
Sring!
Cahaya terang membuat Arsey terbangun setelah melalui proses terombang-ambing yang panjang. Ia mengerjap untuk menyesuaikan netranya dan langsung tertegun beberapa saat. Ia hafal betul dengan ruangan ini.
Menengok kesekeliling sepasang mata hitamnya menyapu dekorasi ruangan yang dipenuhi dengan ornamen Rubah berekor sembilan, disertai Ular dan Naga yang melingkar dibelakangnya. Ada beberapa miniatur bola-bola salju yang diletakan di meja rias. Terlihat sangat cantik dengan lampu-lampu gantung yang megah.
Lilin-lilin aromaterapi beraroma teh hijau bercampur kayu cendana, berjejer di setiap kaca jendela yang menyegarkan indra penciuman. Beralih ke ranjang yang sedang ia duduki, berwarna merah marun sangat empuk, bermotif angsa yang dibordir langsung.
Tangannya menyentuh jubah yang sedang dia pakai, sangat lembut dan terdapat sulaman bunga Peony berwarna perak, dan rambut hitam panjangnya--tunggu!
Apa? Ia meraba seluruh badanya! Sial! Sial! Sial!
Arsey terjatuh dari tempat tidur dengan suara 'gedebuk' yang keras. Setelah kesadaranya pulih kembali, ia berdiri dengan susah payah dan melihat bayangan dirinya dicermin rias yang berada disamping tempat tidur. Terlihat bayangan dirinya yang sudah bertranformasi.
Kulit ini putih, mulus, dan bersih. Wajah ini sangat kecil seperti boneka. Bola mata ini berwarna kecoklatan. Bulu mata ini sangat lentik dan panjang. Alis ini terukir rapi seperti pedang. Hidung ini kecil dan mancung. Bibir ini berwarna merah dan tipis yang menggoda.
Wajah ini?...Anak ngen...!
Dan sekarang Arsey hampir memecahkan kaca rias itu. Ia mencengkram pinggiran meja dengan kuat. Sekali lagi melihat bayangan dirinya yang berada disosok itu dan memijit kepalanya pening. Dirinya lebih memilih mati jika begini.
Karena tak salah lagi ia sekarang masuk kedalam dunia game "Legendary Kingdom" dan berada didalam karakter si Ratu bengis, kejam, gila, pendendam, dan jalxng yang memiliki tujuh lelaki harem.
Dialah Ratu Elves! Bagaimana bisa ia berada ditubuh si Antagonis ini?
Arsey bahkan lebih memilih masuk kedalam tubuh babi atau anjing daripada Ratu Elves. Ia mengutuk dirinya sendiri dan mengacak tatanan rambutnya. Bahkan ia sudah kehilangan jati dirinya sebagai lelaki sejati. Ia meratap dalam sedih dan mendengar suara yang entah muncul dari mana.
〘Game Loading : Wellcome kedalam Legendary Kingdom! Kode Name - Big Dxxx! <> Setting : Sedang memindai data! Ding! Data telah diunduh. Aktivasi telah selesai!〙
Suaranya seperti google penerjemah, Arsey menatap sekeliling namun ia tak menemukan apapun. Lalu suara yang entah dari mana asalnya itu muncul lagi. Disertai dengan suara 'ding' 'ding' BGM otomatis. Kali ini Arsey melihat tulisan biru mengambang transparan didepanya.
〘Status Awal〙
❰Nama : Kagendra Arsey - Kode (Big Dixx)❱
❰MC : Elves Athanasius❱
__ADS_1
❰Gelar : Pemimpin Kerajaan Athanasius, Ratu Egois, Antagonis Utama, Karakter Rusak❱
❰Level : Pemula <> 0❱
❰Poin : Untuk saat ini +1000 (Log in pemula)❱
❰Skill : Manusia Abadi - Kecantikan Memikat - Kecerdasan Tak Terbatas❱
❰Misi Utama: Membuat perubahan untuk karakter sang Antagonis❱
❰Misi Sampingan : Akan ditampilkan oleh panduan Setting setiap kali naik level❱
Arsey mencoba mengedip-edipkan matanya dan otomatis tulisan itu ikut hilang dan muncul lagi.
〘Setting : Peringatan! Berhenti berkedip! Akan menciptakan konsleting!〙
Arsey mengamuk, "Konslet mbahmu! Pikiranku saja sudah konslet anjing!"
Suara itu mengabaikan protesan dari Arsey dan melanjutkan.
Klik!
"Bacot! Sialan! Anak ngen—hmmp!"
Reflek Arsey menutup mulutnya dengan kedua tanganya, karena ia mendengar derap langkah seseorang dengan tergesa-gesa sedang menuju kearahnya. Pintu terbuka dan menampakkan seorang pelayan berwajah cantik dengan tubuh yang molek. Dia memakai riasan yang sangat menor dan melihat kearahnya dengan raut berbinar yang berlebihan.
