
...****************...
bel berbunyi menandakan pulang
kringgg.......kringgg......kringgg........
mahasiswa mahasiswi yang lain berlalu lalang,mau pulang dari kampus universitas Gunadarma.
teman teman Andra datang,mereka melihat dari kejauhan.
dia tengah sibuk menghafal kan kitab yang ada di tangan nya,dengan mata terpejam
Azzam memberi isyarat ke Arfa,dengan melambaikan lambaikan tangan.
dengan terpaksa Arfa mengangguk,dan mengikuti kemauan Azzam.
Andra tidak mengetahui kedatangan kedua temannya,Andra masih fokus dengan memegang kitab,menghafalkannya dengan mulut komat komit, seperti Mbah dukun membaca mantra.
Arfa dan Azzam,teman yang paling dekat dengan Andra,sahabatnya Andra semasa di pesantren dulu sampai mereka menginjak
Kuliah mereka bertiga tetap bersahabat.
Azzam dan Arfa tepat di samping Andra,dan Andra tidak menyadari kalau teman teman nya sudah ada di sampingnya.
"kerjain ah biar seru." kata Azzam ke Arfa dengan nada pelan, dan wajah semangat nya.
"jangan zam dosa loh,buat orang terkejut."
kata Arfa dengan nada serius.
Arfa sangat ber beda dengan Azzam,tingkahnya yang selalu usil,yang menjadi kebiasaan nya dari dulu di mambaul Al falah tidak pernah berubah.
Azzam mendekati Andra,dengan berjalan berjinjit-jinjit,agar tidak di ketahui Andra.
setelah dekat Azzam mengagetkan cowok itu.
Azzam menepuk bahu Andra dari belakang,dan Azzam tertawa tanpa rasa bersalah
"bahhhhhhh "
"hahaaah,hahahahha"
tawa Azzam pecah,suaranya lantang sehingga mengisi kelasnya.
Andra terkejut,mukanya merah seperti tomat, keringat membanjiri seluruh badannya,hampir saja kitab yang di pegang nya jatuh ke lantai.
untung saja dengan gerakan yang cepat,dia langsung menangkap kitabnya.
"Astaghfirullah............."
"Lo ngagetin gue,resek banget Lo zam jadi temen."dengan nada serius.
Arfa hanya tersenyum sambil geleng geleng kepala,melihat tingkah usil Azzam yang selalu bikin ketawa.
"gak tau tuh azzam,tadik gue udah bilangin ndra,kalok ngagetin orang itu dosa."
"dianya aja yang ngotot, pengen kerjain elo Mulu ndra."kata arfa dengan nada serius dan cengigisan.
"lagian elo sih ndra,serius banget hafalin kitabnya,Sampek Sampek gak sadar kalok kita udah dari tadik ada di sini."kata Azzam dengan nada serius.
"fa kita di abaikan nih sama azzam." Azzam merengek seperti baby, dengan nada ber canda.
"sorry ya azzam,Arfa,gue tadik hafalin kita,biar lancar pas presentasi Minggu depan."
"gue harus terus belajar, biar gak malu ke dosen."kata Andra dengan panjang lebar.
"yaelah ndra........"
" Lo kan udah pintar, ngapain masih belajar?"tanya azam ke Andra.
" gak gue gak pintar,gue harus terus belajar."
kata Andra dengan nada ketus.
Andra memang pintar dari dulu,semasa di pesantren Mambaul Al falah,dia menjadi kebanggaan guru gurunya,bahkan dia di angkat menjadi ustad tugas,sama dengan Azzam dan Arfa mereka bertiga sama sama pintar dan kebanggaan guru guru.
"benar Lo ndra,baik orang bodoh,orang pintar,gak boleh menyia nyia kan waktu,lagian orang yang terus belajar semangat dalam belajar,itu diangkat derajatnya sama Allah." jelas Arfa dengan panjang lebar seperti orang ber ceramah.
"iya deh,sekali lagi sorry ya ndra." pinta Azzam ke Andra dengan wajah bersalah,merengek,dan lucunya .
mereka bertiga berjalan melewati mahasiswa dan mahasiswi yang lain,yang berlalu lalang mau pulang.
mereka bertemu dengan teman teman nya.
yah mereka adalah Verrel, Arya, dan Frengki.
mereka bertiga juga teman teman Andra,Azzam,Arfa di pesantren dulu.
"Hai Andra,anzzam, Arfa, gimana kabarnya?? "
__ADS_1
kata Verrel dengan suara yang lantang, Verrel sengaja bersuara lantang,agar kedua teman teman nya itu terkejut.
karna kebiasaan Varrel dari dulu yang kocak, kemudian Varrel di susul Arya,dan Frengki yang dari tadik di buat kaget oleh varrel.
mereka berdua muncul di belakang varrel dengan raut wajah yang malu,karena mereka dari tadik sibuk dengan handpone nya masing masing.
