
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Pagi risa sedang berjalan di koridor universitas bersama teman nya , bukan teman akrab sih cuma teman sekelas. Dia berbincang tentang persoalan ekonomi yang rumit .
Tanpa dia sadari dia melewati segerombol cowok yang sedang duduk santai di kursi pinggir koridor.
Risa tak menoleh ke mereka sama sekali malah dua dari mereka yang memperhatikan nya . Itu adalah andra dan Fras.
"Eh tu cewek manis ya " kata Fras pada andra dengan tak lepas memandangi risa .
Andra yang mendengar itu langsung menoleh ke Fras .
" Astaghfirullah Fras lo liatin dia " kata andra pura pura kaget , padahal dia sendiri yang tadi juga memperhatikan risa.
"Heheh , Ndra gue kejar dia dia dulu ya " kata Fras yang langsung berlari mengejar langkah risa.
Andra diam ada perasaan aneh dalam diri nya , perasaan takut kehilangan sesuatu yang bahkan bukan milik nya .
"Tu ndra , liat si Fras Gergeb banget tu , kalo lo ga deketin Risa bisa bisa diambil orang " kata verrel yang menyadari kejadian tadi juga raut wajah andra yang seratus persen berubah murung.
Andra menoleh ke Verrel dan tersenyum berusaha menyembunyikan perasaan takut nya .
"Apaan si lo,nggak " kata andra sambil menepuk pundak verrel dengan senyuman masam.
" Lo jangan boongin perasaan lo terus ndra , nanti di ambil orang baru nyesel lo " kata azzam kali ini serius tanpa tawa sama skali.
Andra hanya diam menatap kepergian Fras yang sudah semakin jauh. Jujur saja andra tau jika jodoh di tangan yang maha kuasa , tapi entah kenapa hatinya tetap saja terguncang tidak menerima kenyataan bahwa Fras mendekati risa .
Apa benar dia jatuh cinta ? Ini sangat rumit menurut nya , dia harus jaga pandangan nya , jaga iman nya tapi , kenapa hati nya terus meronta?.
__ADS_1
Andara kembali menatap teman teman baik nya itu.
" Gue harus jaga iman " kata andra . Bukan menegaskan namun sedang mencari jawaban harus apakah dia sekarang .
" Ndra . Sayyidina ali menjaga iman . Tapi apakah beliau menyerah untuk memiliki ?, Nggak kan " kata arfa dengan menepuk pundak sahabat nya itu . Meyakinkan dia akan pilihan nya .
Andara kembali terdiam arfa benar iman di jaga tapi bukan batasan untuk memiliki kan . Andara jadi teringat masa masa wanita manis itu mengejar nya betapa tegang andra malah menyakiti perasaan nya ?.
Andra mulai mengacak rambutnya frustasi ini benar benar di luar dugaan nya .
Verrel tersenyum pada para teman teman nya dan memberi isyarat lalu berkata . " Kekantin yuk !" Kata verrel . Teman teman nya langsung peka dan bangkit dari tempat duduk mereka .
Azzam menarik tangan andara "ayok ndra " kata azzam sedikit dibuat merengek .
Andra menghela nafas dan mengikuti saja kemauan teman nya itu . " Iya iya " .
Maksud mereka agar andra mendekati risa di kantin tapi nyatanya orang dingin satu ini malah hanya memperhatikan wanita itu dari jauh . Dasar andra . Batin kawan kawan anda
Terlihat risa yang sedang di dekati Fras acuh tak acuh dengan lelaki itu. Tapi hal itu tak cukup membuat andra tenang , entah karna apa .
" Ndra buruan deketin risa sono " kata azzam menepuk keras pundak andra. Tapi alih alih berdiri andra malah tetep bengong memper hatikan risa dan fras .
" WOI BENGONG WOEEE.. !" Kata teman teman nya serempak . Andra terkejut dan malah memesan mie ayam untuk mengalihkan perhatian teman teman nya .
Melihat itu teman teman nya malah meneluk jidad masing masing . Tak habis pikir ada apa dengan teman nya yang satu ini.
" Bukan nya deketin risa malah mesen mie " kata verrel mulai jengkel .
" Lama lama gue jedotin Juga tu anak " kata frengki dengan menepuk meja kantin keras .
__ADS_1
Tanpa di duga ternyata risa juga berdiri dan memesan sesuatu di kasir padahal tanpa rencana .
Andra tak sadar dikasir yang ada di sebelah nya adalah risa dan fras .
" Buk mie ayam seporsi ya buk ، yang pedes buk " kata andra yang langsung di catat ibu penjaga kantin .
" Saya juga ya bu , pedes juga " kata risa di sebelah andara .
Andra yang menyadari hal itu langsung menoleh , begitupun dengan risa yang yang menyadari suara tegas di sebelah nya .
Tanpa sengaja tatapan mereka bertemu kali ini agak lama . Risa tanpa sadar terlena dengan apa yang di lihatnya kini . Orang yang begitu dia rindukan ada di dekat nya , bahkan sangat dekat .
Andra yang sadar sedang menatap risa malah sengaja tetap menatap wanita itu , kapan lagi .
Tak lama andra tersenyum manis pada wanita yang hanya setinggi dada nya itu .
Karna senyuman andra risa sadar dia dosa . Risa memalingkan wajah nya dan berbalik menuju tempat nya duduk tadi . Sementara andara tetap memaku menatap risa .
3 semprul yang menonton dari tadi langsung bertingkah saja .
" Ekhem ekhem " kata mereka bersamaan membuat andra kembali ke alam nyata .
Andra melangkah meninggalkan kasir dan kembali duduk di dekat arfa yang sedang memandangi layar ponselnya entah kenapa.
" Gimana PDKT nya ndra " goda azzam .
Andra malah diam sambil tersenyum sendiri .
" Nah tuh kan sekalinya bucin langsung gak waras dia" kata verrel di susul tawa teman temannya.
__ADS_1
NEXT...
...****************...