Melati Terindah

Melati Terindah
BAB 1. Aldo Rafasya Abimana


__ADS_3

Aldo Rafasya Abimana seorang pewaris tunggal yang tidak gila harta. Baginya apalah artinya harta jika tidak ada cinta dan kasih sayang.


Di usianya yang hampir mencapai 25 tahun dia belum berfikir untuk menikah. Karena sampai sekarang dia belum menemukan gadis yang benar-benar tulus mencintainya tanpa memandang harta.


Tapi sang ayah Farhan Abimana dan sang ibu Dara Amelia terus saja memaksanya untuk segera menikah mengingat umur sang ayah yang sudah tua dan akan segera menyerahkan perusahaan kepada Aldo. Bahkan mereka sudah mempunyai dua pilihan gadis yang akan dijodohkan dengan Aldo.


"Sudah lah pa Aldo belum kepikiran untuk menikah, lagi pula belum 25 tahun juga." elak Aldo entah untuk yang keberapa kalinya.


"Tapi papa sudah tua Al, papa sudah lelah mengurus perusahaan. Sudah waktunya papa istirahat." bujuk Farhan.


"Lagi pula mama juga sudah pingin nimang cucu Al." Dara jg tidak mau kalah membujuk Aldo.


"pa..... ma.... bukannya Aldo gak mau cepat nikah tapi papa dan mama kan sudah tau alasan Aldo. Bersabarlah sedikit lagi."


jawab Aldo sambil berlalu.


"kamu mau kemana nak?" tanya Dara.


"mau nge-gym ma."


Farhan dan Dara hanya diam saling pandang.

__ADS_1


.


.


.


Aldo terus saja berjalan di atas treadmill tanpa menghiraukan keadaan kiri kanan. Apa lagi dia sambil mendengar musik upbeat menggunakan earphone.


Setengah jam telah berlalu dan Aldo masih tidak menghiraukan keadaan di sekitarnya. Tanpa dia sadari seorang gadis menghampirinya.


"Do..... kamu di sini, kenapa gak telpon sih kan kita bisa pergi bareng tadi." sapa sang gadis dengan ramahnya.


"kamu kenapa sih jutek gitu ke aku Do." lanjut Zalfa.


Aldo masih tidak memperdulikan Zalfa yang ada di sampingnya. Sementara Zalfa tidak pernah kehilangan akal untuk merayu Aldo agar mau membuka hati untuknya.


Merasa terganggu karena kehadiran wanita yang di jodohkan mamanya itu lalu Aldo pun beranjak pergi menyudahai latihannya hari ini.


"Aldo kamu mau kemana. Aku ikut dong."


rengek Zalfa sambil mengikuti Aldo.

__ADS_1


"sorry Fa, aku gak punya banyak waktu untuk mu. Berhentilah mengejar ku. Cari saja pria yang mau sama kamu." tolak Aldo sambil masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan Zalfa.


"Aldo aku bakal laporin kamu ke tante Dara....." pekik Zalfa tanpa perduli orang-orang sedang memperhatikannya.


Sial lagi-lagi Aldo cuekin aku. Apa kurangnya sih aku. Gadis seperti apa sih yang Aldo mau. Batin Zalfa.


.


.


.


Semenjak Dara menjodohkannya dengan anak dari rekan bisnis Farhan, Aldo jadi malas bertemu Zalfa. Selain sifat Zalfa yang selalu menilai sesuatu dengan uang, Zalfa juga sangat manja dan suka mengatur hiduonya. Itu bertolak belakang sekali dengan tipe gadis impiannya.


Sudah berkali-kali dia menyampaikan alasannya itu kepada Dara, tapi mamanya tidak perduli. Karena bagi Dara perjodohan ini akan membuat bisnis keluarganya semakin berkembang. Dan meski tanpa cinta Dara tetap tidak perduli. Karena dia dan Farhan juga dulu menikah di jodohkan tanpa adanya cinta. Baginya cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu.


Dara dan Farhan sudah memiliki dua kandidat gadis yang akan di jodohkan untuk Aldo. Dara memilih Zalfa anak dari teman arisan nya sekaligus rekan bisnis Farhan. Sementara Farhan memilih anak sahabatnya yang merupakan seorang dokter.


Mereka tidak memperdulikan siapa yang Aldo pilih. Meski ada sedikit harapan bagi Dara agar Aldo memilih Zalfa. Toh keduanya sama-sama dari keluarga yang mempunyai bibit bebet dan bobot yang jelas.


...-------...

__ADS_1


__ADS_2