"eh hai Andra,Azzam,Arfa dengan suara yang kompak."
mereka bertiga dijuluki 3 semprul, yang paling kocak, dan lucu dengan tingkahnya yang bikin ketawa, dan seru dan tingkahnya yang bisa bikin kepala geleng geleng.
ketiga semprul itu ada di jurusan arsitek,sedangkan Andra dan ketiga teman nya ada di jurusan tafsir.
"Alhamdulillah baik."jawab Andra dan kedua teman nya dengan senyum yang sumringah.
"yuk, pulang bareng."ajak Varrel ke mereka bertiga.
"yaudah ayok."dengan anggukan bersama.
setelah semua teman teman nya membuka mobil,bersiap siap untuk pulang.
Andra tidak sengaja ,matanya menangkap sosok wanita.
wanita yang selalu membuat harinya kacau,dengan omongannya yang beribu ribu, dan pertanyaan yang tidak penting.
Risa sedang duduk sendiri di taman,dia belajar dengan serius, dengan mata terpejam.
Risa sangat cantik dan anggun,mengenakan gamis hitam laksmana seorang putri, dan hijab syar'i yang menutupi tubuhnya.
tanpa sadar Andra tidak sengaja,mengucapkan kata yang tidak seharusnya dia keluarkan.
"cantik..."kata Andra,dengan senyum manis,melihat wanita itu dari kejauhan.
mereka ber lima kompak,dan langsung menoleh ke Andra .
benar saja,Andra sedang kagum, dan serius menatap Risa dari kejauhan.
mereka menghampiri Andra,Sany bertanya dengan serius.
"Andra,Lo suka ke Risa?"kata Verrel dengan wajah serius.
"Enggak ,gue gak suka perempuan yang gak tau malu,yang sukanya cumak ngejar ngejar cowok,gak ada urat malunya tuh cewek." sarkas Andra dengan wajah dingin nya.
"Andra Lo jangan terlalu benci sama perempuan,nantik Lo kenak karma."
"ingat dari benci bisa jadi cinta,awas aja ya entar Lo sukak beneran,entar Lo gue ledikin."
"entar Lo sendiri yang gak bisa jauh dari tuh cewek,bisa aja elo yang bakal kejar kejar tuh cewek."kata Arya dengan serius.
yang di jawab dengan semangat oleh kelima teman nya.
"setuju" dengan tawa yang pecah.
"gak gue gak bakal suka ke cewek yang kayak gitu,jangan harap,dengan nada yang ketus dan super cuek."
Andra masuk ke dalam mobil,dia membanting pintu mobilnya dengan keras,membuat kelima teman teman nya menoleh.
Andra melajukan mobilnya dengan cepat,dengan sekejap mata mobil Andra telah menghilang dari jangkauan mata.
mereka mengejar Andra,dengan mobil sport merah punya Varrel.
di dalam mobil, Andra terus saja mengingat ucapan teman teman nya,dan mengingat sosok wanita yang menghantuinya tadi.
tanpa Andra sadari,Andra menabrak pohon.
BRUKKK................
mobil Andra mengeluarkan asap yang tebal,tapi Andra masih bisa keluar dengan menahan sakit di kepalanya, darah nya ber ceceran kemana mana.
"ya Allah, astaghfirullah hal adzim,kok gue jadi gak fokus gini sih."
mereka berlima menghentikan mobilnya,melihat Andra kecelakaan dengan mengeluarkan darah yang banyak.
"Andra Lo gak papa kan..?".kata arya dan ke empat teman nya.
"Alhamdulillah,gue gak papa kok,cuma luka dikit aja,Bentaran jugak sembuh."Andra menjawab pertanyaan Arya, dengan menahan rasa sakitnya,takut teman teman nya hawatir.
"gak papa gimana,tuh kepala lo berdarah!".
Azzam ikut bicara.
"udah kita sekarang ke rumah sakit ,kasian Andra."kata Arya ke teman teman nya.
"siapa yang sakit,ini gue masih bisa berdiri,masih bisa bicara,kan berarti gue gak papa."
"Gak gue gak mau ke rumah sakit,gue mau pulang aja."pinta Andra ke teman teman nya.
"oke.... mobil elo, gue yang Bawak!!kaya Verrel dengan nada serius,Lo di belakang aja ndra sama yang lain."
"Frengki Lo Bawak mobil gue yah." pinta Varrel.
__ADS_1
"siap ver,kasik gue jugak gak papa."
"lumayan Lo sedekah ke gue ,gue kan temen Lo sendiri ver."kata Frengki dengan bercanda.
"Enak aja minta yang gratis,mana uangnya??".
"gue kasik mobil gue kalok ada uangnya."kata Verrel.
