
Arva yang bolak balik menunggu balasan pesan dari pemilik konter itu pun tak henti henti nya berkomat Kamit menggerutu
"Haissshhh.... Gimana sih ini sudah hari ke 5 tapi belum ada kabar dari si penyervice itu, aku WA juga gak di bales bales, apa jangan jangan tempat service itu penipu lagi, ya Allah terus gimana dong laptop nya Bu Ida kalo beneran tempat itu penipu... Bu Ida bakalan marah ini.... Mana Arva gak ada uang buat mengganti nya ya Allah tolong Arva" gumam Arva dengan ketakutan ketakutan nya
Dan ketika Arva sedang galau tiba tiba sebuah suara terdengar dari belakang nya
"Va kenapa kok dari tadi ibu liatin kayak nya Arva lagi gak tenang kayak lagi punya masalah" tanya ibu
Dan ternyata suara itu dari ibu nya Arva
"Eh ibu.... Enggak Bu.... Arva lagi mengingat nama nama murid Arva di sekolah Bu" bohong Arva, karena gak mungkin Arva memberitahu ibu nya tentang masalah nya saat ini nanti bisa bisa ibu nya ikut memikirkan nya juga, biarlah Arva berusaha sendiri untuk menyelesaikan masalah ini karena memang Arva bukan lah gadis yang manja, kehidupan nya sangat mengharuskan Arva yang dewasa, kuat dan gercep. Ya seperti itulah Allah memberikan kita kehidupan yang keras agar kita menjadi sosok yang kuat, dengan datang nya berbagai masalah kehidupan membuat kita banyak belajar dari masalah.
"Oh ibu kita kamu lagi ada masalah, Oia bagaimana kerjaan kamu sebagai guru Va, apakah membuat mu terbebani?" Tanya ibu Arva
"Alhamdulillah Bu gak ada masalah, Arva senang bisa main sama anak anak, belajar dari Bu Ida dan temen temen guru Arva di sekolah" jawab Arva sambil tersenyum
"Alhamdulillah kalau kamu gak merasa terbebani nak, cintailah pekerjaan yang saat ini kau kerjakan, jalani semua dengan ikhlas karena kondisi mu saat ini banyak orang lain inginkan" nasehat ibu Arva, ya.... Syukuri apa yang ada saat ini, kondisi saat ini dan nikmat saat ini karena ada di luar sana yang sangat menginginkan posisi kita saat ini.
"Ya Bu Arva akan menjalani ini semua dengan ikhlas" jawab Arva
__ADS_1
"Ya sudah sana istirahat, besok masih harus mengajar!" Perintah ibu
"Siap komandan" jawab Arva dan langsung pergi ke kamar nya untuk mengistirahatkan kan tubuh dan otak nya. Biarlah masalah laptop itu besok saja dia akan mendatangi toko service laptop itu dan akan mencari tahu kebenaran laptop nya. Lihat saja orang orang itu kalau memang mereka penipu Arva akan melaporkan ini kepada polisi biar mereka kapok dan jera, percuma punya wajah ganteng kalo penipu, huuuh...
Keesokan hari nya
"Umi.... Abi, Driva berangkat ke konter dulu ya, Assalamualaikum" pamit Driva sambil mencium tangan ke dua orang tua nya itu
"Wa'alaikumsalam" jawab umi dan abinya bersamaan "Hati hati Driva" sambung mereka
"Oke" jawab Driva dan langsung pergi ke garasi mengeluarkan si BQ motor sport kesayangan nya dan langsung meluncur ke konter nya.
Perjalanan yang biasanya hanya memerlukan waktu 45 menit harus menjadi 60 menit alias satu jam karena kecepatan BQ di bawah rata rata, ketika sampai di konter nya Driva melihat ada seorang gadis cantik sedang duduk di depan konter nya dengan gelisah dan raut wajah yang takut
"Permisi mba.... Kenapa kok duduk di sini sendirian?" Tanya Driva
Arva pun yang merasa di tanya melihat ke arah Adriva yang bertanya pada nya
"Alhamdulillah ya Allah ternyata si penyervice itu buka penipu" teriak Arva dengan raut wajah bahagia
__ADS_1
Berbeda dengan Adriva yang mengerutkan dahi nya, haaah penipu.... Gumam Adriva sambil melongo
"Kenapa si mbak nya bilang penipu mba?" Tanya Adriva kepada Arva
"Ya lagian mas ini sudah hari ke 6 lho dari janji nya si mas, kata si mas nya laptop saya selesai di perbaiki 4 atau 5 hari" cerocos Arva dengan nada sedikit menaik, bagaimana tidak menaik ketika dia cemas dengan leptop milik orang
"Di tambah saya me WA ke no yang ada di kwitansi itu gak ada balasan, di telpon gak di angkat - angkat kan membuat orang panik akhirnya saya bersu'udzhon kan ke mas nya" sambung Arva kepada Driva.
"Driva nama saya Driva mba" jelas Driva kepada Arva sambil berlalu untuk membuka rolling toko nya itu
Arva yang merasa tidak bertanya namanya di penyervice itu mengacuhkan nya saja
"Si masnya tau gak itu laptop kepala sekolah saya mas, saya khawatir si mas nya menipu saya, kalo laptop nya hilang kan saya gak tau harus mengganti nya dengan apa" omel Arva
"Mba.... Perkenalkan nama saya Driva, jadi panggil saya Driva jangan mas mas aja dari tadi" jelas Driva
Arva yang merasa kelelahan akibat mengomel tadi pun diam seribu bahasa setelah mendengar apa yang Adriva katakan.
Bersambung....
__ADS_1