
Haven terbangun sambil mengucek kedua matanya, demamnya ternyata sudah turun. Dua hari dia tak bisa bangkit dari tempat tidur. Dan sekarang perutnya keroncongan minta diisi. Ia tahu tak akan ada yang memperdulikanya atau sekedar memberinya obat.
Dengan pelan ia turun dari ranjang, ataukah bisa disebut ranjang? Itu hanyalah lempengan kayu biasa yang ditata dan ditumpuk jerami dan karpet bekas yang sudah tak layak. Tapi Haven bersukur setidaknya ranjang itu bisa untuk membantunya melepaskan penatnya.
Kamarnya adalah gudang yang terletak dibelakang Istana dekat penyimpanan barang bekas. Atapnya sudah bocor, kadang saat hujan airnya masuk dan membuat semuanya basah. Haven sudah memperbaikinya bulan lalu sampai tulang rusuknya patah karena terpelincir dari tangga.
Baru saja sembuh ia tak sengaja memecahkan patung antik kesayangan sang Ratu, maka ia mendapatkan bonus terkena lemparan pot dikeningnya. Karena dirinya sudah biasa diperlakukan semena-mena dan tak dianggap, ia tak menangis ataupun marah kepada sang Ratu.
Namun kejadian dua malam yang lalu membuat dirinya merasa aneh. Sang Ratu memang masih berwajah dingin dan angkuh seperti biasa, tapi ia melihat kepanikan dan sedikit raut khawatir diwajah sang Ratu. Bahkan sang Ratu memberinya jubahnya sendiri untuk membungkus tubuh Haven.
Itu tidak mungkin kan? Haven menggelengkan kepalanya. Dari ia kecil sang Ratu sangat membenci kehadirnya. Dia yakin itu hanyalah mimpi, ya mimpi. Namun ketika ia melirik kebelakang, ia menemukan jubah sang Ratu. Jadi itu bukanlah mimpi? Sang ratu benar-benar memberikannya?
Klotak!
Haven melihat sesuatu menggelinding kebawah ketika ia menarik jubah itu. Haven berjongkok untuk memungutnya. Butiran-butiran itu, obat? Siapa yang menaruh obat itu didekatnya.
Haven juga menemukan baskom berisi air disudut ruangan. Dirinya baru sadar ketika ia terbangun tadi, ia juga menyingkirkan handuk yang berada dikeningnya. Siapa yang telah merawatnya?
"Cepatlah sembuh anak manis."
Samar-samar Haven teringat suara seseorang yang sedang berbicara.
Apakah itu sang Ratu? Haven menutup matanya sambil menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Tidak! Tidak! Tidak mungkin!
Brak!!
Pintu ditendang oleh seseorang yang adalah pelayan. Ditanganya ia membawa sarapan untuk Haven. Sambil berwajah datar ia berkata, "Jika kau sudah sembuh makanlah! Dan jangan lupa untuk bekerja setelah kau selesai!"
Pelayan itu meletakan nampan berisi makanan itu kemeja kayu disamping ranjang Haven. Ia lalu pergi tanpa mengatakan apapun lagi. Haven ingin mengucapkan terimakasih tapi pelayan itu sudah tak terlihat.
Setelah selesai ia merapikannya dan membawanya keluar untuk dicuci. Namun tak jauh dari ia mencuci, samar-samar Haven mendengar sang Ratu yang sedang murka. Haven yang penasaran mendekat untuk melihat apa yang sedang terjadi.
Sang Ratu sedang berteriak dengan keras memarahi beberapa pelayan yang sedang menunduk didepan koridor. Dibawahnya juga ada beberapa kain yang berserakan. Teriakanya terdengar sangat menggelegar dan menakutkan. Haven dapat melihat pelayan kesayangan sang Ratu, Sely sedang menunduk juga.
"BUKANKAH SUDAH RATU INI KATAKAN! BAJU-BAJU SAMPAH INI KENAPA MASIH BELUM DIBAKAR HAH? KALIAN INGIN MEMBUAT RATU INI MARAH?!"
