Melati Terindah

Melati Terindah
BAB 6 Meninggalkan Semuanya


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Aldo mulai membuka matanya sedikit menoleh ke sana sini. Awalnya dia masih bingung dimana dia ini. Lalu dia tersadar kalau semalam dia menginap di hotel.


Dia pun bergegas duduk di tepi ranjang. Di raihnya handphone yang dia simpan di atas nakas, lalu dia mulai mengaktifkannya. Aldo hanya ingin sekedar melihat pesan atau panggilan yang masuk.


Dan benar saja ada puluhan pesan dan panggilan dari mama dan papanya. Dia bingung langkah apa yang selanjutnya akan dia tempuh.


Entah kenapa tiba-tiba dia berfikir akan sebuah ide gila. Dia yakin idenya ini akan mengubah semuanya. Dan dia juga sudah siap akan konsekuensi yang akan di hadapinya kedepan.


Tanpa pikir panjang lagi Aldo bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Dia sudah tidak sabar untuk menjalankan idenya ini.


Setelah selesai mandi dia teringat kalau dia tidak mempunyai pakaian ganti.


"Sial..... Aku gak punya baju ganti. Sepertinya aku harus belanja keperluan yang banyak. " pikirnya.


Setelah berkemas Aldo pun bergegas chek out dari hotel. Namun sebelum pergi dia berniat untuk sarapan dulu di restoran dekat hotel tersebut.


Setelah selesai sarapan Aldo pun mulai melajukan mogenya menjumpai temannya yang merupakan agen jual beli kendaraan bekas.


Aldo berniat menggadaikan mogenya pada temannya itu. Uang hasil gadai itu akan di gunakannya untuk memenuhi segala keperluannya nanti.


Ya..... Aldo akan pergi untuk meninggalkan kedua orang tuanya juga semua kemewahan dari orang tuanya itu. Dia juga bertekat untuk tidak akan menggunakan uang tabungannya yang berasal dari orang tuanya.


Dia hanya akan menggunakan uang dari keringatnya sendiri. Dan moge itu juga di belinya dari gajinya selama menjadi karyawan biasa di perusahaan Farhan. Karena selama ini dia hanya menjabat sebagai menejer marketing. Itu pun atas permintaan Aldo karena dia tidak mau langsung menjadi CEO menggantikan Farhan.


Akhinya tibalah Aldo di rumah Roni temannya yang mempunyai usaha jual beli kendaraan bekas.


"Heiii Aldo lama gak ketemu gw dengar lo mau nikah ya, kok gak ngundang-ngundang sih." sapa Roni penuh hangat.


"Apaan sih gosip murahan itu."


"Terus ada perlu apa sampai seorang Aldo mau ketemu gw pagi-pagi gini."


"Ok Ron to the point aja ya, gw butuh uang cash so gw mau gadaiin moge gw."


"What..... Gw gak salah dengar nih." ucap Roni gak percaya. "Ada apa sih bro." sambung Roni.


Lalu Aldo pun menceritakan semua kejadian yang sedang di alaminya. Termasuk niatnya yang akan pergi untuk beberapa bulan menjauhi orang tuanya.


"Ok bro gw bakal nolong lo. Lo butuh berapa?"


"80jt bisa gak, secara moge gw juga harganya kan lebih dari segitu."


"Ok deh, gw transfer ya. Mana no rekening lo."

__ADS_1


Lalu Aldo menyerahkan no rekening, rekening pribadinya yang tidak di ketahui oleh Farhan dan Dara.


"Thanks ya bro. Gw gak tau minta tolong ke mana kalau gak ada lo."


"Santai aja bro. Kayak sama siapa aja sih."


"Oiya satu lagi kalau bokap nyokap gw nanyain gw ke lo pliss jangan kasih tau ya."


"Siip.... Aman."


"Sama satu lagi moge gw jangan di jual ya." rengeknya seperti anak kecil.


"Hahahaha ya gak lah, lagian moge gak ada BPKB siapa yang mau beli."


"Ok Ron gw cabut ya. Sampai ketemu beberapa bulan lagi."


Aldo pun beranjak dari rumah Roni menggunakan taksi menuju mall untuk membeli travel bag dan kebutuhan lainnya. Mall yang ditujunya pun bukan mall mewah yang biasa di kunjungi nya.


Setelah di rasa cukup Aldo pun kembali mencari taksi untuk mengantarkannya ke pelabuhan. Dia berniat akan pergi ke pulau seberang dengan menaiki kapal laut. Hal itu dia lakukan bukan tanpa alasan. Dia takut kalau Dara kembali mengirim mata-mata untuk mencarinya di bandara. Tapi kalau pelabuhan mamanya itu pasti tidak akan berfikir sampai kasana.


