MELUPAKAN Atau MENGIKHLASKAN

MELUPAKAN Atau MENGIKHLASKAN
PART 7


__ADS_3

Di dalam rumah berlantai 2 terlihat seorang ibu yang sedang duduk di kursi ruang tamu, ya itu adalah umi nya Adriva.Ita dan Tama, umi dan abi nya Adriva. Adriva memiliki 1 kakak bernama Aim, dan seharus nya Aim dan Adriva memiliki satu adik perempuan bernama Alexa, namun adik perempuan Aim dan Adriva meninggal karena sakit.


"Adriva.... Kamu dari mana saja nak, umi telpon ko gak aktif sih...." tanya umi Ita kepada anak nya itu


"Umi..... Maaf tadi Hp Driva lagi di carger low banget mi.... Lagian tadi Driva lagi sama Rafa dan Khalid ngerjain tugas ko di cafe samping kampus." jelas Driva


"Oke... Umi percaya." ujar umi Ita


"Ya udah sana cepet kamu mandi, kamu bau keringet tau." perintah umi Ita kepada Adriva


Adriva yang mendapatkan perintah dari umi nya langsung menuju ke kamar nya di lantai dua tanpa membantah, setelah sampai di kamar nya Adriva mencari handuk dan langsung masuk ke kamar mandi. Setelah ritual mandi nya selesai Driva langsung melaksanakan sholat maghrib dan setelah selesai Adriva langsung mengeluarkan buku yang tadi belum selesai dia baca.

__ADS_1


Tok tok tok


Suara pintu kamar Driva di ketuk oleh umi Ita


"Driv..... Driva.... Ayo turun kita makan malam... Abi sama Umi tunggu di meja makan ya!" suara Umi Ita yang memanggil Driva untuk makan malam bersama.


"Siap laksanakan komandan." jawab Driva sambil membuka pintu kamar nya, berjalan menuruni tangga dan langsung menuju meja makan yang ada di dapur nya.


Di meja makan terlihat abi Tama yang sedang duduk dengan tenang menunggu putra nya itu, sedangkan umi Ita yang tengah menyiapkan makanan untuk makan malam keluarga nya.


"Belum nak.... Sepertinya kakak mu akan lembur di kantor, tadi sudah memberitahu umi lewat telpon." jawab umi Ita

__ADS_1


"Kakak mu kan akan menikah... Jadi dia ingin menyelesaikan pekerjaan nya sebelum pernikahan nya tiba, jadi setelah menikah Aim dan Istrinya bisa bulan madu dengan puas." abi Tama menjelaskan alasan kenapa belakangan ini Aim jarang sekali pulang cepat.


"Oh.." hanya itu jawaban Adriva


" Oia Driv.... Bagaimana usaha kamu, apakah baik baik saja?" tanya abi Tama kepada Driva


Ya Driva memang memiliki sebuah Toko seperti konter laptop, yang memberikan jasa servis laptop, selain servis konter Driva pun menyediakan segala alat alat atau temen temen nya laptop, seperti cpu, printer, keyboard dll. Usaha itu di bangun oleh Adriva sendiri dari tabungan nya, Adriva memang lebih memilih untuk membuka usaha sendiri ketimbang harus bekerja di perusahaan abinya. Padahal abi Tama meminta Adriva untuk bekerja di Perusahan nya bersama dengan Aim, tapi Adriva menolak tawaran abinya itu. Bukan karena Adriva tidak menghargai tawaran plus permintaan abi nya, namun Adriva hanya ingin berusaha sendiri dengan kemampuan yang Adriva punya, nanti bila lain waktu Adriva merasa perlu membantu perusahaan abinya itu, Adriva akan berusaha untuk membantu, alhamdulillah nya abi dan umi nya tidak keberatan dengan keinginan anak nya itu, malah abi dan umi nya sangat mendukung keinginan Adriva. Awalnya abinya ingin membantu biaya untuk membuka toko nya tapi kembali Adriva menolaknya secara halus kedua orang tuanya hanya bisa menerima keputusan anak nya.


"Alhamdulillah... Abi.... Toko gak pernah sepi pelanggan, jadi rencana nya besok Adriva ingin mencari tenaga tambahan buat bantuin si dayat di konter." jelas Adriva kepada abinya.


Adriva memang tertarik di bidang per IT an, dia kuliah pun mengambil jurusan IT, karena Driva berfikir ketika dia faham tentang per IT an, dia bisa membuka usaha nya sendiri, dia ingin menjadi laki laki yang mandiri.

__ADS_1


"Ya udah.... Sekarang kita makan yuk, makanan nya ntar ngambek karena gak di makan." ajak umi Ita kepada suami dan anak ganteng nya itu.


Bersambung....


__ADS_2