Haven masih tak paham, bukanya sang Ratu sangat menyukai pakaian yang terbuka dan kurang bahan itu. Kenapa ia berteriak memaki baju sampah?Apa mungkin pakaianya kurang ketat dan kurang seksi sehingga sang Ratu kurang puas?
Sely mencoba bernegosiasi, "Ratuku kami kira perkataan sang Ratu kemarin adalah main-main jadi kami menunda untuk membakar baju-baju ini."
__ADS_1
Sang Ratu berkata lagi dengan dingin dan menusuk, "Kau pikir Ratu ini sedang main-main?"
Semua pelayan disana membeku, jika sang Ratu sudah berkata dingin seperti itu berarti kesalahan mereka sudah sangat fatal. Bahkan Sely pun tak berucap apapun lagi. Walau kesayangan, ia tetap memiliki rasa takut terhadap sang Ratu.
Siapa sih yang tidak takut? Elves berbalik dan berjalan menuju kearahnya. Haven malah menjadi panik ingin segera kabur, tetapi terlambat karena Elves sudah melihatnya.
Karena tak bisa berkutik Haven langsung menunduk ketika Elves akan segera lewat. Ia sudah bersiap akan terkena omelan untuk pelampiasan Elves. Namun ia menunggu lama tak terjadi apa-apa. Sang Ratu hanya berlalu begitu saja, tak memperhatikan kehadiran Haven.
Padahal dulu bahkan dari jarak 100km Elves sudah bisa mendeteksi kehadiran Haven untuk melampiaskan kemarahanya. Sekarang yang bahkan sudah terlihat didepan mata diabaikannya.
Haven menganggap ini adalah hari keberuntungannya. Ia tersenyum cerah bak anak polos dan segera berlari-lari kecil untuk menyelesaikan pekerjaanya yang sempat tertunda. Tanpa ia sadari sudut bibir sang Ratu terangkat ketika ia melewatinya.
"Syukurlah anak itu sudah sembuh."
Gumam sang Ratu tanpa ada yang mendengarnya.
...*****...
Insiklopedia Setting!
Alam Bawah memiliki lima kerajaan terbesar yang dianggap sebagai perwakilan Dewa Alam Bawah. Penamaan kekuasaan kerajaan terbesar diurutkan berdasarkan besar wilayah.
Daratan \= Memiliki 200 cabang kerajaan kecil Athanasius
Laut \= Terdapat 70 cabang kerajaan kecil Mermaidy Athanasius
Simbol Kerajaan \= Lingkaran yang mencangkup gambar Ular, Rubah dan Naga.
Lambang Warna \= Merah
Kerajaan Besar Kedua \= Ambara
Daratan \= Memiliki 170 cabang kerajaan kecil
Laut \= Tidak ada karena Ambara berada ditengah
Simbol \= Kepala Banteng
Lambang Warna \= Hitam
__ADS_1
Kerajaan Besar Kedua \= Trygon
Daratan \= Memiliki 140 cabang kerajaan kecil
Awan \= 20 cabang kerajaan (Raven)
Simbol \= Elang
Lambang Warna \= Biru Langit
Kerajaan Besar Keempat \= Arlanta
Daratan \= Memiliki 120 cabang keraajan kecil
Awan \= 20 cabang kerajaan kecil diawan
Simbol \= Merak
Lambang Warna \= Kuning Keemasan
Kerajaan Besar Kelima \= E-N
Daratan \= Memiliki 113 cabang kerajaan kecil dipedalaman hutan yang rimbun
Laut \= Terdapat 20 cabang kerajaan Mermaidy
Simbol \= Babi Hutan
Lambang Warna \= Hijau
Selain kelima kerajaan besar, terdapat juga kerajaan lain namun luas wilayahnya hanya setengah atapun seperempat dari lima kerajaan besar. Seperti kerjaan Besar Selatan, kerajaan Besar Barat Daya, kerajaan Besar Timur, kerajaan Besar Tenggara dll.
Ataupun seperti halnya Lembah kerajaan Peri, Bukit Siluman, Big Mermaidy. Karena manusia berdampingan hidup dengan mahluk lain, kecuali para iblis, arwah, dan setan dialamnya sendiri.*
\~
__ADS_1