
...****************...
setelah Andra mengamati Fras yang semakin menjauh dari dirinya dan risa akhirnya dia tenang.
kelima teman teman nya berniat tidak akan mengganggu temannya yang satu itu.
Arya sengaja mengajak teman temannya ke kantin agar tidak mengganggu mereka berdua.
"ke kantin yuk!"
"kelima temannya kompak menjawab.
"ayok..Lo traktir ar"
mereka semua tertawa terpingkal pingkal
"hahahahahahahahhh"
"yaudah ayok"Andra mengajak teman temannya dia sekarang berada di barisan paling depan,seperti orang yang memimpin peperangan dengan tertawa gak jelas.
"gue Tinggal dulu ya ndra,mau ke kantin sama yang lain Lo terusin aja ngobrolnya sama Risa"Verrel menepuk bahu Andra,dan dia berbisik ke Andra"semoga berhasil ya dengan mengeluarkan tawanya yang sangat keras.
andra hanya tersenyum malu malu mendengar penuturan teman nya itu.
kelima teman nya menatap aneh ke arah Verrel yang seperti orang kesurupan.
"Verrel kesurupan...gue takut,hih ngeri!"Azzam menatap Verrel dengan wajah yang sedikit takut dan sedikit menahan tawa.
"woy kapan makannya kalok ngelawak terus"Arfa meninggikan suaranya karna dia dari tadi sudah merasa lapar.
mereka berjalan ke kantin.
Risa mengajak Andra ke UKS dengan memasang wajah sedih karena Andra sakit.
__ADS_1
"ndra ayo ke UKS katanya sakit"
Andra menjawab dengan gelagapan
" uu...udah mendingan kok,bentar lagi juga sembuh sendiri."
"beneran,gak bohong kan?"Risa menatap wajah Andra dengan meminta jawaban yang serius.
"beneran la sa,masak gue bohong gue gak suka bohong"Andra menatap Risa dengan tatapan yang sangat mendalam.
"subhanallah...cantik"kemudian Andra tersadar, tidak seharusnya dia mengucapkam kalimat itu dan andra mengucapkan.
"astaghfirullah"Andra dengan memegang dadanya.
Risa mendengar perkataan Andra hanya bisa tersenyum malu malu.
andra berkata dalam hati
"Risa kenapa senyum malu gitu ya.apa dia tadi denger aku bicara apa,mulut nih gak bisa di kontrol"Andra memukul mukul mulutnya itu.
"ndra Lo ngapain?Lo kesurupan jugak kayak Verrel gitu"Risa menahan tawanya.
Andra malah salting karena kelakuannya sendiri
"enggak ini tadik ada semut yang masuk ke mulut gue sa,yaudah gue pukul aja biar semutnya mati"wajah Andra merah merona seperti tomat.
Risa yang melihat wajah Andra yang merah merona itu hanya bisa tersenyum dalam hati Risa berkata.
"ndra Lo manis banget,paham agama pintar,semoga aja Allah mengabulkan doa gue dan semoga jodoh gue Kelak adalah elo ndra"Risa meneteskan air mata.
Andra yang melihat Risa yang meneteskan air mata tidak rela melihat wanita yang sudah membuatnya tidak bisa tidur itu langsung bertanya.
"sa kok Lo nangis kenapa?"Andra penasaran dengan jawaban yang akan di berikan wanita itu.
__ADS_1
"enggak siapa yang nangis ndra,Mata gue k
Kelilipan jadinya air mata gue keluar deh soalnya perih panas gitu"Risa menjawab dengan gelagapan karna dia sudah berbohong ke Andra.
"sini sa gue bantu tiup ya,biar gak perih dan gak panas"Andra mendekatkan tubuhnya ke Risa,sehingga wangi vanila wanita itu tercium di hidung Andra.
refleks jantung andra dak dik Duk tidak karuan.lirih Andra berkata
"adu kenapa nih jantung gak bisa di ajak kompromi sih"
begitupun Risa jantungnya tidak kalah dengan Andra sangat dak dik Duk di buatnya.
Risa salting karna wajah Andra sangat dekat dengan wajahnya.
Risa bisa mencium aroma tubuhnya Andra karena jaraknya yang sangat dekat.
kalau saja mereka salah bergerak bisa bisa keduanya berciuman.
Andra menatap wajah polos Risa dengan sedikit mengagumi,wajahnya yang indah manis, dan matanya yang bulat,senyumnya seperti bulan sabit,siapa saja yang melihat wajah cantik Risa dengan sedekat ini bisa langsung jatuh cinta.
Andra akhirnya tersadar dan kembali fokus ke tujuannya, untuk meniup mata Risa yang Kelilipan itu.
Andra bertanya ke risa
"yang mana yang perih sa?"Risa menjawab dengan santai karena dia berbohong ke Andra agar menutupi kenyataannya bahwa dia berharap suatu saat Andra menjadi jodohnya.
"emm semuanya ndra"jawab risa
"sabar ya sa, bentar lagi mata elo gak akan perih atau panas lagi kok tenang aja ya "Andra meniupkan ke kedua mata Risa,dengan sedikit memberi penjelasan bahwa semuanya akan baik baik saja.
"udah mendingan ndra,makasih ya"Risa dengan senyuman manis.
"iya sama sama"Andra dengan tersenyum ke arahnya.
__ADS_1
Andra kembali ke posisinya yang tadi berdiri dengan santai.dan wajah risa berseri seri karna adegan romantis tadi ,yang membuat jantungnya dan hatinya tidak karuan.
...****************...