Meet Darkness To Be Light

Meet Darkness To Be Light
bersatu dan berjuang bersama.


__ADS_3

kapan manusia merasa takut?, ah tidak, lebih tepatnya kenapa setiap makhluk hidup memilikinya?. tentu saja, bahkan jika mereka gila tubuh mereka akan menunjukan tanda-tanda bahwa mereka ketakutan. insting alami bagi mereka yang hidup untuk menghindari krisis yang mungkin atau pasti terjadi.


itulah yang saat ini dirasakan oleh mereka yang berada disini, bahkan Asura yang diakui sebagai pilar terbesar dalam hal kemampuan dan kekuatan secara tidak sadar mengumamkan kata "mundur" didalam hati.


jika Asura saja sampai seperti itu lalu bagaimana dengan mereka yang ada dibawah perintahnya. dengan jelas terlihat tangan bergetar, kaki yang goyah seolah telah kehilangan pijakannya, serta mata yang menunjukkan keputusasaan.


menyadari hal itu, Vedric yang berada didalam kapal bergegas meraih alat pengeras suara sambil mengambil napas dalam-dalam. sejumlah ME terkumpul dan terkonsentrasi di pita suara dan mulutnya.


" ya-yang mulia!" seru salah satu orang karena terkejut melihat Vedric yang tiba-tiba saja muncul tepat disebelah nya.


"JANGAN TAKUTT!!!!.." seru Vedric dengan sangat-sangat keras.


"!?"


mereka semua yang memiliki telinga tersentak dan mengalihkan pandangannya ke kapal.


"...yang mulia raja Vedric!?".


"DENGARKAN AKU!!!".


"AKU BERDIRI DISINI BERSAMA KALIAN KARENA AKU INGIN MELINDUNGI RAKYAT, BANGSA DAN NEGARA, SERTA ORANG-ORANG YANG BERHARGA BAGIKU.


"DAN KALIAN DISINI BERDIRI BERSAMA KU KARENA HAL SAMA, AKU TIDAK MEMINTA KALIAN UNTUK MATI HARI INI TAPI AKU MEMERINTAHKAN KALIAN UNTUK HIDUP DAN BERJUANG BERSAMAKU UNTUK MEMPERTAHANKAN TANAH AIR KITA".

__ADS_1


Vedric berhasil membangkitkan semangat semua orang dan meredam rasa takut mereka, beberapa bahkan mengeluarkan air mata karena terharu. raja Vedric adalah sosok pemimpin agung yang mau ikut mengeluarkan keringat dan darah bersama mereka, tanpa keraguan mereka menyatakan sumpah setia kepadanya dan dengan berani berkata 'aku bersumpah atas darah para dewa yang suci'.


Hidup adalah pertarungan antara ketakutan dan keberanian. Ketika rasa takut menang, kamu kalah; ketika keberanian menang, kamu berjuang untuk menjadi lebih kuat.


"raja Vedric benar! aku lebih baik mati disini daripada melihat tanah air kita hancur".


"ya!! itu benar!!".


""YAAAA!!!!...""


semua orang bersorak, pundak sebelumnya terkulai lemas kini menjadi tegap kembali. seketika itu wajah-wajah seorang pejuang sejati tercermin jelas.


kekuatan lisan memang mengerikan. salah satu senjata yang paling diandalkan umat manusia, dengan hanya mengeluarkan kata-kata yang tepat membuat mereka yang takut menjadi berani menghiraukan Kematian.


melihat sesuatu yang langka membuat Rei berfikir dan menyimpulkan bahwa.


'hm?..jadi mereka benar-benar dikendalikan'.


para Monster yang sebelumnya kebingungan atas hilangnya pemimpin mereka tiba-tiba saja diam saat mata merah mereka berubah menjadi hitam pekat.


"Arruu?"


"ARR...!?"

__ADS_1


".........."


tiba-tiba mereka sadar akan kehadiran manusia.


"AARRRRUUUUUU!!!!"


para Monster melolong seperti serigala. walaupun tidak terdengar terlalu jelas oleh para pasukan, mereka dengan percaya diri mengangkat senjata. para pemanah dengan sigap menarik tali dengan dua atau tiga buah panah yang terpasang siap untuk dilepaskan.


"......"


semakin mendekat, dekat dan dekat. senjata meriam yang ada di kapal bersinar dengan cahaya putih biru. sedangkan para pasukan perisai inti menggunakan sihir untuk menciptakan sebuah pelindung atau perisai sihir raksasa yang dapat melindungi seluruh pasukan.


"ARRRR!!!"


ZRAKKKK!


"KUAK!!"


beberapa Monster mati karena dibunuh oleh Monster bertubuh besar yang merobek siapapun yang ada dihadapannya.


mereka terbang seperti anjing gila yang sedang berlari mengejar mangsanya. Monster yang terlihat sebagai kelelawar dengan kepala moncong seperti serigala.


para Monster itu masih 2 Km jauhnya dari sini, tapi Asura dapat dengan cukup jelas melihat perawakan mereka.

__ADS_1


'beberapa bahkan tak segan-segan menghabisi saudara satu rasnya,... ?' pikir Asura bingung.


selama beberapa ekspedisi pembersihan, jumlah Monster yang berkumpul dalam satu tempat tidak pernah sebanyak ini dan terlebih lagi tidak seaneh ini. Asura belum pernah melihat Monster yang saling membunuh. berebut 'makanan'? tentu saja dia pernah melihatnya tapi mereka tidak sampai saling 'memenggal kepala'.


__ADS_2