MELUPAKAN Atau MENGIKHLASKAN

MELUPAKAN Atau MENGIKHLASKAN
PART 4


__ADS_3

Hari Arva di lalui nya dengan hanya membantu ibu nya di dalam rumah mengerjakan pekerjaan rumah, bukan karena Arva tidak ingin bekerja dan mencari pekerjaan melainkan dia sendiri bingung pekerjaan jaman sekarang kebanyakan memiliki syarat yang membuat Arva langsung mundur teratur, ya minimal pendidikan terakhir S1 sedangkan Arva hanya lulusan SMA itu pun masih baru dimana pengalaman pekerjaan masih minim, selain pendidikan penampilan pun menjadi salah satu alasan Arva enggan untuk maju, dia menyadari jarang sekali yang mau mempekerjakan wanita yang berjilbab. Walaupun Arva sangat mengetahui bahwa jodoh, rezeki dan maut sudah allah tetapkan tetapi tetap saja kita harus berikhtiar.


"Ibu.... Apa Arva mencoba melamar pekerjaan di sebuah Pabrik saja ya bu? " tanya Arva kepada ibu nya dengan hati hati karena ibu dan ayah nya sangat tidak setuju kalau Arva masuk dan bekerja di Pabrik, karena ibunya sudah merasakan bagaimana hidup di lingkungan itu dan tidak ingin anak gadis nya merasakannya kembali. (Memang tempat Arva tinggal dekat dengan lingkungan pabrik pabrik)


"Va.... Bukan ibu dan ayah melarang kamu untuk bekerja di tempat itu nak, ibu dan ayah tidak ingin kamu merasakan keras nya lingkungan tersebut, dimana pagi sekali kamu harus sudah berangkat bahkan sarapan pun susah sekali, belum lagi kalau kerjaan kamu tidak sesuai target mandor kamu akan bentak bentak kamu dengan bahasa yang membuat sedih dan masih banyak lagi nak" penjelasan ibu Arva yang membuat Arva sedikit takut.


"Sabar ya nak... Allah pasti akan memberikan pekerjaan yang baik buat kamu. " hibur ibu Arva agar Arva tidak terlalu sedih


"Tapi bu kan harus usaha juga.... " Arva masih berusaha agar ibunya memberikan izin untuk ide Arva tadi.


Percakapan Arva dan ibunya pun terhenti karena Iki dan Bila yang masuk rumah karena baru pulang dari sekolah.


"Assalamualaikum...." suara Iki dan Bila secara bersamaan

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam.." jawab Arva dan ibunya secara bersamaan


"Tumben pulang nya barengan, biasanya Iki selalu sore" tanya Arva kepada adik nya itu


"Hari ini gak ada kumpul Ekskul ka, jadi Iki langsung pulang aja, lagian Iki lagi gak enak badan ni ka" jawab Iki


"Oh gitu, ya sudah sana istirahat biar gak sakit" perintah ibu kepada Iki


Bila yang sudah berganti pakaian pun menghampiri ibu dan kakak nya itu di dapur


"Kakak sama Ibu lagi masak apa sih? sepertinya harum sekali" melihat ke arah sayuran yang sedang di masak oleh ibunya


"Waaaah seperti nya enak nih rasa nya, Bila jadi lapar nih...." gumam Bila yang melihat masakan ibunya itu

__ADS_1


"Sabar dek....nih bantuin kakak iris bawang merah ini" suruh Arva kepada Bila sambil menyodorkan tempat bumbu kepada Bila


"Yaaaah ka.... jangan bawang merah deh, Bila takut nangis" tolak Bila dengan wajah memelas


"Yeeeee kamu mah, ya sudah kalau gitu kamu iris tempe nya saja dan langsung di taro di tempat ini ya" jawab Arva sambil menunjuk tempat yang sudah di siapkan dengan air garam untuk tempe nya


"Siap laksanakan kakak komandan" jawab Bila sambil menirukan gerakan sikap hormat tentara


"Good adik manis nya kakak" ucap Arva sambil mencubit gemas hidung Bila


Ibu yang melihat tingkah Bila pun tersenyum sambil terus melanjutkan masak nya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2