"nih gue ada uang,Frengki mengeluarkan uang 5000 rupiah,Kalau kurang gue ngutang dulu ya ver."
mereka berdua tertawa gila
"hahahahha,ahhahahahh."
"kalian nih gak tau situasi, sama kondisi!"
"udah cukup bercandanya,kasian andra,kepala Andra mengeluarkan banyak darah tuh,darahnya gak berhenti mengalir."kata Arfa panjang lebar.
Andra melihat sekelilingnya hitam,dan pandangannya kabur,Andra tidak kuat menahan sakit di kepalanya.
"Brukkkkk"Andra pingsan
kelima teman nya langsung membawa Andra ke rumah sakit.
"kerumah sakit melati aja,lumayan dekat dari sini."kata Azzam ke teman teman nya
mereka melajukan mobilnya dengan cepat,mereka menghentikan mobilnya, karna Sudah sampai di rumah sakit melati.
mereka langsung mengangkat tubuh Andra,dan membawanya ke dokter.
"Dok tolongin teman saya dok,dia habis kecelakaan!!"kata Arfa dengan memelas, dengan wajah sedih dan mata yang sembab.
dia menangis dari tadik dan ke empat teman nya di dalam mobil.
"iya saya akan melakukan yang terbaik,untuk saudara Andra,silahkan tunggu di luar dik."kata dokter menyuruh mereka berlima untuk berada di luar.
"baik dok."kata Arfa dan keemlat teman nya.
"silahkan bayar administrasi nya dulu mas."kata suster ke Azzam.
Azzam yang dari kelihatan seperti orang stres,karna sahabatnya itu kecelakaan.dan masih belum sadarkan diri.
Verrel tersadar dengan ucapan suster yang menyuruhnya untuk mengurusi administrasinya.
"baik sus."kata Azzam ke suster itu.
beberapa menit kemudian dokter keluar dari ruangan ICU.
mereka berlima sedikit lega krna dokter yang sudah di tungguinya sekarang telah keluar.
"gimana dok, keadaan teman saya."kata Arya dan ke empat teman nya dengan kompak.
"kalian tenang saja,saudara Andra akan segera siuman,dia pingsan akibat benturan yang keras di kepalanya,akibatnya dia banyak kekurangan darah,tapi jangan hawatir dia akan sembuh dalam berapa hari lagi."
"Andra tidak boleh pulang dulu,dia harus di rawat disini".kata dokter Ahmad panjang lebar.
"baik dok,yang penting Andra bisa secepatnya sembuh."kata Arfa dan teman nya.
Andra membuka mata dia melihat Arya, Arfa,Frengki,Azzam,Verrel sekarang berada di samping Andra, dengan wajah sedih, dan mata sembab .
"Andra maafin kita yah, pasti Lo kecelakaan gara gara tadik gue jomblangin elo ke Rissa kan?". kata Verrel, dan semua teman nya mereka merasa ikut ber salah, karna Andra miris meninggalkan mereka ber lima gara gara kecelakaan.
"iya gak papa kok,gue mau pulang yah."pinta Andra ke mereka ber lima.
"Lo gak di bolehin pulang sama dokter ndra,Lo harus rawat inap di sini beberapa hari gitu,"kata Azzam dengan serius
"kalok ortu gue nyariin gue,gimana ya..?"kata Andra ke teman teman teman nya
"gimana kalok gini aja,kita bilang gini."
"Tante malam ini Andra gak bisa pulang,soalnya ada tugas tambahan di kampus,banyak Tan,paling 3 hari / 5 gitu Tan,Andra nginap di rumah saya Tante."
jelas Azzam panjang lebar.
Andra sangat bahagia,karna dari dulu teman teman nya, tidak pernah berubah.
bahkan sampai sekarang,mereka tetap solid, dan selalu mendukung andra dalam hal apapun.
rasanya Andra mempunyai banyak keluarga,dan banyak yang menyayanginya.
"ayok sarapan dulu ndra,terus minum obat." Arfa membawa semangkok bubur hangat,air obat dari dokter, Arfa membujuk Andra agar dia mau makan bubur dan minum obatnya.
"iya fa, makasih ya fa teman teman,kalian udah selalu baik ke gue, padahal gue orang nya kayak gini."
"iya sama sama ndra,kita semua udah menganggap elo seperti keluarga sendiri kok,intinya gini kita semua harus saling menyayangi,dan saling mendukung satu sama lain."jelas Arfa panjang lebar ke andra yang lain.
Andra mengahabisu buburnya,dan minum obat, kemudian Andra tertidur akibat efek obat yang sudah di minumnya tadi.
mereka ber tiga ikut tertidur, karena Andra sudah tertidur.
__ADS_1
hanya Arfa dan Azzam yang tidak ikut tidur,Arfa dan Azzam berniat menjaga andra.