9 terkuat.
__ADS_1
nomor 8 terkuat masih diam seperti Serria yang sering diam di samping ketua.
the immortal demon Gretos, itulah nama dan gelar ketua mereka.