MELUPAKAN Atau MENGIKHLASKAN

MELUPAKAN Atau MENGIKHLASKAN
PART 2


__ADS_3

"Bu.... Maafkan Arva ya.... Arva belum bisa bantu ayah dan ibu" sambil menunduk sedih dan sedikit terisak.


"Gak apa apa va... Mungkin belum rezeki arva, lagian alasan arva menolak pekerjaan itu kan memang baik, karena arva gak mau melepas jilbab arva kan? "


"Arva mengangguk" membenarkan perkataan ibu nya itu.


FLASHBACK ON


Saat masuk ke ruang interview itu, Arva langsung mengikuti semua tes tersebut dari tes tulis sampai tes wawancara, untuk tes tulis alhamdulillah arva lulus melanjutkan tes terakhir tes wawancara, ketika tes wawancara tersebut arva mulai goyah namun arva adalah gadis yang selalu memegang Teguh prinsip nya "Allah adalah Tujuan nya" makanya ketika salah satu petugas tes tersebut mengatakan


"Mba.... Kalau di sini kerjanya gak bisa pake jilbab! "


Seketika Arva kaget bukan kepalang, hati nya hancur harapan nya sedikit mulai runtuh, bayangan ayah, ibu dan adik adik nya terus berputar di kepalanya.


"Bagaimana? Apakah mba bersedia? " tanya si petugas itu lagi.


Arva mulai bingung.... Apa yang harus dia jawab satu sisi dia gak bisa melepas hijab ini karena rabb nya akan murka, satu sisi lagi ayah.... Ibu.... Iki dan bila....

__ADS_1


"Ya allah... Bagaimana ini... " rintih Arva dalam hati nya..


Setelah memohon petunjuk dari Allah, akhirnya Arva memutuskan dia menolak untuk kerja di tempat itu.


FLASHBACK OFF


"Ya bu.... " jawab Arva dengan nada sedih nya.


"Va... yakin lah kalau saat ini Allah sedang menyiapkan kejutan yang luar biasa buat Arva, karena Arva takut akan dosa kepada Allah. Dan Yakin Juga kalau Arva gak di terima kerja di situ berarti pekerjaan itu gak baik buay Arva." jelas sang Ibu sambil menghibur Arva yang masih terduduk lesu.


"Dah sana mandi dulu langsung sholat maghrib, minta sama Allah di berikan kemudahan dan yang terbaik, habis itu makan ya.... pasti Arva belum makan kan?" tanya ibu


Di dalam kamar Adriva langsung meletakan tas nya dan mengambil handuk dan baju ganti dan langsung menuju kamar mandi,


Setelah selesai dengan mandinya Adriva dan selesai berganti baju kebesaran nya Adriva langsung menuju dapur dan duduk di meja makan, melihat ayah nya beserta ke dua adik nya yang telah berada di meja makan, ibunya sedang menyiapkan dan menata nya di atas meja makan.


"Va.... bagaimana tes nya nak?" Pertanyaan ayah membuat Adriva tersenyum sedih

__ADS_1


"Maaf yah.... Adriva gak di terima di sana." jawab Adriva


sang ayah yang melihat raut wajah anak nya pun tak melanjutkan pertanyaan nya


"Ya gak apa apa Va... mungkin belum rezeki nya Arva, siapa tau nanti kalau sudah saat nya juga pasti akan dapat kerja kok.... iya kan bu?" pernyataan ayah nya membuat Arva kembali sedih


sang ibu hanya mengangguk membenarkan apa yang di katakan suami nya itu


Iki dan Bila pun ikut membenarkan perkataan ayah nya itu


"Iya ka.... apa yang ayah katakan bener banget, kegagalan bukan akhir dari sebuah perjuangan kok ka.... masih banyak kesempatan di depan sana... sabar dan ikhlas serta Ridho atas ketetapan Allah!" Iki berusaha menghibur kakak nya


"SEMANGAT KA ARVAAAAA" teriak Bila sambil mengepalkan kedua tangan nya


"Siap dek..... SEMANGAT!" Arva menirukan perbuatan Bila sambil tersenyum


akhirnya suasana di meja makan itu kembali ceria, Arva sedikit tidak bersedih lagi.... Ayah, Ibu, Iki dan Bila pun tersenyum melihat kakak nya sudah tidak bersedih.

__ADS_1


Bersambung.... 😊


__ADS_2