Setelah tiba di pelabuhan Aldo langsung memesan tiket dengan keberangkatan pukul 12 siang. Itu berarti dia masih punya waktu sekitar satu jam lagi.


Sebelum naik ke kapal di kembali membuka pesan di handphone dari Farhan. Ada banyak sekali pesan disana. Aldo mulai membalas hanya satu kali.


Setelah Aldo melihat centang dua pada pesannya ke Farhan Aldo segera mematikan hp nya, lalu mengeluarkan sim card yang ada di dalamnya. Setelah itu dia pun memberi hp nya itu ke petugas kebersihan yang sedang membersihkan lobby pelabuhan itu.


"Gak salah tuan, apakah benar handphone ini buat saya." tanya ibu petugas kenersihan itu gak percaya.


"Iya bu, ambil saja saya sudah punya yang baru." Aldo berlalu menaiki kapal tanpa melihat ibu itu lagi.


"Makasi ya tuan. Hhmm orang kaya mah aneh mentang-mentang punya yang baru yang lama di campakkan begitu saja." Si ibu pun kembali melakukan pekerjaanya.


.


.


.


Di perusahaan Farhan.


"Jo...... Batalkan meeting hari ini kita pulang ada hal penting yang akan saya bahas dengan istri saya." perintah Farhan kepada asisten Jo setelah membaca pesan dari Aldo.


Farhan mulai gundah akhirnya hal yang di takutkannya terjadi juga. Meskipun dia telah berdamai dengan Aldo tentang perjodohan itu tapi dia tetap menyesal karena awalnya dia setuju dengan perjodohan itu.

__ADS_1


Di perjalanan pulang dia terus mencoba menghubungi Aldo tapi percuma handphone Aldo sudah tidak aktif lagi.


"Jo sesampainya di mansion segera lacak keberadaan Aldo melalui GPS."


"Baik tuan."


Setelah 20 menit akhirnya mereka sampai di mansion. Farhan segera berjalan untuk mencari keberadaan Dara. Dan akhirnya dia menemukan istrinya yang sedang menonton televisi.


"Benarkan ma. Benar dugaan papa. Aldo mengambil tindakan lebih ekstrim lagi." cerca Farhan. Dan sang isteri pun terkejut melihat kepulangan sang suami yang lebih awal.


"Apa lagi yang di lakukannya pa."


"Silahkan mama baca isi chat nya ini. " Farhan pun menyerahkan handphone miliknya.


Setelah membaca isi chat itu tanpa sadar Dara menjatuhkan handphone itu dan terduduk lemas dengan air mata yang mengalir.


"Pa Aldo pa......kita harus mencarinya pa. Papa jangan diam aja dong." rengeknya.


"Percuma ma. Biarlah untuk kali ini aja kita membebaskannya untuk memilih. Kita lihat seberapa dewasanya dia menghadapi kehidupan di luar sana."


"Hubungi dia pa mama mau minta maaf."


"Percuma ma, hp nya sudah tidak aktif. Sudah lah ma biarkan dia belajar dewasa."


"Papa mau balik ke kantor lagi ya?? "


"Tidak ma, papa mau di rumah aja. Otak papa mumet mikirin ini." Farhan pun berlalu menuju kamarnya untuk berganti pakaian.


Walaupn istrinya bersalah tapi Farhan berniat untuk menemaninya hari ini makanya dia tidak kembali ke kantor. Mungkin dia akan mengajak Dara sekedar menikmati secangkir kopi di cafe atau hanya menonton televisi di rumah.


Meskipun berat berpisah dari anak satu-satunya selama 6 bulan tapi Farhan yakin bahwa Aldo akan bertanggung jawab akan keputusannya itu.


Setelah selesai berganti pakaian Farhan pun kembali menemui Dara yang masih menangis di ruang tengah.


"Bersabarlah ma. Kita doakan saja Farhan selamat sehat dan kembali dengan membawa seorang calon istri." bujuk Farhan pada Dara.


"Maaf tuan saya sudah melacak GPS tuan muda tetapi hasilnya nihil tuan. Sepertinya tuan muda sudah tidak menggunakan handphone nya lagi."


Tiba-tiba asisten Jo datang memberi penjelasan kepada Farhan.


"Ya sudah la, terimakasi Jo. Oiya saya tidak akan kembali ke kantor, dan kamu kembalilah selesaikan pekerjaan yang tertunda hari ini."


"Baik tuan." asisten Jo pergi meninggalkan tuannya itu.

__ADS_1


.............


__ADS_2