
"Arvaaa? " panggil seseorang ketika Arva baru pulang dari warung.
"Eh ibu Ida.... " sapa Arva sambil mencium tangan ibu Ida
Ibu Ida adalah guru Arva sewaktu Arva masih di sekolah dasar
"Kamu dari mana Va?" Tanya bu Ida kepada Arva
"Dari warung bu... Tadi ibu minta tolong Arva buat beli sayur. " jawab Arva sambil tersenyum
"Oh gitu.... Oia va...Arva sudah lulus sekolah kan? Apakah Arva sudah bekerja? Tanya bu Ida kepada Arva.
"Alhamdulillah Arva sudah lulus sekolah bu... Hhhmmm belum bu, kemarin Arva mencoba melamar pekerjaan ke salah satu swalayan tapi belum rezeki bu" jawab Arva sambil tersenyum ke bu ida.
"Kebetulan banget Va.... Di sekolah ibu lagi butuh guru bantu nih.... Karena salah satu guru di sekolah ibu kemarin cuti melahirkan, apakah kamu mau mencoba mengajar di sekolah ibu? " tanya bu ida kepada Arva, Arva yang sedang membutuhkan pekerjaan pun tersenyum sumringah mendengar tawaran bu Ida
"Tapi bu Ida.... Arva kan hanya lulusan SMA memang boleh mengajar di sekolah ibu? " tanya Arva karena ragu karena pendidikan terakhir nya
"Boleh Va... Nanti kan sambil ngajar di sekolah itu Arva bisa sambil kuliah" jawab bu Ida meyakinkan Arva yang terlihat ragu.
__ADS_1
"Oh gitu ya bu.... Ywdh bu bismillahirrahmanirrahim in syaa allah Arva mau" jawab Arva dengan antusias.
"Ya udah kalo begitu besok Arva bisa langsung datang ke sekolah ya.... Jam 07:00 harus sudah di sekolah ya Va. " penjelasan bu Ida ke Arva
"Yaudah kalo gitu ibu duluan ya Va... Sampai bertemu besok Arva. " bu Ida tersenyum ke Arva
"Baik bu ida... Terimakasih.... Hati hati ya bu. " jawab Arva sambil mencium tangan bu Ida
Arva pulang ke rumah dengan bahagia, akhirnya Arva mendapatkan pekerjaan walaupun mungkin nanti gaji yang di dapat gak akan besar tetapi Arva tidak memperdulikan itu apalagi ayah dan ibu nya, bagi ayah dan ibunya Arva yang terpenting Arva bisa mendapatkan pengalaman baru, sudah cukup untuk ayah dan ibunya.
Sebenarnya kedua orang tua Arva tidak terlalu memaksakan Arva untuk bekerja, karena bila hanya untuk hidup sehari hari dari hasil ayah Arva sudah cukup, namun memang bila Arva ingin kuliah penghasilan ayah Arva tidak cukup makanya Arva sangat ingin bekerja untuk bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.
"Wa'alaikumsalam" jawab ibu Arva dari arah belakang rumah nya
"Ibu dimana?" tanya Arva sambil berjalan ke arah dapur, dan ternyata di dapur Arva tidak mendapatkan keberadaan sosok yang Arva cari
"Ibu ada di belakang rumah Va...." jawab ibu nya yang masih sibuk membersihkan halaman belakang rumah nya.
Arva pun berjalan menuju ke halaman belakang rumah nya, dan duduk di kursi yang di sediakan ayah nya
__ADS_1
"Bu...." panggil Arva
"Ya Va.... ada apa?" tanya ibunya dan langsung duduk di samping Arva
"Tadi di jalan ketika Arva pulang dari warung, Arva ketemu sama bu Ida, guru Arva waktu Sekolah Dasar bu, dan beliau menawarkan Arva untuk mengajar di sekolah nya, menurut ibu gimana?" jelas Arva serta bertanya kepada ibunya itu
"Ibu menyerahkan semua keputusan di tangan Arva, Arva yang akan menjalani hidup ini ibu gak mau Arva menjalani hidup Arva dengan terpaksa nak, kalau memang Arva siap ya silahkan tapi kalo Arva sekira nya belum siap ya gak harus Arva terima" nasehat ibu kepada anak gadis nya itu sambil tersenyum hangat
"Va.... lakukanlah apapun yang menurut kamu benar, jangan melakukan apa yang menurutmu tidak benar" lanjut ibunya Arva
"Menjadi seorang guru itu harus memiliki tingkat kesabaran yang sangat tinggi nak, niatkan ketika kamu siap menjadi seorang guru harus Ikhlas karena gaji nya bisa di bilang hanya SaJuTa (Sabar Jujur Tawakal canda ibu Arva sambil cengengesan ), menjadi guru itu berarti siap memainkan peran sorang artis di rumah kamu lagi banyak masalah tapi ketika kamu sampai kesekolah kamu bertatap muka dengan anak anak wajah kamu jangan menampakan kekesalan atau cemberut nanti anak anak akan takut karena wajah gurunya jelek" jelas ibunya kepada Arva sambil tertawa
Arva pun yang mendengar penjelasan ibunya manggut manggut tertawa
"Bu...." panggil Arva
"Sepertinya Arva sudah tau apa keputusan Arva" lanjut Arva sambil tersenyum ke arah ibunya dan memeluk erat ibunya itu
"Bagus lah kalau seperti itu, ternyata anak kecil ibu sudah jadi anak gadis ibu yang pintar dan cantik" kata ibu sambil membalas pelukan anak nya itu dan mengelus jilbab anaknya.
__ADS_1
Bersambung.....