Pelayan itu berseru, "Yang mulia! Syukurlah anda sudah bangun!"
Arsey mengenali wajah cerah muda itu. Dia adalah pelayan pribadi dan tangan kanan Ratu Elves. Dia juga merupakan pemeran Antagonis dan akan mati mengenaskan ditangan Haven nantinya. Oke, bertemu dengan kaki tangan sendiri. Arsey lalu berusaha berakting senatural mungkin. Karena jika dia bertindak bodoh dan menanyakan macam-macam seperti sinetron 'Aku siapa? Aku dimana?' ia akan langsung di katai gila.
Arsey menggibaskan rambutnya secara dramatis, "Memangnya aku kenapa?"
Tangan pelayan menor itu yang sedang menyeka dahinya mengambang diudara. Ia menatap Ratu Elves dengan pandangan yang aneh.
〘Setting : Ratu Elves tidak pernah mengatakan aku, ia selalu mengatakan Ratu kepada dirinya sendiri!〙
__ADS_1
Sialan dia lupa! Arsey mengoreksi kata-katanya, "Ratu ini kenapa?"
Pelayan itu kembali ke setelan normal lagi, "Maaf yang mulia Ratu, sepertinya anda sedikit lupa ingatan karena terpeleset sewaktu sedang mengawasi Tuan Muda Haven mengepel lantai. Itu karena kesengajaan Tuan Muda Haven menumpahkan air."
^^^*Gelar Tuan Muda & Nona Muda dipakai untuk menyebut keturunan dan kerabat yang berasal dari keluarga bangsawan. ^^^
Inilah hari itu, hari dimana Ratu Elves menghukum Haven karena tak sengaja membuatnya terpeleset. Dia menyuruh Haven berendam didalam kolam air dingin, dimusim dingin sampai Haven terkena demam parah.
Dalam game dirinya (Haven) mendapat banyak poin dari demam parahnya itu.
Bagus Elves kau sedang menggali kuburanmu sendiri haha! Tidak! Itu sekarang akan menjadi kalimat--Bagus Arsey kau sedang menggali kuburanmu sendiri! Kematian yang kejam akan menantimu dimasa depan haha!
Pelayan itu nampak puas, "Tenang saja Ratu, pelayan ini sudah memberinya hukuman dan ia sedang berendam dikolam belakang."
Arsey menatap pelayan itu dengan miris. Kenapa kau tersenyum dengan bangga, ia akan mengulitimu hidup-hidup dimasa depan jika kau terus berbuat seperti itu padanya. Hah sesama tokoh Antagonis ia tak perlu mencemaskan kematian orang lain. Yang harus ia cemaskan adalah kematianya sendiri ditangan si tokoh utama nanti.
"Yang mulia ratu anda mau kemana?" Dia bertanya karena Arsey tiba-tiba berdiri.
"Ratu ini ingin melihatnya."
Pelayan itu bernama Sely, karena Arsey baru ingat namanya. Ia memakaikan jubah mantel merah terang kepundak Elves dan menuntunya dengan hati-hati ketempat Haven berada.
Arsey hampir saja menjatuhkan rahangnya ketika melihat betapa menyedihkanya sekarang keadaan Haven. Pakaianya sudah basah kuyup, bibirnya terlihat bergetar sangat pucat, tubuh kecilnya yang kurus itu terlihat karena pakaian tipis yang ia kenakan transparan.
Dan bekas luka didahi yang sudah mengerut itu disebabkan oleh Elves karena melempar pot bunga kearah Haven. Tanpa pikir panjang Arsey melepaskan jubahnya dan mengulurkan tanganya kearah Haven. Sely dan beberapa pelayan terkejut dengan perlakuan sang Ratu, Haven lebih terkejut lagi ia memundurkan tubuhnya yang pucat itu ketepi kolam.
〘Setting : Peringatan‼️Peringatan‼️Anda akan melanggar karakter si Antagonis!〙
Wtf! Arsey mengutuk dalam hati. Jika bukan karena si Setting sialan ini dia sudah mengangkat anak kecil itu dan menggendongnya kembali kedalam. Arsey mencoba sebaik mungkin untuk menyembunyikan raut kekhawatirannya.
Arsey berdiri angkuh sambil menggertakan giginya, "Keluarlah dari kolam! Hukumanmu selesai! Ratu ini tak mau kau mati membeku disini dan dikira telah membunuhmu!"
"Angkat anak itu!"
Perintah Elves sebelum pergi dan melemparkan jubah merahnya untuk membungkus tubuh mengigil Haven.
__ADS_1
Para pelayan langsung menuruti perintahnya dan mengangkat Haven yang hampir kaku. Sebelum pingsan, Haven menatap punggung Elves dengan pandangan yang sulit diartikan.