
Arva gadis hitam manis yang memiliki sifat introvert yang memang selalu memisahkan diri dari teman seusia nya, gadis yang asik dengan kesendirian nya, gadis yang selalu menundukan pandangan nya dari lawan jenis nya, gadis yang memandang Cinta itu hal yang sia sia.
Adriva laki laki cerdas dari keluarga menengah ke atas, berkulit putih, memiliki ke percayaan diri di tingkat level cawan monas, memiliki senyum yang manis, populer di kalangan wanita karena ke tampanan nya.
-----------------------------------------------------------------------------
Arva gadis manis yang memang baru lulus dari bangku Sekolah Menengah Atas, sedang sibuk menyiapkan beberapa surat lamaran pekerjaan untuk dia melamar pekerjaan disebuah Swalayan. Karena bagi Arva untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi sebuah hal yang mustahil bagi nya bila mengandalkan ayah nya, karena kedua orang tua Arva bukan seperti orang tua yang lain nya, ayah nya hanya sebagai karyawan swasta, ibu nya hanya ibu rumah tangga seperti wanita kebanyakan yang telah menikah, bukan karena Arva tidak ingin melanjutkan kuliah, dia berpikir dari pada uang untuk ongkos nya pulang pergi lebih baik di gunakan untuk 2 adik nya yang lebih membutuhkan nya, Iki yang bersekolah di Sekolah Menengah Atas dan Bila siswi kelas 2 Sekolah Menengah Pertama. Sebenarnya Arva mendapatkan beasiswa namun tetap saja untuk pulang pergi nya Arva harus menyiapkan ongkos karena jarak dari rumah ke tempat kuliah nya lumayan jauh. Akhirnya Arva memutuskan untuk menunda Kuliah nya nanti bila sudah mendapatkan pekerjaan, setidak nya dia bisa membiayai sendiri kuliah nya dan bisa sedikit membantu ayah nya.
Setelah melaksanakan sholat subuh, Arva bersiap siap untuk melaksankan rencana nya melamar pekerjaan di salah satu swalayan yang ada di kota nya, Arva yang sudah siap dengan pakaian formal dan jilbab nya pun keluar dari kamar nya untuk sarapan
__ADS_1
"Assalamualaikum, ayah ibu... Selamat pagi, Iki dan Bila belum bangun bu?" sapa Arva dengan lembut sambil tersenyum khas ala Arva, ya Iki dan Bila adalah 2 adik Arva yang masih bersekolah, Iki kelas 2 SMA dan Bila duduk di kelas 2 SMP.
"Wa'alaikumsalam..." jawab ayah dan ibu bersama.
"Va... Apakah hari ini kamu jadi nak pergi untuk melamar pekerjaan itu?" pertanyaan ibu yang langsung mendapatkan anggukan oleh Arva.
"In syaa allah jadi bu, doakan arva ya yah.... bu supaya arva bisa di terima" jawab arva dengan senyuman khas ala Arva.
Pukul 07:30 Arva sudah sampai di salah satu swalayan tujuan Arva untuk menunggu test yang akan di ikuti nya, Arva tak henti hentinya berdoa, semoga Allah memberikan yang terbaik untuk nya. Setelah menunggu lama akhirnya Arva di panggil untuk masuk ruang interview tersebut. Arva masuk ke dalam ruangan tersebut dengan perasaan sedikit taku, telapak tangan yang dingin dan gemetar namun dengan semangat dan keyakinan nya Arva melawan rasa takut dan gemetar itu sambil membaca:
__ADS_1
"Bismillahirrahmanirrahim. " akhirnya Arva masuk.
Ceklek
suara pintu yang di buka oleh Arva.
didalam ruangan tersebut telah ada beberapa orang yang bertugas untuk mengetest para calon pekerja tersebut.
Arva langsung di minta untuk duduk di kursi yang telah di sediakan oleh salah satu petugas itu, Arva pun langsung duduk di kursi tersebut.
__ADS_1
Bagaimana hasil nya.... ada di Part selanjut nya.... 😊